Cerdikawan, pernahkah kamu merasa bahwa teman-teman kamu yang berkaca mata terlihat lebih cantik dan ganteng? Ada juga yang menganggap jadi “cupu” jika kacamata yang dipakai terlalu tebal. Obrolan yang ditanyakan seputar, minus berapa kacamata kamu? Wah, memang sebagian besar pemakai kacamata bukan bermaksud gaya-gayaan lho! Mereka penderita gangguan mata, seperti miopi dan hipermetropi.

Gangguan mata? Sakit maksudnya? Kira-kira demikian kalau dibandingkan dengan yang normal. Hanya saja, gangguan ini tidak terasa sakit di badan. Penderita biasanya hanya merasa penglihatannya terganggu jika tidak memakai kacamata.

Hmm.. Apa sih yang dimaksud dengan gangguan mata? Pinter Kelas akan membahasnya. Namun, yang akan dibahas lebih lengkap di sini nantinya adalah miopi.

Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya

Cerdikawan, kamu masih ingat dengan bagian-bagian mata dan fungsinya? Sebelum membahas gangguan pada mata, ingat kembali hal tersebut dengan gambar di bawah ini!

miopi
bagus-on.blogspot.com

Dari gambar di atas, bagian-bagian penting mata dan fungsinya adalah sebagai berikut.

  1. Kornea
    Kornea adalah bagian transparan yang berada di depan bola mata dan membungkusnya. Bagian ini berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk ke mata dan tidak mempunyai pembuluh darah sehingga sangat sensitif terhadap rasa sakit.
  2. Iris
    Kalau kamu melihat mata seseorang, ada yang berwarna biru dan coklat, itulah iris. Fungsinya adalah mengatur cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengubah ukuran pupil.
  3. Pupil
    Pupil adalah bagian yang kecil hitam seperti lubang di bagian dalam iris. Fungsi iris adalah menentukan seberapa besar cahaya yang masuk ke dalam mata.
  4. Sklera
    Bagian mata yang terlihat berwarna putih di sekeliling iris namanya sklera. Bagian ini berupa dinding keras karena berfungsi melindungi bagian mata yang lain.
  5. Lensa
    Lensa tidak terlihat dari depan mata. Letaknya di belakang iris dan pupil. Bentuknya bulat lonjong. Lensa berfungsi untuk meneruskan dan membiaskan cahaya yag masuk ke retina.
  6. Retina
    Merupakan lapisan peka cahaya yang menerima rangsangan yang masuk melalui kornea dan lensa.
  7. Syaraf Mata
    Syaraf merupakan bagian yang berfungsi menyampaikan rangsangan dari mata ke otak sehingga mata kemudian dapat mengidentifkasi benda yang dilihatnya.

Gangguan Kesehatan pada Mata

Bagian-bagian mata di atas, sama halnya dengan bagian mata lain dapat mengalami gangguan. Tentu saja karena ini mata, berarti kalau terjadi gangguan penglihatan kamu akan terganggu. Beberapa di antaranya menyebabkan kebutaan.

Apa saja gangguan kesehatan pada mata? Yuk, lihat penjelasan singkatnya!

  1. Hipermetropi
    Hipermetropi disebut dengan mudah sebagai rabun dekat. Ini diakibatkan karena lensa mata yang terlalu pipih. Akibatnya mata tidak dapat melihat benda dekat dengan jelas. Kamu pernah melihat seseorang yang ketika membaca menjauhkan bukunya? Itu berarti dia hipermetropi. Kebanyakan orang dengan usia lanjut mengalami ini.
  2. Miopi
    Miopi adalah rabun jauh. Kalau kamu punya teman-teman berkacamata kemungkinan besar penderita ini. Mereka tidak dapat melihat benda yang jauh. Bayangan benda jauh tidak tepat di retina tetapi di depannya.
  3. Buta Warna
    Buta warna adalah ketidakmampuan mata melihat dan membedakan warna tertentu. Ini diakibatkan karena ketidakmampuan sel-sel kerucut mata menangkap warna.
  4. Presbiopi
    Di usia tertentu kemampuan fisik seseorang memang menurun, termasuk mata. Orang yang lebih tua akan mengalami presbiopi. Kesulitan melihat jauh dan dekat.
  5. Asigmatisma
    Asigmatisma atau silinder pada mata terjadi karena penyimpangan dalam penbentukan bayangan mata.

Miopi dan Gejalanya

Di atas sudah disebutkan bahwa miopi adalah gangguan mata yang dikenal dengan sebutan rabun jauh.

Gangguan ini disebabkan adanya kelainan refraksi mata. Cahaya dan bayangan benda dari lensa seharusnya diteruskan langsung ke retina. Lensalah yang mengatur panjang dan jarak bayangan agar diterima tepat oleh retina.

Nah, pada orang yang menderita miopi tidak terjadi demikian. Lensa gagal membuat bayangan lebih panjang sehingga letaknya berada di depan retina. Pada akhirnya mata akan melihat tidak jelas.

Apa saja gejala yang kamu rasakan?

Untuk kamu yang masih sekolah, gejala paling pertama dirasakan adalah tidak dapat melihat dengan jelas tulisan di papan tulis. Sementara bagi orang yang sudah lebih dewasa dan tidak sekolah, biasanya kesulitan melihat lampu lalu lintas ketika di jalan raya.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala sering dirasakan tanpa penyebab. Ini dimungkinkan karena mata langsung berhubungan dengan syaraf otak.
  • Mata cepat lelah karena mata bekerja secara berlebihan, berusaha menempatkan bayangan sebagaimana mestinya.
  • Sering mengedipkan mata atau kalau kamu memperhatikan penderita ketika mengedip lebih dari satu kali.
  • Sering memicingkan mata saat melihat benda-benda jauh agar terlihat lebih jelas.
  • Sering mengucek mata, ini terjadi karena mata lelah dan terkadang gatal.
  • Terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh, misalnya tidak mengenali wajah seseorang yang sedang mendekat dari jauh.

Penyebab Miopi

Kebanyakan dari kamu terlahir dengan mata yang normal. Biasanya penderita rabun mengalaminya dalam beberapa tahun ke depan.

Dahulu mungkin kebanyakan penderita awal adalah anak-anak usia sekolah atau remaja awal. Namun, saat ini banyak balita yang juga menderita miopi.

Apa penyebabnya?

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjadi jawaban pertanyaan di atas, yaitu:

  1. Genetik
    Biasanya anak yang mengalami gangguan mata memiliki orang tua yang mempunyai masalah sama. Bahkan, kamu mungkin pernah melihat ada keluarga yang semuanya berkacamata.

    Ya, beberapa orang menderita miopi karena genetik. Anak dengan orang tua penderita rabun jauh kemungkinannya lebih besar miopi menderita hal yang sama.
  2. Kurang Sinar Matahari dan Vitamin D
    Penyebab lainnya adalah kurang vitamin D dan kurang sinar matahari sekaligus atau salah satu. Seperti diketahui, sinar matahari di saat pagi mengandung banyak zat yang diperlukan tubuh. Khususnya vitamin D.
  3. Kurang Vitamin A
    Kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan rabun jauh. Ini terjadi, misalnya kamu tidak suka makan sayur dan buah yang mengandung vitamin A.
  4. Kebiasaan Membaca dan Menonton Terlalu Dekat
    Masa kini, anak muda dan balita dapat menderita rabun jauh karena kebiasaan membaca yang buruk. Mereka membaca sambil tidur atau buku berjarak kurang dari 30 cm dari mata.

    Penyebab lain adalah kebiasaan menonton televisi terlalu dekat dan terlalu lama di gadget, seperti telepon genggam dan komputer atau laptop.

Cara Mengatasi Miopi

Rabun jauh jika dibiarkan akan terus bertambah parah. Jika dibiarkan kamu bisa mengalami ablasi mata, dengan ciri mata berkunang-kunang, muncul bayangan pada penglihatan, dan sering muncul kilatan cahaya pada salah satu atau kedua mata.

Cara paling umum untuk mengatasi rabun jauh adalah dengan menggunakan kacamata berlensa cekung. Beberapa orang menyebutnya sebagai kacamata minus. Semakin besar minus yang kamu pakai, berarti gangguan mata semakin besar.

Namun, miopi bisa dicegah dan diatasi. Cara mencegahnya tentu dengan menghindari penyebab, seperti membaca dan menonton televisi dengan jarak aman, menghindari terlalu lama di depan gadget, mengonsumsi vitamin A dan D, dan rajin berjemur di bawah sinar matahari.

Cara mengatasinya juga sama. Rabun jauh dapat berkurang jika kamu mengurangi penyebab. Selain itu, rabun jauh juga dapat diatasi dengan sinar laser, implan mata, dan lain-lain.

So, Cerdikawan mata adalah jendela dunia. Kamu tidak ingin menderita miopi bukan? Jaga dan sayangi matamu, sebelum terlambat!

Author