Cerdikawan, keahlian negosiasi diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu sendiri mungkin pernah menggunakannya tanpa disadari. Sebuah hal yang dilakukan dan erat kaitannya dengan interaksi kamu dengan teman, orang tua, dan guru.

Hai, tunggu dulu! Seberapa jauh kamu mengenal negosiasi? Benarkah penerapannya dalam kehidupan berdasarkan pengertiannya?

Cerdikawan Pinter Kelas dapat menyimak semua hal tentang negosiasi dalam pembahasan kali ini.

Pengertian Negosiasi

Sama dengan materi pelajaran lainnya, kamu tidak akan memahami suatu hal jika tidak mengetahuinya secara utuh mulai dari pengertian atau definisi, tujuan, unsur, jenis, dan lain-lain.

Untuk pembahasan kali ini, Pinter Kelas juga akan memulainya dengan pengertian.

Dilihat dari asal katanya, negosiasi memang berasal dari bahasa Inggris yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kata yang dimaksud adalah negotiate, artinya perundingan.

Negosiasi adalah sebuah proses tawar-menawar yang dilakukan oleh dua pihak. Proses tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bersama. Istilahnya, dalam bahasa sehari-hari kamu menyebutnya fifty-fifty.

Dua pihak yang berinteraksi, mempunyai dua posisi yang berbeda. Pihak pertama adalah penawar dan pihak kedua yang menawarkan.

Penawar biasanya disebut sebagai negosiator.

Negosiator haruslah seseorang yang dapat dipercaya, mempunyai kemampuan bahasa cukup, dan menguasai pembahasan yang ditawarkan. Dengan demikian diharapkan tujuan penawar dapat tercapai.

Namun, proses yang disebutkan di atas tidak terjadi begitu saja. Ada kondisi khusus yang membuat terjadinya, yaitu:

  • Proses hanya dilakukan oleh dua pihak yang disebutkan di atas. Pihak tersebut tidak dibatasi oleh sejumlah tertentu orang. Negosiator bisa saja terdiri dari orang atau kelompok. Begitu pula dengan pihak yang menawarkan keputusan untuk disepakati.
  • Hasil terbaik merupakan kepentingan utama dari kedua pihak yang sama menguntungkan.
  • Pihak yang melakukan proses meyakini bahwa proses tawar menawar dalam memutuskan sesuatu lebih baik daripada mereka terlibat konflik yang merugikan.

Tujuan Negosiasi

Berdasarkan pengertian yang telah dikemukakan di atas, negosiasi mungkin saja dilakukan oleh kamu.

Kamu mungkin bernegosiasi dengan orang tua. Misalnya, orang tua ingin kamu belajar dan bekerja keras. Untuk mencapai hasil yang diinginkan mereka melakukan kesepakatan. Seandainya nilai kamu baik akan ada hadiah tertentu.

Pedagang di pasar tradisional juga melakukan hal di atas. Mereka tawar-menawar dalam menentukan harga.

Namun, keterampilan yang satu ini wajib dimiliki oleh seorang pengusaha atau karyawan tertentu. Kamu bernegosiasi dengan pihak tertentu yang ada hubungannya dengan usaha yang dijalankan.

Pengusaha garmen atau produksi fashion, akan melakukan kesepakatan harga dengan pihak pemasok bahan baku, seperti kain dan benang. Pengusaha furniture akan melakukan kesepakatan dengan pihak pengrajin dan pemasok bahan baku kayu.

Semuanya memerlukan keterampilan tersendiri. Oleh karena itu kamu mempelajari materi ini dalam pelajaran kewirausahaan di SMA.

Negosiasi menghasilkan keputusan yang mengakomidir kepentingan bersama. Tujuannya secara umum, yaitu:

  1. Mencapai Kesepakatan
    Negosiasi sering disebut dengan kata yang lebih singkat, nego. Nego sering kali bertujuan untuk mencapai kesepakatan.

    Di pasar, kesepakatan yang dicapai adalah harga. Di rumah, antara anak dan orang tua, kesepakatan yang ingin dicapai adalah hasil belajar dan reward.
  2. Menyelesaikan Masalah
    Tujuan lain terjadinya proses tawar menawar atau perundingan adalah menyelesaikan masalah. Proses ini terjadi jika dua pihak mendekati konflik.

    Misalnya, dua kakak beradik yang memperebutkan sesuatu. Untuk menghindari konflik mereka berdua melakukan kesepakatan untuk menghindari masalah. Jika tidak, akan terjadi pertengkaran yang menyebabkan keduanya ditegur ibu.

    Negosiasi yang menyelesaikan masalah juga terjadi ketika pihak Indonesia dalam perang kemerdekaan berusaha mempertahankan negara dari pihak Belanda yang masih ingin menjajah.
  3. Mencapai Kondisi Saling Menguntungkan
    Negosiator sering kali menawarkan tujuan yang saling menguntungkan. Umumnya ini terjadi pada kesepakatan yang sifatnya bisnis. Fifty-fifty atau win-win solution diharapkan akan menghasilkan kerjasama kedua pihak yang melakukan proses.

Struktur Negosiasi

Negosiasi memerlukan kemampuan bahasa dari negosiator yang terlibat di dalamnya. Bahasa negosiator haruslah menarik.

Biasanya, nego disampaikan dengan mengajukan surat, langsung bertemu, dan lain-lain.

Dengan demikian, materi yang kita pelajari ini mempunyai struktur tertentu. Struktur tersebut dijelaskan di bawah ini.

  1. Orientasi
    Umumnya, nego terjadi ketika dua pihak bertemu. Saat ini terjadi, maka ada orientasi atau perkenalan terlebih dahulu. Di sini, kedua pihak dapat menyebutkan kepentingan dan tujuan.
  2. Pengajuan
    Pengajuan merupakan penjelasan masalah atau keinginan pihak yang akan melakukan kesepakatan.
  3. Penawaran
    Biasanya, pihak yang melakukan pengajuan akan memberi penawaran penyelesaian masalah. Namun, ketika pertemuan mungkin saja pihak yang lain mengajukan penawaran terlebih dahulu.

    Pengajuan dan penawaran dapat dilakukan sebelum pertemuan terjadi. Ini akan membuat kedua pihak mempelajari masalah yang akan dibahas terlebih dahulu.
  4. Persetujuan
    Setelah melalui tiga struktur sebelumnya, barulah terjadi persetujuan. Persetujuan dapat diperoleh dengan menerima penawaran salah satu pihak. Dapat pula terjadi di luar skenario yang penting hasilnya memuaskan keduanya. Inilah yang disebut win-win solution.

Unsur Negosiasi

Sebenarnya, Pinter Kelas sudah sedikit menyinggung unsur-unsur negosiasi, yaitu segala sesuatu yang terlibat dan berhubungan dengan kesepakatan.

Ada 6 unsur yang dimaksud, yaitu:

  1. Dua pihak yang terlibat yang sudah dijelaskan di atas, penawar dan yang menawar. Pihak ini bisa saja individu atau kelompok.
  2. Masalah yang ingin diselesaikan.
  3. Tujuan dari kesepakatan secara umum.
  4. Realisasi, yaitu pelaksanaan penawaran dalam menyelesaikan masalah.
  5. Dialog yang terjadi ketika pertemuan dilakasanakan. Di sini kedua pihak dapat mengemukakan argumen masing-masing dengan baik agar kesepakatan dan tujuan tercapai.
  6. Kepentingan bersama, sesuai tujuan nego dilakukan secara umum dan harus memberi kebaikan kepada kedua pihak.

Jenis Negosiasi

Jenis negosiasi dikelompokkan berdasarkan beberapa hal.

Jenis tersebut, antara lain dijelaskan sebagai berikut.

  1. Jenis Berdasarkan Situasi
    Jenis ini terbagi menjadi dua, formal yang berdasarkan jalur hukum dan informal yang tidak menggunakan jalur hukum.
  2. Jenis Berdasarkan Jumlah Negosiator
    Di sini kesepakatan dibagi juga menjadi dua, kesepakatan yang menggunakan penengah dan tidak. Kesepakatan yang menggunakan penengah biasanya yang bertujuan menghindari konflik.
  3. Jenis Berdasarkan Keuntungannya
    Jenis ini terbagi menjadi 4:
    – Kolaborasi, memadukan semua kepentingan sehingga memperoleh jalan keluar terbaik.
    – Dominasi, kesepakatan yang lebih menguntungkan salah satu pihak.
    – Akomodasi, hampir sama dengan dominasi. Di jenis ini ada pihak yang mengalah demi kepentingan bersama.
    – Lose-Lose, kedua pihak memilih mengalah untuk menghindari konflik.

Syarat Negosiasi

Cerdikawan, sebelum pembahasan Pinter Kelas kali ditutup, kamu harus mengetahui syarat negosiasi.

Syarat tersebut, antara lain:

  • Adanya pertentangan atau persamaan kepentingan antara kedua pihak yang terlibat.
  • Adanya kemauan untuk melakukan kesepakatan tanpa paksaan.
  • Kesiapan kedua pihak untuk melakukan kesepakatan.
  • Adanya kewenangan pihak yang hadir dalam mengambil keputusan.
  • Ada dua pihak yang terlibat.
  • Pembahasan terlebih dahulu berupa masalah, pengajuan, dan penawaran salah satu pihak.
  • Rasa saling percaya antara kedua pihak yang terkait dalam proses.

Itulah Cerdikawan, pembahasan tentang negosiasi! Kamu dapat melakukannya kapan saja dengan berbagai tujuan yang disebutkan dan yang terpenting syaratnya terpenuhi.

Author