Kali ini kita akan membahas mengenai pantun secara umum dan PinterKelas akan berikan untuk kamu contoh pantun jenaka terbaik secara lengkap di akhir artikel. Contoh yang bisa kamu jadikan inspirasi dalam menyusun pantun.

contoh pantun jenaka
1001indonesia.net

Contoh pantun jenaka yang diberikan sudah mengikuti kaidah dan syarat pantun. Pantun jenaka hadir sebagai cara yang dibuat untuk tujuan menghibur walau terkadang dijadikan alat menyindir. Tapi karena disampaikan dengan lucu yang disindir tidak terlalu merasa tersinggung .

Untuk pembuka, ini satu contoh pantun jenakanya :

Moyet pirang mencuri terung
Dikejar petani mengacung belati
Bau apa yang menggangu hidung
Bau teman yang tak kenal mandi

Apa itu pantun?

Pada prinsipnya pantun adalah bentuk dari puisi. Terdapat dua macam jenis puisi yang ada di Indonesia, yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi lama adalah puisi kaku yang sangat terikat pada aturan kaidah persajakan. Sudah dikenal lama sejak bahasa melayu digunakan di Semenanjung Selatan, Malaya (sekarang Malaysia) dan pantai dan Kepulauan Timur Sumatera.

Sedangkan puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat pada aturan kaidah persajakan dan lebih modern pada pilihan katanya. Puisi baru ini mulai hadir di masyarakat Indonesia sekitar tahun 1918-an. Era ini merupakan era munculnya kesusastraan angkatan Balai Pustaka.

Pantun sendiri merupakan senandung berbentuk puisi yang dinyanyikan, dapat di temui di banyak kebudayaan. Biasanya digunakan sebagai cara halus untuk menyampaikan maksud tertentu kepada orang lain. Pantun dapat menunjukkan kecekatan seseorang dalam berpikir dan bersilat dengan kata.

Kaidah dan Ciri Pantun

Kita fokus ke pantun sekarang . Pantun adalah salah satu jenis dari puisi lama, selain dari puisi jenis mantra, karmina, syair, gurindam, talibun, seloka dan bidal. Nah, di antara semua jenis puisi lama tersebut, pantun adalah jenis yang paling tua. Contoh pantun lainnya:

Alangkah elok perak dan intan
Sulit mencarinya setengah mati
Orang gunung berlayar ke lautan
Tak tau apa yang hendak cari

Dengan melihat contoh itu, kamu tentunya dapat memahami bahwa membuat sebuah pantun haruslah terikat pada aturan-aturan dan kaidah agar sebuah tulisan dapat digolongkan sebagai sebuah pantun. Pantun haruslah memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan tulisan lainnya. Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut ini.

  1. Dalam satu baitnya terdiri dari empat baris/larik.
  2. Tiap baris nya berisi 4-5 kata atau 8-12 suku kata. Jadi ingat, tiap-tiap larik haruslah minimal memiliki 8 suku kata dan maksimalnya 12 suku kata.
  3. Baris pertama dan kedua disebut sampiran. Yaitu kalimat pembuka pembicaraan yang kurang penting seperti basa-basi penyapa ,yang terkadang lucu, terkadang juga tidak masuk akal. Fungsinya menarik perhatian yang diajak bicara.
  4. Baris ketiga dan keempat adalah isi dari pantun. Isi adalah pembicaraan yang dijadikan tujuan atau kalimat tentang hal yang ingin disampaikan, bisa berupa saran, nasihat, kritik, rayuan, percintaan dan lain sebagainya.
  5. Memiliki rima akhir (sajak) yang berpola a-b-a-b. Pantun pada tiap-tiap akhir kalimat di setiap baris harus memiliki :

    a. Huruf akhir di baris ke 1 sama dengan huruf akhir di baris ke 3,

    b. Huruf akhir di baris ke 2 sama dengan huruf akhir di baris ke 4.

    Untuk dicatat pola a-b-a-b boleh di satu huruf terakhir saja yang sama, tapi akan lebih bagus bila dua huruf terakhirnya sama.
  6. Akan lebih baik lagi kalau pantun memiliki rima tengah di setiap barisnya (tapi ini boleh diabaikan).

Berbalas Pantun

Pantun juga bisa dibuat untuk berbalas-balasan. Dahulu di adat melayu dalam penyambutan tamu jauh atau calon pengantin, tuan rumah akan memberikan pantun untuk menyapa dan menyambut tamu. Sedangkan tamu yang datang akan memberikan pantun balasan yang berisikan ucapan terima kasih. Dalam berbalas pantun tadi mereka kadang menyelipkan pantun jenaka berbalas dengan tujuan agar suasana jadi meriah dan tidak membosankan.

contoh pantun jenaka
tribunnews.com

Bila kamu menghadapi soal atau moment berbalas pantun jangan takut, triknya adalah kamu perhatikan saja bagian isi pantunnya (3 dan 4). Jangan teralihkan dengan sampirannya (1 dan 2). Lalu tentukan pantun balasan yang isinya paling sesuai untuk menjawab pantun tadi.

Ucapan selamat datangnya

Sungguh ribut anak pematang
Menabuh gendang sambil berdendang
Syair disebut nada terbilang
Selamat datang kami ucapkan

Jawabannya

Sungguh senang berjalan petang
Bersama teman mencari ikan
Terimakasih sudah mengundang
Semoga kami tak merepotkan

Sebelum kami berikan contoh pantun jenaka, kita bahas sedikit ya mengenai beberapa jenis pantun agar kamu lebih paham dan mengerti.

Bentuk-Bentuk Pantun

Ditinjau dari segi bentuknya, pantun terdiri menjadi 4 macam, sebagai berikut :

1. Karmina (pantun kilat)

Yaitu pantun yang tediri dari hanya 2 untaian kalimat saja, yakni dalam 1 baitnya hanya ada 2 baris/larik. Sajak akhirnya berpola a-a. Larik pertama berupa sampiran, larik kedua berupa isi. Contoh:

Ada ubi ada talasnya
Ada budi ada balasnya.

2. Pantun Standar

Pantun yang terdiri dari 4 untaian kalimat. Untuk bentuk ini dalam 1 baitnya terdapat 4 larik. Sajak akhirnya berpola a-b-a-b. Larik pertama dan kedua berupa sampiran, larik ketiga dan keempat berupa isi. Contoh:

Naik ke atas pakai tangga
Naik derajat belajar agama
Sudah tua jangan banyak laga
Ingat usia tak lagi lama

3. Talibun

Pantun jenis ini ialah pantun yang dalam setiap baitnya terdiri atas 6, 8, 10, atau 12 larik. Sampiran diletakkan pertama di bagian atasnya, setengah dari seluruh bait. Untuk isinya diletakkan pada bait berikutnya setelah sampiran.

Jadi, kalau talibun yang memiliki 6 larik dalam satu bait, maka 3 larik awal adalah sampiran dan 3 larik akhir adalah isi. Begitu juga kalau talibun 12 larik dalam satu baitnya. Maka, 6 larik awal adalah sampirannya sedangkan 6 larik akhir adalah isinya.

Talibun menggunakan sajak akhir yang polanya bersilang. Jadi, kalau menggunakan 6 larik dalam satu bait, maka pola sajak akhirnya adalah a-b-c-a-b-c. Kalau menggunakan 12 larik dalam satu bait, maka pola sajak akhirnya adalah a-b-c-d-e-f-a-b-c-d-e-f. Contoh:

Buah nangka manis rasanya tak enak getahnya
Berduri-duri namun tak tajam nan lembut luarnya
Susahlah payah Pak petani menanam buah nangka
Maka dari itulah jangan kau buang sia-sia
Janganlah engkau berbuat jahat kepada sesama
Niscaya balasan berat yang engkau terima dari Yang Maha Kuasa
Di akhirat engkau akan dimasukkan-Nya ke dalam neraka
Di dunia pun engkau akan hidup sengsara

4. Pantun Rantai

Sering juga disebut sebagai pantun berkait ialah pantun empat seuntai yang larik kedua dan keempatnya dijadikan sebagai larik pertama dan ketiga pada bait selanjutnya. Dalam pantun rantai wajib minimal mengandung dua bait pantun. Contoh:

Kalau tuan pergi ke Padang
Saya hantar sampai ke tepi
Kalau tuan menjadi elang
Saya menjadi kayu tinggi
Jikalau tuan mencari buah
Saya pun mencari pandan
Jikalau tuan menjadi nyawa
Saya pun menjadi badan

10 Contoh Pantun Jenaka

Nah, sudah paham ‘kan mengenai pantun? Sesudah ini PinterKelas akan berikan 10 contoh pantun jenaka yang bisa dibilang paling lucu. Semuanya bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat pantun yang sesuai dengan kaidah dan syarat pantun seperti yang kita bahas tadi. Di nomor 10 ada pantun cinta jenaka yang juga bisa dipakai untuk merayu.

1). Mata bengkak semakin sayu
Siput terlupa bawa cangkang
Mengapa engku berhenti merayu
Rupanya istri hadir di belakang

2). Danau indah air nan bening
Jala dibentang ikan terjaring
Bagaimana istri mu tak menjadi pening
Dipanggil tuk pulang tak bergeming

3). Lebuh raya kota bersegi
Tempat tamasya dara teruna
Heboh ketawa orang tak bergigi
Ibarat rumah tanpa pintunya

4). Anak Minang datang bersepatu
Masuk ke kamar bersesak-sesak
Alangkah geli rasa hatiku
Melihat nenek bergincu berbedak

5). Ditiup angin bunga semalu
Kuncup daun bila berlaga
Berlogat kampung kononnya malu
Sambal terasi dilahap juga

6). Orang Rengat menanam betik
Betik disiram air berlinang
Hilang semangat pemilik itik
Melihat ayam lomba berenang

7). Tanam jerangau di Bukit Tinggi
Mati dipijak anak badak
Melihat sang bangau sakit gigi
Gelak terbahak semua katak

8). Singapura luar berawan
Kapal karam di Tanjung Peringin
Tua bangka beristerikan perawan
Macam beruk mendapat cermin

9). Lagu tiga kupang,
Saku penuh padi,
Bila terima gaji kurang,
Jangankah pergi ke meja judi

10). Jalan-jalan ke Talang Betutu
Pergi juga mengumpul batu
Jangan adik ketus begitu
Siapa tau esok padaku mau

Bagaimana, lucu kan contoh pantun jenaka di atas?

Baca juga : Pantun Teka Teki, Mengasah Otak Sekaligus Menghibur!