Pantun merupakan bagian dari sastra lama yang masih bertahan hingga kini. Tidak hanya orang tua yang menyukainya, anak-anak muda tidak kalah dalam pembuatan dan penggunaannya. Apalagi jenis pantun ada bermacam-macam, seperti pantung jenaka, pantun cinta, dan pantun nasihat belajar. Pemakaian dalam kehidupan sehari-hari semakin luas.

Di mana Cerdikawan dapat menemukan pemakaiannya? Di upacara-upacara adat daerah jenis sastra ini selalu ada. Tokoh-tokohnya sering kali berbalas pantun menghibur pemirsa. Begitu pula di beberapa acara televisi. Beberapa orang menggunakannya sebagai cara menyampaikan suatu maksud tanpa menyinggung hati penerima.

Hmm.. Apakah kamu termasuk penyuka pantun dan dapat membuatnya? Dalam pelajaran bahasa Indonesia sekolah lanjutan, ini dipelajari lho! Yuk, simak penjelasan lengkap tentang pantun nasihat belajar dan contohnya.

Pengertian Pantun dan Ciri-cirinya

Di atas sudah diungkapkan pengertian pantun secara singkat, yaitu sebuah karya sastra baik secara lisan dan tulisan yang mempunyai ciri tertentu.

Meski Pinter Kelas kali ini akan membahas tentang pantun nasihat beajar, sebaiknya kamu memahami terlebih dahulu ciri-ciri pantun secara umum. Mengapa? Agar mudah membuatnya.

Ciri-ciri pantun, yaitu:

  • Satu bait terdiri dari empat baris.
  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
    Sampiran dan isi tidak harus saling bersambungan satu sama lain tetapi saling mendukung.
  • Pantun mempunyai rima a-b-a-b. Jadi, meski sampiran dan isi tidak berhubungan, akhir kata baris pertama dan ketiga, dan baris kedua dan keempat haruslah sama.

Pantun terdiri dari berbagai jenis berdasarkan isinya. Ada pantun jenaka, pantun nasihat, pantun jatuh cinta, dan lain-lain.

Pantun Nasihat Belajar

Pantun nasihat adalah sebuah pantun yang diucapkan secara lisan atau dibuat tulisannya dengan tujuan memberi nasihat. Pantun memberi anjuran kepada orang lain untuk berbuat baik tanpa kesan menggurui sehingga diharapkan dapat lebih mengena.

Pantun nasihat ini terbagi lagi menjadi berbagai jenis sesuai tujuan nasihat, pantun nasihat agama dan pantun nasihat belajar yang paling sering digunakan.

Jika kamu seraching di Google, pantun nasihat belajar sering pula disebut sebagai pantun pendidikan. Ini terjadi karena pantun belajar memang berisi motivasi untuk lebih rajin belajar.

Cara membuat pantun sangatlah mudah jika kamu mengikuti tahapan berikut:

  • Tentukan tema pantun yang ingin dibuat, misalnya tema belajar atau pendidikan.
  • Tentukan isi pantun terlebih dahulu. Artinya kamu membuat baris ketiga dan keempat dibuat sebelum baris pertama dan kedua.

    Misalnya, jika ingin masa depanmu cerah, teruslah belajar dari kehidupan.
  • Perhatikan rima pada baris isi yang sudah dibuat.

    Pada contoh di atas, rima baris ketiga berakhiran –rah atau –ah. Sedangkan pada baris keempat menggunakan akhiran –pan atau –an.
  • Membuat sampiran, dengan berpatokan pada rima yang telah ada pada isi.

    Untuk baris pertama: wahai adik berbaju merah
    Untuk baris kedua: berbaris rapi berada di depan
  • Secara keseluruhan, pantun yang dibuat menjadi:

    Wahai adik berbaju merah
    Berbaris rapi berada di depan

    Jika ingin masa depanmu cerah
    Teruslah belajar dari kehidupan

Tentu saja pantun di atas tidak harus selalu dibuat dari baris isi. Jika kamu sudah sering membuatnya, otomatis kamu sudah terpikirkan kalimat sampiran yang akan dibuat tanpa membuat isi dahulu. Bahkan, beberapa orang dapat membuat pantun secara spontan sesuai kondisi. Sama halnya dengan kamu yang berbicara di depan umum.

Perhatikan saja acara berbalas pantun pada komedi di televisi atau acara-acara pesta pernikahan dalam menyambut kedatangan pasangan pengantin.

Contoh Pantun Nasihat Belajar

Sudah paham cara membuat pantun di atas?

Sebagai inspirasi, kamu dapat menyimak beberapa pantun pendidikan berikut ini! Jika kasulitan kamu bisa lho memasangkan sampiran dengan isi yang berbeda. Yang penting kamu tidak menirunya sama persis. Itu namanya menjiplak.

1. Baju baru disimpan dengan baik
Akan dipakai pesta bersama
Dengarlah wahai kawan baik
Belajar dan belajar menjadi tugas utama

Pantun di atas berisi tentang nasihat kepada kawan baik dan mengingatkan bahwa belajar adalah tugas utama seorang pelajar.

Perhatikan bahwa rima baris pertama dan ketika sama: -ik dan baris kedua dan keempat: -ma.

2. Pohon pinus tumbuh berjajar
Daunnya seperti duri jika dirasakan
Jika engkau rajin belajar
Manfaatnya engkau pula yang merasakan

Rima pantun pada baris menunjukkan pola a-b-a-b: ar – an – ar – an.

3. Nenek berjalan tertatih-tatih
Tetap semangat berjalan dengan galah
Jika kamu banyak berlatih
Matematika bukan lagi masalah

Rima pantun berpola a-b-a-b: -ih – ah – ih – ah

4. Buah dari pohon dipilah-pilah
Dibawa ke pasar dengan pedati
Jika engkau malas sekolah
Sudah dewasa menyesal nanti

Rima pantun berpola a-b-a-b: ah – ti – ah – ti

5. Pohon kelapa tumbuh sejajar
Berbaris rapi sepanjang pantai
Jika kamu rajin belajar
Niscaya akan cepat pandai

Rima pantun berpola a-b-a-b: ar- ai- ar- aii

6. Pergi ke pasar membeli ikan patil
Tidak lupa membeli kelapa
Jika besar ingin berhasil
bekerja keras janganlah lupa

7. Ayam menangis sedang susah
Anak tersayang dicuri musang
Pendidikan hanya mencari ijasah
Generasi hancur sangatlah sayang

8. Pergi jauh menggunakan kuda
Kuda berhenti melepas lelah
Belajar tidak hanya ketika muda
Sudah tua tidak kenal lelah

9. Pergi piknik bawalah tikar
Tikar digelar paling depan
Pendidikan baik bukan hanya gelar
Lebih arif dalam kehidupan

10. Merdu nyanyian burung bersama
Di pagi hari embun menetes
Mari teman belajar bersama
Saling membahu mencapai sukses

11. Berjalan aku diatas batu karang
Terluka kaki mengalirlah darah
Kecil memang aku sekarang
Sudah besar ingin sekolah

12. Petani bergegas mencari nafkah
Menghasilkan padi untuk makananmu
Jangan lupa rajin sekolah
Ilmu yang tinggi memuliakanmu

13. Jangan marah dan jangan kesal
Lebih baik memaafkan.
Sudah dewasa akan menyesal
Masih kecil bermalas-malasan

14. Air tajin diminum bayi
Bayi sehat disayang orang tua
Siapa yang rajin di saat muda
Tidak menyesal ketika tua

15. Bambu kuning pembuat kursi,
Bambu biasa dibuat layang-layang
Kalau kamu banyak prestasi
Ayah dan ibu semakin sayang

16. Buah kelapa dalam perahu
Akan dijual nanti di pasar
Jika teman rajin berguru
Sudah besar menjadi pintar

17. Duduk bersolek di depan kaca
Melihat wajah cantik idaman
Barang siapa suka membaca
Dunia ada dalam genggaman

18. Apalah gunanya memakai galah
Perahu didayung tidaklah maju
Apalah gunanya bersekolah
Diajar guru tidak pernah mau

19. Burung elang terbangnya tinggi
Lalu hinggap di dahan kecil
Selagi muda bercita-cita tinggi
Terus berjuang hingga berhasil

20. Kalau kamu memetik sukun
Petiklah sukun dari pohon rendah.
Kalau kamu belajar dengan tekun,
Ilmu diperoleh dengan mudah.

Yes, cerdikawan selesai pembahasan tentang pantun nasihat belajar dari Pinter Kelas. Dapatkah kamu menambahkan dua contoh lagi?

Author