Cerdikawan, kamu sudah mengenal pariwisata sejak usia sekolah dasar. Ada di pelajaran pengetahuan sosial di materi Tematik kurikulum 2013. Di sana kamu dapat menemukan kata ini merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh kondisi wilayah.

Tentu saja, materi tentang pariwisata dilanjutkan lebih dalam ketika kamu duduk di tingkat pendidikan selanjutnya. Apalagi ini merupakan sektor ekonomi andalan negara kita, Indonesia. Di SMK ada jurusan khusus tentang kegiatan yang identik dengan perjalanan ini.

So, Pinter Kelas kali ini akan membahas pariwisata mulai dari pengertian dan seluk beluknya secara singkat dan jelas.

Apa yang Dimaksud dengan Pariwisata?

Meski kata yang akan Pinter Kelas bahas ini sering dibaca dan didengar, tahukah kamu apa artinya?

Pinter Kelas meringkas pendapat beberapa ahli dan di akhir akan menyimpulkannya untuk kamu.

1. E. Guyer Freuler

E. Guyer Freuler dalam Yoeti (1996: 115), mendefinisikan arti pariwisata secara kekinian atau modern. Menurutnya, kata ini berarti fenomena kegiatan jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan kesehatan dan penyegaran, penilaian yang sadar, dan menumbuhkan cinta terhadap alam.

Kegiatan ini terjadi karena bertambahnya pergaulan antar berbagai bangsa dan kelas masyarakat manusia sebagai hasil daripada perkembangan perdagangan, industri, dan alat-alat transportasi.

2. Musanef

Musanef (1996: 8) mendefinisikan kata secara etimologis.

Pariwisata sudah dikenal sejak zaman dulu, tepatnya ada pada bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata, “pari” dan “wisata”. Pari dalam bahasa tersebut berarti kegiatan berulang-ulang atau bekali-kali. Sedangkan, wisata berarti perjalanan atau bepergian.

Jadi, pariwisata menurut Musanef, adalah perjalanan yang dilakukan berulang-ulang.

3. Hunziker dan Krapf

Kedua nama di atas dikenal sebagai Bapak Ilmu Pariwisata.

Menurut Hunziker dan Krapf dalam Musanef (1996: 11), yang dimaksud pariwisata adalah sejumlah hubungan dan gejala yang dihasilkan dari tinggalnya orang-orang asing (yang tidak menetap) dan uasha-usaha sebagai bagain dari cara mencari kerja secara penuh.

4. Undang-Undang

Indonesia mempunyai menteri sendiri yang menangani masalah kepariwisataan. Dengan demikian, diterbitkan pula yang mengatur hal ini, yaitu UU Nomor 9 Tahun 1980 Tentang Kepariwisataan.

Definisi terdapat dalam Bab 1 Pasal 1, yang berbunyi, “Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.

5. H. Kodhayat

H. Kodhayat dalam sebuah bulu menjelaskan, bahwa pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang bersifat sementara dan dilakukan sendiri atau berkelompok dengan tujuan mencari keseimbangan, keserasian, dan kebahagiaan dalam lingkungan hidup: dimensi sosial, budaya, alam, dan ilmu.

Dari pendapat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pariwisata adalah:

“Perjalanan sementara waktu dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan mencari hiburan, rekreasi, mendapatkan suasana baru, melihat alam, dan menyaksikan atraksi wisata. Di mana orang yang melakukan perjalanan adalah konsumen di tempat yang dikunjungi.”

Jenis Pariwisata

Jenis dan bentuk pariwisata banyak macamnya, tergantung kepada sudut pandang yang dilihat.

A. Berdasarkan Asal Wisatawan

Wisatawan, secara sederhana diartikan sebagai orang yang melakukan kunjungan ke suatu daerah atau orang yang melakukan kegiatan wisata.

Berdasaran asalnya, kelompok ini dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Domestik, kegiatan wisata yang pengunjungnya lokal atau berasal dari dalam negeri.
  • Internasional, kegiatan wisata yang pengunjungnya berasal dari berbagai negara lain.

B. Akibatnya Terhadap Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran yang dimaksud adalah devisa negara. Devisa positif jika ada pemasukan dan negatif jika ada pengeluaran. Akibatnya, berdasarkan neraca pembayaran yang dipengaruhi, ada dua jenis pariwisata:

  • Positif, yang memberikan penambahan devisa negara. Biasanya jika banyak wisatawan mancanegara yang datang ke suatu negara.
  • Negatif, yang mengurangi devisa negara. Biasanya dapat terjadi jika banyak orang bepergian ke luar negeri untuk berwisata.

C. Berdasarkan Jangka Waktu

Menurut jangka waktunya, kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan rekreasi ini terbagi menjadi dua, jangka panjang dan jangka pendek.

Jangka panjang, jika kegiatan wisata dilakukan lebih dari satu bulan, Sementara pengertian pariwisata jangka pendek adalah kebalikannya.

D. Berdasarkan Jumlah Wisatawan

Dilihat dari jumlah pengunjung yang datang, kegiatan yang dilakukan secara sukarela ini ada 2:

  • Sendiri, kegiatan yang dilakukan seseorang sendiri. Biasanya, wisatawan yang melakukan perjalaan seorang diri adalah fotografi. Dia menghasilkan gambar dan usaha dari tempat wisata yang dikunjungi.
  • Rombongan, kegiatan yang dilakukan bersama-sama. Jenis ini paling banyak dilakukan. Bahkan, bagi sebagian orang melakukan perjalanan dengan sahabat dan orang-orang tersayang merupakan hal yang menyenangkan.

E. Berdasarkan Alat Transportasi

Kegiatan pariwisata juga dibedakan berdasarkan alat transportasi yang digunakan untuk datang. Kelompok tersebut menjadi pariwisata udara, laut, dan udara.

F. Berdasarkan Motivasi Perjalanan

Di atas telah disebutkan bahwa tujuan orang melakukan perjalanan wisata berbeda-beda. Oleh karena itu, kegiatan ini juga dikelompokkan berdasarkan motivasi perjalanan:

  • Rekreasi, kegiatan dilakukan untuk menghilangkan kelelahan. Wisata diharapkan dapat membuat jasmani dan rohani lebih segar.
  • Menikmati Perjalanan atau Pleasure, biasanya bertujuan untuk mencari udara segar, menikmati hiburan, dan memenuhi rasa ingin tahu.
  • Budaya, jenis kegiatan yang dilakukan untuk belajar adat istiadat suatu masyarakat, riset atau melakukan penelitian, dan berkunjung ke tempat yang mempunyai nilai sejarah.
  • Sports atau Olahraga, perjalanan yang dilakukan sebagai bagian dari olahraga atau ada event olah raga tertentu yang ingin ditonton. Contoh, perjalanan ke negara penyelenggara Piala Dunia Sepak Bola.

G. Berdasarkan Objek yang Dilihat

Selain motivasi atau tujuan wisata, perjalanan berulang-ulang juga dikelompokkan berdasarkan objek yang dilihat, yaitu:

  • Cultural atau Budaya, contohnya daerah yang menyelenggrakan pertunjukan seni dan budaya, tempat atau lokasi yang bernilai seni, dan lain-lain.
  • Recuperational, melihat dan menemukan sesuatu yang dapat menyembuhkan penyakit.
    Contoh berkunjung ke pemandian air panas belerang atau padepokan dengan tabib di dalamnya.
  • Commercial, perjalanan yang dikaitkan dengan komersial atau perdagangan.
    Contoh: kunjungan ke expo, pameran, axhibition, dan fair.
  • Political, kunjungan yang dihubungkan dengan situasi politik suatu negara,

Tujuan Pengembangan Pariwisata di Indonesia

Bangsa dan negara Indonesia kaya dengan sumber daya alam, budaya, dan tempat yang indah. Hal ini disadari benar oleh pemerintah guna dikelola untuk kepentingan rakyat. Akibatnya, pengembangan dan pembangunan pariwisata giat dilaksanakan.

Pembangunan pariwisata diatur oleh Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1969. Dalam instruksi, terutama bab II Pasal 3, disebutkan, “Usaha-usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat pengembangan industri dan merupakan upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat dan negara.”

Lebih jelas lagi, tujuan tersebut diuraikan sebagai berikut:

  • Meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa negara, memperluas lapangan kerja, dan mendorong kegiatan industri penunjang.
  • Memperkenalkan dan memanfaatkan keindahan alam dan kebudayaan Indoensia yang beraneka ragam.
  • Meningkatkan persaudaraan secara nasional dan internasional.

Itulah Cerdikawan, uraian lengkap dan singkat tentang pariwisata! Dapatkah kamu menyebutkan daerah wisata yang ada di wilayah terdekat?

Author