Kebijakan moneter, bagi kamu yang sering membaca surat kabar, berita online, dan menonton televisi pastinya pernah mendengar kata-kata satu ini. Sebuah kata yang sering muncul pada berita ekonomi dan perbankan.

kebijakan moneter
pixabay.com

Kebijakan moneter kamu pelajari dalam pelajaran ekonomi tingkat lanjutan, mulai dari sekolah menengah atas.

Namun, bagi kamu yang suka dan sering mengamati berita-berita nasional perlu juga mengetahui kebijakan ini. Kebijakan yang mempengaruhi perekonomian suatu negara.

Pengertian Kebijakan Moneter

Langkah paling awal sebelum kamu mempelajari semuanya adalah memahami pengertian dari suatu pokok bahasan. Ini berlaku pula dengan materi ekonomi.

Sebelum mengetahui pengertian kebijakan ini secara umum, yuk mengetahui pengertiannya menurut beberapa ahli.

  1. M Natsir
    Menurut pakar ekonomi M. Natsir kebijakan ekonomi adalah sebuah kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dalam hal ini bank sentral. Kebijakan biasanya dikeluarkan untuk mempengaruhi satu atau berbagai variabel keuangan. Variabel tersebut, yaitu uang yang beredar, suku bunga, suku bunga kredit, dan nilai tukar. Kebijakan yang dikeluarkan untuk mencapai target atau sasaran tertentu.
  2. Budiono
    Pakar ekonomi lain, Budiono menyebutkan pengertian kebijakan keuangan secara lebih spesifik. Menurut Boediono, kebijakan ini adalah semua tindakan pemerintah, dalam hal ini bank sentral, untuk mempengaruhi situasi ekonomi makro negara sesuai kebutuhan masyarakatnya.

    Kebijakan dilaksanakan dengan menyeimbangkan antara persediaan uang dan barang agar inflasi tidak terus terjadi, menjamin tercapainya kesempatan kerja, dan memperlancar distribusi barang ke seluruh penjuru negara.
  3. Perry Warjiyo
    Menurut Perry Warjiyo, kebijakan yang sering disebut juga monetary policy adalah sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemegang kekuasaan di bidang keuangan pemerintah atau bank sentral.

    Bentuk kebijakan, yaitu pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan ekonomi dengan mempertimbangkan siklus kegiatan perekonomian, dan faktor-faktor dasar ekonomi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kebijakan ekonomi adalah sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang biasanya dilakukan Bank Sentral. Kebijakan ini mempunyai tujuan mengatasi masalah ekonomi yang sering terjadi. Hal ini berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemegang kebijakan tersebut dalam Pemerintah Indonesia adalah Bank Indonesia.

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan kebijakan moneter sedikit sudah disinggung dalam pengertiannya. Tujuan tersebut, yaitu:

  1. Inflasi
    Kebijakan dalam bidang keuangan umumnya bertujuan menargetkan tingkat inflasi tertentu. Inflasi yang bagus dimiliki sebaiknya memang rendah. Inflasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ketidakstabilan ekonomi.
  2. Pengangguran
    Tujuan kedua peluncuran kebijakan ekonomi umumnya adalah untuk mengurangi tingkat pengangguran dalam suatu negara. Tingkat pengangguran yang tinggi ikut meningkatkan inflasi negara. Penganggur menjadi beban tersendiri.

    Salah satu contoh kebijakan yang mengatur angka pengangguran adalah dengan menambah uang yang beredar. Banyaknya uang yang beredar dianggap merangsang bisnis dan memperluas kesempatan kerja.
  3. Nilai Tukar Mata Uang
    Otoritas atau pemegang kekuasaan di bidang keuangan dapat mengatur nilai tukar mata uang domestik. Nilai tukar mata uang terhadap negara lain yang lebih tinggi membuat daya beli masyarakat ikut meningkat.

    Kebijakan moneter di Indonesia yang dilakukan oleh Bank Indonesia umumnya bertujuan menstabilkan mata uang rupiah. Hal ini tercantum dalam UU nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang kemudian diubah menjadi UU Nomor 3 Tahun 2204 dan UU nomor 6 Tahun 2009.

    Di dalam UU tercantun tujuan fiskal di Indonesia. Kestabilan uang rupiah yang dimaksud dalam UU adalah kestabilan uang terhadap harga barang dan jasa di dalam negeri sehingga dapat menekan laju inflasi.

Fungsi

Selain mempunyai tujuan, kebijakan ini juga mempunyai fungsi tertentu. Fungsi yang mempengaruhi perekonomian negara secara keseluruhan.

Fungsi tersebut, antara lain:

  1. Untuk menjaga iklim investasi di suatu negara. Dengan kondisi ekonomi yang baik, siapa saja dan dari negara mana saja mau datang dan menginvestasikan dananya di suatu negara.
  2. Menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Ini terkait dengan yang pertama atau dengan bertambahnya peredaran uang di masyarakat sehingga meningkatkan bisnis dan secara tidak langsung meningkatkan lapangan pekerjaan.
  3. Menjaga stabilitas nilai tukar mata uang. Umumnya kondisi ekonomi yang baik akan membuat stabil mata uangnya dibandingkan dengan negara lain.
  4. Menjaga keseimbangan harga barang dan jasa, sehingga daya beli masyarakat tetap baik.
  5. Mengendalikan laju inflasi pada suatu negara. Kebijakan seperti ini biasanya dilakukan jika suatu negara dinilai sudah mempunyai nilai inflasi yang sangat tinggi.

Instrumen Kebijakan

Kebijakan moneter dan fiskal tidak akan berjalan tanpa alat yang digunakan menjalankan aturan. Alat tersebut dalam ilmu ekonomi disebut instrumen.

kebijakan moneter
pixabay.com

Instrumen kebijakan pemerintah dalam bidang moneter, yaitu:

  1. Kebijakan Operasi Terbuka
    Kebijakan operasi terbuka adalah sebuah kebijakan yang diambil oleh otoritas keuangan negara dalam mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar. Tujuannya sudah dijelaskan sedikit di atas.

    Di Indonesia jenis instrumen seperti ini, misalnya dengan menjual Surat Bank Indonesia (SBI) atau membeli surat berharga di pasar modal.
  2. Kebijakan Diskonto
    Kebijakan diskonto juga dilakukan dengan menambah atau mengurangi uang yang beredar di masyarakat. Hanya saja caranya berbeda.

    Di sini cara mengurangi dan menambah uang yang beredar dengan mengubah diskonto bank umum.

    Bank sentral menganggap jumlah uang yang beredar telah melebihi kebutuhan masyarakat. Jangan sampai kondisi ini mengakibatkan nilai tukarnya terhadap barang dan jasa menurun.

    Bank Sentral akan menaikkan suku bunga bank sehingga orang terangsang untuk menabung, baik tabungan umum maupun deposito.
  3. Kebijakan Cadangan Kas
    Kebijakan cadangan kas juga berpedoman pada kebijakan untuk bank umum.

    Bank-bank ini biasanya menerima uang dari nasabah dalam berbagai bentuk, seperti tabungan, giro, deposito, dan sebagainya. Untuk menjaga inflasi, bank sentral mempunyai auran menaikkan atau menurunkan cadangan kas (cash ratio). Cadangan ini memberi aturan sekian persen dari dana yang ada boleh dikeluarkan dalam bentuk pinjaman.
  4. Kebijakan Kredit Ketat
    Bagian ini merupakan instrumen dari kebijakan sebelumnya. Langkah kebijakan yang biasanya ditempuh saat inflasi negara tinggi.

    Penyaluran kredit diperketat dengan syarat Character, Capability, Vital, dan Collateral, Capital, dan Condition Economy.
  5. Kebijakan Dorongan Moral
    Instrumen kebijakan fiskal yang paling akhir. Di sini pemerintah dapat memberi pengumuman dan imbauan kepada masyarakat untuk membantu kebijakan. Imbauan dalam bentuk pidato, pengumuman, dan surat edaran untuk melakukan tertentu.

    Ini pernah dilakukan oleh Indonesia ketika nilai tukar naik. Kebijakan dengan imbauan untuk tetap cinta terhadap uang rupiah.

Indikator Kebijakan

Tentu saja setiap kebijakan yang baik mempunyai indikator keberhasilan. Termasuk pada kebijakan keuangan pemerintah. Terdapat 3 indikator yang sering digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan, yaitu:

  1. Uang yang Beredar
  2. Nilai Tukar
  3. Target Inflasi

Demikian materi PinerKelas kali ini tentang kebijakan moneter. Sebuah kebijakan yang penting diketahui ketika kamu belajar ekonomi dan untuk menilai kestabilan ekonomi suatu negara.

Semoga bermanfaat!

Author