Halo Cerdikawan? Jika apa kalian tahu jawaban dari pertanyaan, ‘apa landasan hukum konsitusi di Republik Indonesia?’ Jawabannya adalah Undang-undang Dasar 1945. Apa kalian tahu bahwa peran UUD 1945 sangatlah penting dalam sistem hukum yang diterapkan oleh kepemerintahan Republik Indonesia? Oleh karena itu, pembukaan UUD 1945 (preambule) dimasukkan ke dalam teks upacara yang wajib dibacakan pada saat upacara. Pembacaan teks pembukaan UUD 1945 merupakan salah satu prosesi yang wajib dilakukan pada setiap upacara kenegaraan di Indonesia. Hingga saat ini, prosesi pembacaan teks pembukaan UUD 1945 masih menjadi bagian yang penting dalam terlaksananya upacara, baik upacara kenegaraan maupun upacara yang rutin dilakukan pada setiap hari Senin di berbagai institusi. Kali ini, PinterKelas akan membahas mengenai UUD 1945, pembukaan UUD 1945, serta bagaimana panduan cara membaca pembukaan UUD 1945 dengan baik dan benar.

UUD 1945 (Undang-undang Dasar 1945)

Berdasarkan laman dari situs Wikipedia (dot com), Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau yang biasa disingkat dengan “UUD 1945” atau “UUD ’45” adalah hukum dasar tertulis (basic law) konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.

Undang – Undang Dasar 1945 telah disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (独立準備委員会 Dokuritsu Junbi Iinkai) yang sebelumnya merupakan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI lalu dibubarkan oleh pihak Jepang, kemudian dirombak menjadi PPKI yang resmi dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI ini dipimpin oleh Ir. Soekarno sebelum pada akhirnya menjabat sebagai presiden Indonesia yang pertama yakni pada 17 Agustus 1945, Hari Kemerdekaan Indonesia.

Sejarah singkat mengenai konstitusi negara di Republik Indonesia adalah dimulai sejak tanggal 27 Desember 1949, Indonesia mulai memberlakukan Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS). Lalu semenjak tanggal 17 Agustus 1950 Indonesia membuat perubahan dan memberlakukan konstitusi baru, yakni UUDS 1950. Kemudian pada Dekret Presiden di 5 Juli 1959, pemerintah Indonesia kembali memberlakukan UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Pada masa itu pemberlakukan kembali tersebut, UUD 1945 dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Pada kurun waktu dari tahun 1999 hingga 2002, UUD 1945 mengalami kurang lebih 4 kali perubahan (amendemen), yang memengaruhi perombakan susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Teks Pembukaan UUD 1945 (Preambule)

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

TAHUN 1945

PEMBUKAAN

(Preambule)

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaanya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Panduan dalam Membaca Teks Perangkat Upacara

Dalam pembacaan pembukaan UUD 1945 yang ada pada teks perangkat upacara, pembaca harus memperhatikan cara membaca dengan tepat, serta mampu membacakannya dengan penggunaan intonasi yang tepat.

Berikut ini adalah tanda intonasi (nada) dalam pembacaannya ;

1. ⋁ : (tanda intonasi naik)

2. ⋀ : (tanda intonasi menurun)

3. __ : (tanda intonasi datar)

Selain tanda intonasi di atas, berikut adalah tanda yang memberitahu waktu jeda dalam pembacaannya, yaitu ;

1. Garis miring satu: /; (berhenti sejenak)

2. Garis miring dua: //; (berhenti agak lama)

Di bawah ini merupakan teks pembukaan UUD 1945 (Undang-undang Dasar 1945) yang telah dilengkapi dengan tanda-tanda intonasi dan tanda jeda.

pembacaan teks pembukaan undang-undang dasar 1945

Teks Upacara

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

TAHUN 1945

PEMBUKAAN

(Preambule)

Bahwa / sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa / dan oleh sebab itu / maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, / karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. //

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia / telah sampailah kepada saat yang berbahagia / dengan selamat / sentosa / mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, / yang merdeka, / bersatu, / berdaulat, / adil, dan makmur. //

Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa / dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, / supaya ber kehidupan kebangsaan yang bebas / maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaan nya. //

Kemudian daripada itu, / untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia / yangmelindungi segenap bangsa Indonesia / dan seluruh tumpah darah Indonesia / dan untuk memajukan kesejahteraan umum, / mencerdaskan kehidupan bangsa, / dan ikut melaksanakan ketertiban dunia / yang berdasarkan kemerdekaan, / perdamaian abadi / dan keadilan sosial, / maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, / yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia / yang berkedaulatan rakyat / dengan berdasarkan kepada: // Ketuhanan Yang Maha Esa, / Kemanusiaan yang adil dan beradab, / Persatuan Indonesia, / dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, / serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. //

Demikian adalah pembahasan mengenai UUD 1945, teks pembukaan UUD 1945, dan panduan pembacaan yang baik dan benar pembukaan UUD 1945 pada teks upacara.

Author