Hello Cerdikawan! Saatnya bersantai sambil belajar yuk! Pasti pernah ya saat belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Cerdikawan mendengar kata narasi. Sebenarnya bernarasi ini sudah sering kita lakukan lho, ketika kita bercerita tentang suatu kejadian kepada seseorang itu juga kita mencoba bernarasi. Nah, narasi adalah cerita yang disusun secara berurutan dimana di dalamnya terdapat konflik. Simak yuk penjelasan lebih lengkap berikut ini tentang narasi!

narasi adalah
pixabay.com

Pengertian Narasi

Narasi atau dalam Bahasa Inggris narrative adalah suatu bentuk pengembangan paragraf pada sebuah karangan atau karya tulis dimana di dalamnya menjelaskan tentang rangkaian peristiwa secara runut dari waktu ke waktu, yaitu mulai dari awal, tengah, hingga akhir.

Narasi dapat berisi cerita berdasarkan fakta atau narasi ekspositorik dan cerita fiktif atau narasi sugestif. Sehingga ada juga yang mengartikan narasi adalah suatu karangan yang dipaparkan berdasarkan alur atau plot, dimana di dalamnya terdapat suatu kejadian, tokoh, dan konflik.

Tujuan teks narasi adalah untuk menyampaikan suatu informasi sehingga memperluas pengetahuan. Selain itu, narasi juga bertujuan untuk membagikan suatu pengalaman agar audiens turut merasakan pengalaman tersebut.

Berikut ini pengertian narasi menurut para ahli yaitu :

1. Gorys Keraf

Menurut pendapat Gorys Keraf (2001:137), narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian seolah – olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Narasi ini lebih mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam suatu rangkaian waktu.

2. Atar Semi

Pendapat Atar Semi (2003:29), narasi adalah bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.

3. Widjono H.S

Widjono H.S.berpendapat bahwa narasi adalah uraian yang menceritakan sesuatu atau serangkaian kejadian, tindakan, keadaan, secara berurutan dari permulaan sampai akhir sehingga terlihat rangkaian hubungan satu sama lain.

4. Ismail Marahimin

Pengertian narasi menurut Ismail Marahimin (1994:93) adalah suatu cerita yang dibuat berdasarkan rangkaian kejadian / peristiwa dimana di dalamnya ada tokoh yang menghadapi suatu konflik dengan tikaian.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian narasi menurut KBBI adalah suatu cerita atau deskripsi kejadian atau peristiwa, kisahan, tema suatu karya seni.

Ciri-Ciri Narasi

pixabay.com

Karangan atau teks narasi memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan bentuk karangan lainnya. Menurut Gorys Keraf dan Atar Semi, ciri-ciri narasi yaitu sebagai berikut :

Menurut Gorys Keraf

  • Narasi lebih menonjolkan unsur tindakan atau perbuatan
  • Suatu narasi dirangkai dalam suatu urutan waktu yang kronologis
  • Narasi dibuat sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”
  • Di dalam narasi pasti terdapat konflik

Menurut Atar Semi

  • Isi narasi menceritakan kejadian berdasarkan pengalaman penulis
  • Peristiwa yang disampaikan dapat berupa kejadian nyata, imajinasi, atau bahkan penggabungan keduanya.
  • Narasi dibuat berdasarkan konflik untuk membuatnya lebih menarik
  • Narasi mempunyai nilai estetika
  • Narasi menjelaskan susunan kejadian secara kronologis

Unsur dan Struktur Narasi

Pada suatu karangan atau teks narasi terdapat unsur-unsur penting di dalamnya dan dibuat dengan struktur tertentu. Berikut ini penjelasan dari unsur narasi :

Unsur – unsur narasi

  1. Tokoh, yaitu pelaku yang ada di dalam suatu cerita, misalnya digambarkan dengan orang pertama “Aku” atau orang kedua “Dia”.
  2. Latar, yaitu keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana. Misalnya latar tempat suatu cerita di sekolah, di rumah, dan lain-lain. Latar waktu seperti pukul 20.00 WIB, dan lain-lain.
  3. Urutan kejadian, yaitu deretan peristiwa yang dijelaskan secara runut berdasarkan kronologis.

Struktur narasi

  1. Pengenalan, yaitu bagian pengenalan tokoh, latar, suasana, dan lainnya.
  2. Awal pertikaian, yaitu bagian dimana terjadi konflik awal yang dialami oleh tokoh dalam cerita.
  3. Klimaks, yaitu puncak pertikaian yang dialami oleh tokoh dan merupakan inti dari cerita yang disampaikan.
  4. Antiklimaks, yaitu bagian yang menjelaskan mengenai penyelesaian masalah dalam suatu cerita dan merupakan tanda bahwa cerita tersebut berakhir.

Jenis-Jenis Narasi

Teks narasi dapat dikelompokkan ke dalam 4 jenis, yaitu sebagai berikut :

1. Narasi Informatif

Jenis narasi ini bertujuan untuk menyampaikan suatu informasi mengenai suatu peristiwa secara tepat sehingga dapat menambah pengetahuan audiens mengenai informasi yang disampaikan tersebut.

2. Narasi Ekspositorik

Jenis narasi ekspositorik bertujuan untuk menyampaikan suatu kejadian atau pun peristiwa berdasarkan fakta dan data yang sebenarnya. Narasi ini juga sering disebut non-fiksi dan tokoh yang ada di dalam cerita tersebut adalah tokoh tunggal atau 1 tokoh utama, dimana tokoh tersebut diceritakan mulai dari masa kecil hingga akhir hidupnya, misalnya biografi.

3. Narasi Artistik

Jenis narasi ini adalah karangan imajinasi berupa cerita rekaan dengan menggunakan bahasa yang figuratif. Namun narasi ini memiliki kandungan pesan moral di dalamnya, yang tujuannya untuk menyampaikan amanat tersembunyi kepada audiens.

4. Narasi Sugestif

Narasi yang di dalamnya terdapat kisah rekaan, khayalan, atau imajinasi dari pengarang. Narasi ini sifatnya juga fiktif dimana melibatkan imajinasi yang tujuannya adalah memberikan kesan terhadap suatu peristiwa yang dikisahkan. Berbeda dengan narasi artistik, narasi sugestif ini lebih mengajak pembaca untuk berbuat suatu kebaikan, sedangkan artistik sifatnya hanya memaparkan atau menggambarkan suatu kisah imajinatif.

Pola Pengembangan Narasi

narasi adalah
pixabay.com

Teks narasi itu juga perlu dikembangkan agar narasi menjadi lebih baik dan menarik. Pola pengembangan narasi ini dibagi menjadi 2, yaitu pola urutan waktu (pola kronologis) dan pola urutan tempat atau ruang (pola spasial).

1. Pola Urutan Waktu (Pola Kronologis)

Pola ini menceritakan kejadian-kejadian atau peristiwa dengan urutan waktu, seperti kisah dari zaman dulu hingga zaman sekarang, dari pagi hingga malam, dari permulaan hingga selesai, dan lain-lain.

Contoh narasi dengan pola urutan waktu adalah :

Tidak seorang pun bisa bersungguh-sungguh tidur panjang sepanjang malam itu. Pada saat bunyi kokok ayam hutan berderai-derai menandakan pagi telah datang, mereka pun bergegas untuk bangun. Saat ini mereka sedang memandangi rimba dan sekelilingnya dengan lebih cermat dan awas. Kemudian mereka memasak air dan makanan, mengambil air wudhu dan sholat. Sebagian dari pancaindra mereka sambil mengamati dan memeriksa rimba yang ada di sekitarnya, rimba yang saat ini mengancam kehidupan mereka.

Penjelasan : Narasi di atas dikembangkan dengan pola urutan waktu karena menjelaskan waktu dari mulai mereka tidur, bangun tidur, hingga perasaan terancam mereka pada waktu sholat.

2. Pola Urutan Tempat/Ruang (Pola Spasial)

Pada pola spasial ini kejadian atau peristiwa dalam suatu paragraf dirangkai mengikuti bagian-bagian dari sebuah tempat, misalnya dari pinggir ke tengah, dari selatan ke utara, dari dalam ke luar, dan lain-lain.

Contoh narasi dengan pola urutan tempat/ruang :

Beberapa tahun yang lalu, dia datang ke desa kelahiranku dengan menumpang kereta, dia berhenti di dekat stadion. Berjalanlah dia menyusuri jalan raya ke barat, lalu sekitar satu kilometer dari stadion, tibalah dia di jalan desaku. Di simpang keenam dia berbelok ke gang sempit itu. Di ujung gang itu, dia menemukan sebuah masjid tua yang di depannya terdapat kolam ikan yang airnya mengalir dari pancuran. Dan disitulah kami bertemu.

Penjelasan : Narasi di atas terlihat menggunakan pola pengembangan urutan tempat dari stadion, ke jalan desa, gang sempit, hingga masjid tempat mereka bertemu.

Demikian penjelasan mengenai narasi, dari mulai pengertian narasi, ciri-ciri narasi, unsur dan struktur yang ada di dalam narasi, jenis-jenis narasi, dan pola pengembangan narasi beserta contoh narasinya. Semoga Cerdikawan dapat memahaminya dan harapan kami ilmu Cerdikawan pun nantinya akan bermanfaat.

Baca juga :
1. Ciri dan Jenis Jenis Paragraf yang Seharusnya Kamu Tahu!
2. 8 Unsur Intrinsik Pada Cerita