Ekosistem adalah bagian dari pelajaran ilmu sains atau ilmu pengetahuan alam yang dipelajari sejak bangku sekolah dasar. Ilmu ini kemudian diajarkan di sekolah lanjutan dikhususkan lagi pada bidang ilmu Biologi.

Meski sudah sering dipelajari, tetap masih banyak yang belum memahami secara benar pengertiannya. Jadi, ekosistem adalah? Kamu dapat mengetahui informasinya secara lengkap pada ulasan di bawah ini.

Pada dasarnya ilmu sains bukanlah ilmu menghapal saja. Namun, pemahaman tentang konsep dasar materi akan memudahkan kamu mengingatnya secara alami.

Oleh karena itu, PinterKelas kali ini akan membahas eksosistem adalah? Tentunya menurut para ahli, lengkap dengan komponen dan macam atau jenisnya.

Pengertian Ekosistem Adalah?

Secara umum pengertian ekosistem seperti yang banyak dituliskan dalam buku pelajaran yaitu hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan segala sesuatu yang ada di lingkungannya.

Makhluk hidup yang dimaksud juga mungkin saja terdiri dari satu atau lebih jenis di mana di dalamnya terjadi penggabungan biosistem yang menjadi aliran energi.

Menurut beberapa ahli biologi, ekosistem adalah sebagai berikut:

1. A.G. Tansley

A.G. Tansley menyebutkan bahwa ekosistem adalah suatu unit ekologi yang terdiri dari berbagai makhluk dan di dalamnya terdapat sistem. Sistem tersebut menghasilkan struktur-struktur dan fungsinya masing-masing yang dapat mempengaruhi satu sama lain.

2. UU Lingkungan Hidup

Para ahli biologi juga mendefinisikan ekosistem ketika membuat UU Lingkungan Hidup. Menurut mereka, eksosistem yaitu suatu tatanan berisi berbagai jenis makhluk hidup yang menjadi kesatuan utuh dan menyeluruh. Di mana semua unsur lingkungan hidup yang terdapat dalam sistem saling mempengaruhi.

3. Odum

Definisi ekosistem menurut Odum banyak digunakan dalam berbagai bidang. Menurut Odum, eksosistem merupakan suatu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya terdapat sebuah organisme, baik hewan, tumbuhan, dan manusia. Organisme tersebut dan lingkungannya baik berupa komponen hidup atau biotik dan komponen tidak hidup atau abiotik saling mempengaruhi.

Komponen Ekosistem Adalah?

Dalam ekosistem adalah ipa atau materi pelajaran biologi di atas diketahui ada lingkungan biotik dan abiotik. Keduanya saling mempengaruhi. Makhluk hidup melalui berbagai cara beradaptasi dengan lingkungannya. Sementara makhluk hidup tersebut juga akan mempengaruhi lingkungannya dan makhluk hidup lain.

Misalnya, dalam aliran energi yang disebut jaring-jaring makanan. Rumput dimakan belalang, belalang dimakan burung, dan burung dimakan ular. Melalui berbagai cara, belalang akan berusaha mempertahankan diri dari pemangsanya. Belalang juga mempengaruhi tumbuhan yang dimakannya. Tumbuhan yang di sekelilingnya terdapat banyak belalang tidak dapat tumbuh subur. Banyak daunnya habis dimakan belalang.

Begitu pula dengan makhluk lain yang berada dalam aliran energi di atas.

Komponen ekosistem, dijelaskan sebagai berikut.

1. Biotik

Komponen ekosistem biotik berupa makhluk hidup. Komponen ini dapat berupa semua jenis makhluk hidup; manusia, hewan, dan tumbuhan.

Komponen biotik ini terbagi lagi menjadi:

a. Produsen

Makhluk hidup produsen umumnya adalah tumbuhan. Ini merupakan bagian dari makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri.

Tumbuhan biasanya memasak makanan dengan cara fotosintesis. Syarat fotosintesis harus memiliki zat hijau daun atau klorofil.

Hanya tumbuhan yang dapat berperan sebagai produsen. Tidak semua tumbuhan pula dapat membuat makanan sendiri. Tumbuhan kantung semar yang makan serangga tidak tergolong produsen.

b. Konsumen

Konsumen adalah jenis makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lain. Hampir semua jenis makhluk hidup di dunia ini merupakan konsumen.

Konsumen yang langsung memakan produsen disebut konsumen 1. Konsumen 1 dimakan konsumen 2, konsumen 2 dimakan konsumen 3, dan seterusnya.

c. Pengurai (dekomposer)

Dekomposer atau pengurai merupakan makhluk hidup yang berfungsi menguraikan bahan organik sisa makhluk hidup yang telah mati.

Contoh makhluk hidup pengurai adalah jamur dan bakteri pengurai. Jamur yang hidup di tumbuhan yang lapuk memperolah makanan dari menguraikan zat yang terdapat di pohon tersebut.

d. Penghancur (devitor)

Ada makhluk hidup pengurai, ada pula penghancur. Meski yang terakhir ini jarang dibicarakan dan disebut sebagai komponen biotik.

Penghancur bertugas menghancurkan tanpa sisa bagian-bagian organik yang telah diuraikan.

Dari gambar di bawah ini, menurut kamu manakah yang merupakan produsen, konsumen 1 dan konsumen 2?

ekosistem adalah
nasirisika1125.wordpress.com

2. Abiotik

Dari namanya saja kamu pasti sudah dapat mengetahui bahwa komponen abiotik merupakan kebalikan dari biotik.

Komponen abiotik adalah bagian dari ekosistem yang terdiri dari makhluk tidak hidup. Artinya komponen ini anggotanya selain manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun, abiotik mempengaruhi dan dipengaruhi oleh biotik.

Yang termasuk komponen akosistem abiotik, antara lain:

a. Sinar Matahari

Sinar matahari menjadi komponen utama abiotik yang sangat berpengaruh dalam kehidupan ekosistem. Bahkan, matahari disebut sebagai sumber energi terbesar dan paling utama di dunia.

Mengapa?

Tumbuhan yang berhijau daun alias berklorofil memerlukan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Meskipun saat ini sinar tersebut sudah dapat digantikan dengan lampu neon, tidak ada yang dapat mengubah efektivitasnya.

Sinar matahari kamu peroleh gratis selama musim panas. Tanpa sinarnya, pohon tidak dapat hidup. Makhluk hidup lain tergantung pada tumbuhan sebagai produsen akan mengalami krisis. Bayangkan jika tidak ada matahari, tumbuhan tidak dapat berfotosintesis!

b. Suhu

Proses biologis dalam tubuh makhluk hidup tergantung pada suhu di sekitarnya. Bahkan ada makhluk hidup yang tergantung pada suhu lingkungan untuk hidup. Sementara hewan mamalia dan burung termasuk berdarah panas yang dapat mengatur sendiri suhu tubuhnya.

Umumnya suhu dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang diterima permukaan bumi.

c. Air

Air berfungsi banyak bagi makhluk hidup.

Pada tumbuhan air bermanfaat membantu proses fotosintesis. Sedangkan pada hewan dan manusia, air membantu transportasi dan metabolisme dalam tubuh.

d. Garam

Garam merupakan mineral yang mempengaruhi penyerapan air dalam tubuh makhluk hidup.

e. Tanah dan Batu

Tanah dan batuan juga berarti bagi makhluk hidup. Sebagian besar menggunakannya sebagai tempat tinggal. Sementara manusia juga menggunakannya untuk bertahan hidup dengan bertani.

f. Iklim

Iklim berhubungan erat dengan cuaca. Iklim adalah cuaca yang bertahan lama berada dalam satu daerah. Misalnya Indonesia yang beriklim tropis, di mana matahari akan tampak cukup lama dan punya dua musim.

Pada iklim tertentu, hidup hewan dan tumbuhan tertentu pula.

Jenis Ekosistem

Jenis ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Ekosistem Alami, ekosistem yang ada dengan sendirinya. Dengan kata lain alam yang terbentuk tanpa campur tangan manusia. Beberapa orang menyebutnya sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Esa.
    Ekosistem ini, contohnya: danau, padang rumput, air tawar, dan sebagainya.
  2. Ekosistem Buatan, merupakan kebalikan dari alami. Di sini ada campur tangan manusia dalam pembentukannya.
    Ekosistem buatan, contohnya: aquarium, sawah, bendungan, dan sebagainya.

Macam-Macam Ekosistem

Macam-macam ekosistem biasanya ditinjau dari tempat hidupnya. Dengan demikian, macamnya terdiri dari dua, yaitu:

  1. Ekosistem Darat, ekosistem yang terletak di wilayah daratan.
    Termasuk ke dalam ekosistem ini, antara lain ekosistem padang sabana, ekosistem hutan lindung, ekosistem padang rumput, ekosistem sawah, dan sebagainya.
  2. Ekosistem Air atau Aquatik, berarti ekosistem yang terdapat di air. Hewan dan tumbuhan air termasuk dalam ekosistem ini.
    Termasuk dalam ekosistem air, antara lain: ekosistem pantai, ekosistem air laut, ekosistem air tawar, dan sebagainya.

Nah, demikian materi PinterKelas kali ini. Jadi, ketika ada pertanyaan berupa pengertian dan komponen ekosistem adalah? Kamu sudah bisa menjawabnya dong!

Baca juga :
1. Mudahnya Belajar Klasifikasi Makhluk Hidup secara Lengkap!
2. Lengkap! 15 Gambar Flora Berdasarkan Penyebaran Wilayahnya di Indonesia

Author