Halo Sobat PinterKelas! Kamu pasti sudah kangen ingin belajar materi kimia kan? Kali ini kita akan membahas seputar ikatan kimia. Kamu pasti pernah mendengar ini? Suatu zat kimia terbentuk atas berbagai ikatan-ikatan. Bila masih dalam bentuk tunggal disebut sebagai unsur atau atom.

Tetapi bila sudah membentuk senyawa atau molekul, itu terjadi karena adanya ikatan kimia di dalam senyawa itu. Sementara senyawa bermacam bentuknya karena tersusun atas berbagai bentuk ikatan kimia. Kamu harus tahu bahwa ikatan kimia itu tidak hanya satu. Ada beberapa jenis ikatan.

Itulah pentinya mempelajari materi ini. Sebab tidak semua senyawa tersusun dari ikatan yang sama. Dan dari perbedaan jenis ikatan akan mengakibatkan perbedaan jenis senyawa pula. Mari kita bahas materi ini hingga tuntas ya!

Pengertian Ikatan Kimia

Pertama-tama, mari kita bahas dari pengertian terlebih dahulu. Pasti kamu penasaran dong dengan pengertiannya. Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik antara atom sehingga atom-atom bisa berkumpul dan membentuk sebuah senyawa tertentu.

Pengertian ini dikemukakan pertama kali oleh Lewis dan Langmuir dan Kossel. Berbagai macam unsur/atom akan membentuk senyawa tetapi berbeda jenis ikatannya tergantung dari sifat unsur/atom tersebut.

Bila unsur memiliki karakter serupa, pasti memiliki kecenderungan dengan ikatan tertentu. Tetapi bila karakternya berbeda, akan mengalami ikatan berbeda pula. Ini semua ditentukan oleh karakter dari atom atau unsur tersebut.

Unsur gas mulia mampu hadir sebagai unsur bebas. Sementara unsur lain muncul setelah bergabung bersama unsur lain. Gas mulia mampu bebas karena memiliki 8 elektron dalam kondisi stabil.

Sementara unsur lain tidak mampu mencapai kestabilan itu. Alhasil unsur lain melakukan ikatan dengan unsur lain untuk mencapai kestabilan sebagaimana unsur dari gas mulia.

Pada ikatan kimia, ada dua prinsip penting dalam mencapai kestabilan. Pertama, melepas atau menerima elektron. Kedua, menggunakan bersama pasangan elektron. Hal ini terjadi tidak lain dilihat dari karakteristik atom yang membentuk ikatan.

Macam-Macam Ikatan Kimia

Dasar teori ikatan kimia didasarkan pada penelitian Lewis dan W. Kossel yang menemukan keunikan dari gas mulia yang stabil. Alhasil untuk mencapai titik itu, terbentuklah ikatan. Nah, ternyata ikatan ini tidak hanya ada satu saja, tetapi ada dua. Kita akan bahas keduanya di bawah ini:

1. Ikatan Ionik

Pelepasan dan penerimaan elektron dari atom yang berikatan disebut dengan ikatan ionik. Atom yang menerima elektron akan menjadi ion negatif (anion) sementara yang melepas elektron akan menjadi ion positif (kation). Ikatan ini disebut pula ikatan elektrovalen.

Senyawa yang menjalani ikatan ini disebut dengan senyawa ionik. Biasanya ikatan ini terbentuk dari atom dari unsur logam dan nonlogam. Atom logam biasanya akan melepas elektron dan membentuk ion positif.

Sementara atom unsur nonlogam lebih suka menangkap elektron dan membentuk ion negatif (anion). Contoh senyawa dari ikatan ini yakni MgO, NaCl, CaF2, AlF3, dan lain-lain.

Untuk membuat ikatan ini, kamu harus paham kaidah dari penempatan elektron pada kulit atom. Dari nomor atom itu, kamu bisa paham berapa kekurangan dan kelebihan elektron untuk menuju pada kestabilan.

Atom dengan kelebihan elektron akan bergabung dengan atom dengan kekurangan elektron. Kemudian membentuk ikatan ion dengan melepas dan menerima elektron.

Bila hendak mengoperasikan ikatan ini, kamu bisa membedakan tanda elektron dengan simbol tertentu.

ikatan kimia

Sifat-sifat senyawa dari ikatan ionik antara lain:

  • Memiliki struktur kristal keras tetapi rapuh.
  • Memiliki titik leleh dan titik didih tinggi.
  • Berwujud padat pada suhu kamar.
  • Tidak larut dalam pelarut organik, tetapi larut pada pelarut air.
  • Tidak mampu menghantar listrik dalam bentuk padat, tetapi mampu menghantar listrik pada fase cair (lelehan) dan larutan.

2. Ikatan Kovalen

Apabila atom-atom yang bergabung memutuskan untuk menggunakan elektron secara bersama-sama, maka atom itu membentuk ikatan kovalen. Pasangan elektron yang digunakan bersama dinamakan pasangan elektron ikatan (PEI). Sedangkan pasangan elektron yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan disebut pasangan elektron bebas (PEB).

Ikatan kovalen ini biasa terjadi pada atom-atom nonlogam seperti H2, O2, Br2, I2, dan lain-lain. Ikatan ini digambarkan dengan struktur lewis. Struktur Lewis adalah penggambaran ikatan kovalen dengan menggunakan titik lewis dimana PEI dinyatakan dalam 1 garis atau sepasang titik yang diletakkan di antara dua atom yang berikatan.

Contohnya:

Macam-Macam Ikatan Kovalen

Ada beberapa jenis ikatan kovalen. Inilah beberapa tipe ikatannya:

1. Berdasarkan Jumlah PEI

  • Ikatan Kovalen Tunggal
    Terdiri dari 1 pasang PEI. Contohnya: H2 dan H2O.
  • Ikatan Kovalen Rangkap Dua
    Ikatan ini terdiri atas dua pasang PEI. Contohnya: O2 dan CO2.
  • Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
    Terdiri atas 3 pasang PEI. Contohnya: N2.

2. Berdasarkan Tingkat Kepolaran Ikatan

  • Ikatan Kovalen Polar
    Ikatan kovalen dengan PEI cenderung tertarik ke salah satu atom berikatan. Kepolaran ini ditentukan oleh keelektronegatifan sebuah unsur. Biasanya, ikatan kovalen terjadi pada unsur dengan keelektronegatifan yang besar, memiliki bentuk molekul asimetris, dan memiliki momen dipol.
    Contohnya: HF, H2O, NH3, dan lain-lain.
  • Ikatan Kovalen Nonpolar
    Ikatan kovalen dengan PEI tertarik sama kuat ke arah atom berikatan. Ikatan kovalen ini terbentuk di antara atom yang keelektronegatifannya bernilai nol atau memiliki momen dipol bernilai nol.
    Contohnya: H2, CH4, dan lain-lain.

3. Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovelan yang PEI berasal dari satu atom berikatan. Sementara atom yang lain tidak memiliki PEI.

Contohnya: NH2+ -> NH3 + H+

ikatan kimia

Sifat senyawa dengan ikatan kovalen antara lain:

  • Berwujud gas pada suhu kamar, ada cair (Br2), dan padat (I2).
  • Padatan bersifat lunak dan tidak rapuh.
  • Memiliki titik leleh dan titik didih rendah.
  • Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik.
  • Tidak menghantar listrik.

Ikatan Logam

Ikatan logam terbentuk akibat penggunaan bersama elektron valensi antar atom logam. Contoh logam besi, seng, dan perak. Terjadi ikatan logam ketika elektron valensi atom besi (Fe) saling tumpang tindih dari atom Fe lain.

Tumpang tindih ini memungkinkan valensi tiap atom Fe bergerak bebas ke dalam ruang di antara ion Fe+ dan membentuk lautan elektron. Karena muatan berlawanan (Fe2+ dan 2 e) maka terjadi gaya tarik menarik antara ion Fe+ dan elektron bebas. Inilah yang disebut ikatan logam.

Ciri-ciri senyawa dari ikatan logam antara lain:

  • Keras tetapi lentur alias mudah ditempa.
  • Berwujud padat pada suhu kamar kecuali Hg.
  • Mengkilap
  • Mampu menghantar panas dengan baik.
  • Memiliki titik leleh dan titik didih tinggi.

Itulah penjelasan lengkap seputar ikatan logam dengan pembahasan mencakup rumus ikatan kimia dan lain-lain. Semoga artikel tentang ikatan kimia ini bermanfaat untuk kamu ya!

Baca juga :
1. Ini Lho Tabel Periodik Unsur yang Tepat!
2. Yuk Mengenal Koloid, Sifat, dan Jenis-Jenisnya!

Author