Halo Cerdikawan! Apa kabar kalian? Semoga baik-baik saja. Kali ini kita akan belajar tentang majas, lebih tepatnya majas litotes. Apakah kamu sudah paham tentang majas litotes? Bila kamu belum paham mengenai materi ini, mari kita bahas bersama-sama. Mari kita belajar tentang majas litotes.

majas litotes
pixabay.com

Majas adalah sebuah gaya bahasa di dalam materi bahasa Indonesia. Sebuah karya sastra sebagian besar menggunakan majas. Entah itu majas personifikasi, ironi, metafora, hiperbola, dan lain-lain.

Termasuk majas yang kita bahas kali ini. Siapa tahu ketika kamu mempelajari dari artikel ini nanti akan semakin paham terhadap majas satu ini. Nanti kamu tinggal menerapkan di berbagai karya sastra.

Sudah siap untuk belajar? Let’s check it out!

Pengertian Majas Litotes

Bila berbicara mengenai majas, kita akan sangat dekat pada berbagai hal berbau kiasan. Apa itu kiasan? Yakni makna tidak sebenarnya pada sebuah kata. Ada arti secara denotasi, atau arti langsung.

Ada sebuah kata yang memiliki makna denotatif, tetapi sekaligus memiliki makna kiasan. Makna kias ini makna bukan sebenarnya. Untuk memahami makna ini diperlukan kepekaan terhadap bahasa.

Demi menerapkan gaya bahasa ini dengan lebih tepat, kamu harus banyak belajar. Harus banyak membaca sehingga mendapat kamus bahasa terbaru. Termasuk di dalam penerapan majas ini.

Apa itu majas litotes? Nah, majas litotes adalah satu jenis majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu hal dengan lebih lembut dan rendah hati. Bila hiperbola itu seakan melebih-lebihkan, sedangkan litotes bersifat menyederhanakan. Terkesan merendah, atau sikap khas orang Solo dan Jogja.

Majas ini pada pengungkapannya adalah mengurangi atau melemahkan kenyataan. Sesuatu hal besar dijelaskan dengan lebih lembut agar terkesan tidak berlebihan. Ini dimaksudkan untuk menjaga kesopanan atau menghaluskan kata.

Majas ini sering diungkapkan di kehidupan sehari-hari untuk menyangkal ungkapan lawan. Atau ingin menghindarkan diri dari sifat sombong. Itulah pengertian singkat dari majas ini. Secara konsep sudah paham bukan?

Ciri-Ciri Majas Litotes

majas litotes
pixabay.com

Majas litotes ini mungkin akan sulit dibedakan bila disejajarkan dengan majas lain. Nah, agar lebih paham majas ini, kamu bisa simak ciri-cirinya di bawah ini:

  • Biasa menggunakan kata kiasan pada pilihan kata yang menyatakan satu hal dengan hal lainnya.
  • Menggunakan kata-kata pembanding seperti bagai, laksana, bak, bagaikan, dan lain-lain.
  • Menyampaikan maksud tertentu yang tinggi menggunakan kata tersusun halus demi mencapai kesopanan kalimat.
  • Menggunakan kata-kata abstrak untuk menggambarkan maksud dan tujuan dari isi cerita dan sajak.

Itulah ciri-ciri dari majas ini. Jadi simak ciri-ciri ini dengan tepat supaya tidak keliru dengan majas lainnya. Sudah mengerti kan?

Fungsi Majas Litotes

Ada beberapa fungsi dari majas litotes, penasaran? Simak fungsinya di bawah ini:

  • Mampu menghasilkan efek kesenangan yang bersifat imajinatif pada penggambarannya.
  • Mampu menambahkan intensitas perasaan dari seorang pengarang untuk menghantarkan sebuah makna dan sikap pada tiap pembaca.
  • Dapat digunakan untuk menjelaskan sebuah maksud yang hendak disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dan dimengerti.
  • Mampu menghasilkan tambahan imajinasi sehingga satu hal yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit dan nyata untuk dinikmati pembaca.

Dengan menggunakan majas ini, kamu bisa membuat hal rumit menjadi lebih sederhana. Tidak semua orang paham terhadap hal-hal rumit. Maka perlu menyederhanakan sebuah ungkapan agar lebih mudah ditangkap orang lain.

Contoh Majas Litotes

Tidak lengkap rasanya bila tidak disertai contoh. Kalau tanpa contoh kamu pasti akan bingung. Nah, simak beberapa contoh dari penerapan majas litotes dari kalimat-kalimat di bawah ini:

  1. Keluarga besarku tinggal di gubuk sederhana yang terletak di pegunungan.
  2. Jangan sungkan untuk meminta pertolongan pada orang minim pengalaman seperti aku ini.
  3. Hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit, dia tinggal bersama istrinya di rumah itu dengan riang gembira.
  4. Aku ini hanya seorang pengusaha kecil dengan modal pas-pasan.
  5. Aku mohon terima hadiah dariku yang memiliki nilai tidak seberapa ini!
  6. Aku datang dengan pakaian apa adanya, jadi nanti jangan malu bila hendak datang ke pesta bersamaku.
  7. Kami bisa bertahan di kehidupan ini karena usaha kecil-kecilan yang tengah kami jalani bersama-sama.
  8. Terima diriku apa adanya bila memang kamu ingin hidup bersamaku.
  9. Perjuangan diriku hanya setitik embun dibanding dengan luasnya samudera.
  10. Suara sumbangku ini tidak pantas dibandingkan dengan suara penyanyi setara dengan Mariah Carey.
  11. Tubuh tua dan renta ini tidak pantas bila mendapatkan penghargaan dari orang sekuat dirimu.
  12. Aku hanya pemuda desa tidak berpengalaman yang memiliki impian setinggi langit.
  13. Aku hanya perempuan biasa, tidaklah cantik seperti wanita lain. Apakah kamu sudi menerima aku apa adanya?
  14. Aku hanya pengusaha kecil dengan penghasilan pas-pasan.
  15. Setelah bekerja keras selama 5 tahun, akhirnya terbeli sudah mobil rongsokan ini.
  16. Silakan nikmati hidangan ini yang tidak seberapa ini.
  17. Apa daya aku ini, orang yang hanya memiliki cinta dan kasih sayang dibandingkan ia yang memiliki segala-galanya.
  18. Aku ini orang biasa, apakah aku pantas bersanding dengan engkau yang merupakan anak pejabat?
  19. Penghasilanku hanya cukup untuk makan seadanya setiap hari.
  20. Inilah hidupku! Tidak ada kemewahan di setiap hidupnya. Kamu akan berkawan dengan kesederhanaan bila ingin ngotot bersamaku.
  21. Aku hanya pegawai rendahan. Sama sekali tidak sebanding dengan kamu yang merupakan anggota dewan.
  22. Silakan nikmati jamuan dariku yang ala kadarnya ini.
  23. Diriku bagai pungguk merindukan bulan.
  24. Perjuanganku ini tidak pantas dihargai, hanya setetes air di air laut.
  25. Aku adalah anak kecil dengan impian sebesar gunung.

Mengapa Memakai Majas Ini?

pixabay.com

Majas litotes ini sangat sering diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Orang tidak selalu mau tampil dengan berlebihan. Orang Indonesia, khususnya Solo dan Jogja sangat erat dalam memegang sopan santun.

Di satu sisi tidak ingin terlihat sombong, tetapi satu pernyataan itu memang harus dinyatakan. Maka cara paling mudah adalah menggunakan majas ini. Karena fungsi dari majas ini adalah untuk mengecilkan sebuah makna. Jadi kesan sombong itu akan hilang.

Sudah paham tentang majas litotes ini bukan? Majas ini memiliki manfaat luar biasa. Terlebih di dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Ada beberapa orang membutuhkan majas ini di dalam kehidupan.

Itulah materi seputar majas litotes. Lain kali akan kita bahas mengenai majas hiperbola dan majas metafora dengan lebih lengkap. Bila kamu ingin menerapkan, kamu tinggal baca materi ini.

Semoga materi singkat ini bisa memberi pencerahan. Bila kamu menerapkan ini di dalam membuat karya sastra, pasti karyamu itu akan sangat berkesan. Pasti akan membuat karyamu menjadi fenomenal. Jadi kamu harus mampu menerapkan di dalam karyamu.

Semoga bermanfaat ya!

Baca juga :
1. Majas Metafora Pengertiannya Apasih?
2. Lengkap! Pengertian Majas Hiperbola dan Contohnya!

Author