Helo Cerdikawan! Mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari bagaimana kita menyusun kalimat demi kalimat yang menjadi paragraf. Nah, ada yang sudah tahu apa itu paragraf? Mari kita bahas pengertian paragraf, fungsi, ciri-ciri, dan jenis-jenis dari paragraf di bawah ini.

pengertian paragraf
pixabay.com

Pengertian Paragraf

Pengertian paragraf adalah setiap bagian yang berbeda dari sebuah tulisan atau karangan yang berhubungan dengan satu tema khusus dan ditandai dengan garis baru berupa lekukan, penomoran, atau menjorok ke dalam. Nama lain dari paragraf ini adalah alinea. Di dalam suatu paragraf terdiri dari minimal 2 kalimat yang saling berhubungan sehingga menghasilkan suatu informasi.

Terdapat beberapa pengertian paragraf menurut para ahli, yaitu :

1. Akhaidah dkk (1999:144)

Paragraf adalah inti penuangan buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian dalam membentuk suatu gagasan.

2. Arifin dan S. Amran Tasai (2006:125)

Pengertian paragraf ialah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat di dalam suatu paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau memiliki keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.

3. Ramlan (2010:23)

Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri atas sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan ide pokok sebagai pengendalinya.

4. Gorys Keraf (1979:62)

Kesatuan pikiran yang lebih tinggi atau luas dari kalimat dan merupakan himpunan dari kalimat yang berkaitan dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan disebut alinea atau paragraf.

5. Lamuddin Finoza (2004:149)

Pengertian paragraf atau alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan dari beberapa kalimat.

Fungsi Paragraf

pengertian paragraf
pixabay.com

Terdapat beberapa fungsi paragraf secara umum, yaitu sebagai berikut :

1. Mengekspresikan gagasan

Paragraf dapat memberikan suatu gagasan atau perasaan melalui rangkaian kalimat yang disusun sehingga membentuk suatu kesatuan ide pokok.

2. Menandai peralihan gagasan baru

Di dalam setiap paragraf memiliki beberapa gagasan dan saling berhubungan dengan ide pokok.

3. Memudahkan menulis dan membaca

Adanya paragraf ini maka seorang penulis dapat lebih mudah dalam menuangkan gagasannya. Selain itu, pembaca juga akan lebih mudah memahami ide pokok di dalam suatu tulisan.

4. Membantu pengembangan topik

Pengembangan topik tulisan dalam bentuk yang lebih kecil akan lebih mudah disampaikan melalui pembagian paragraf.

5. Mengendalikan variabel

Penulis menjadi lebih mudah untuk mengendalikan variabel di dalam karangannya karena adanya paragraf, sehingga apa yang ditulis dapat lebih mudah dimengerti oleh pembaca.

Ciri – Ciri Paragraf

Karakteristik dari suatu paragraf dapat dikenali melalui ciri – ciri sebagai berikut :

  1. Dalam suatu paragraf terdapat gagasan utama atau ide pokok yang berasal dari suatu kalimat yang ditulis.
  2. Paragraf memiliki kalimat topik dan kalimat pengembang untuk menyampaikan gagasan utama sehingga menjadi satu kesatuan paragraf yang memiliki makna.
  3. Suatu paragraf biasanya memiliki satu kalimat topik dan kalimat lainnya sebagai kalimat penjelas yang berisi rincian dari kalimat topik.
  4. Pada jenis karangan biasa, penulisan paragraf ditandai dengan pergantian alinea yang dibuat agak menjorok ke dalam.
  5. Di dalam suatu paragraf terdiri dari minimal 2 baris kalimat.

Jenis – Jenis Paragraf

pixabay.com

Beberapa jenis paragraf berikut terbagi menjadi 3 jenis, yaitu berdasarkan fungsinya, letak gagasan utama, dan isinya.

Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsinya

  1. Paragraf pembuka, yaitu paragraf awal dalam suatu tulisan yang berfungsi untuk mengundang rasa penasaran pembaca terhadap seluruh isi suatu tulisan.
  2. Paragraf isi, yaitu paragraf dalam suatu karangan yang berisi bagian – bagian utama dalam tulisan tersebut.
  3. Paragraf penghubung, yaitu fungsi paragraf untuk menghubungkan setiap paragraf di dalam suatu karangan sehingga menjadi satu kesatuan.
  4. Paragraf penutup, adalah paragraf yang berisi kesimpulan, ringkasan, harapan, saran, atau penegasan kembali tentang poin-poin penting dalam suatu karangan.

Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Gagasan Utama

  1. Paragraf deduktif, yaitu paragraf yang letak gagasan utamanya di bagian awal paragraf.
  2. Paragraf induktif, yaitu paragraf yang letak gagasan utamanya di bagian akhir paragraf.
  3. Paragraf ineraktif, yaitu paragraf yang letak gagasan utamanya di bagian tengah paragraf.
  4. Paragraf campuran, yaitu paragraf yang letak gagasan utamanya di bagian awal dan akhir paragraf.

Jenis Paragraf Berdasarkan Isi

1. Paragraf eksposisi

Yaitu paragraf yang isinya menjelaskan suatu informasi secara singkat dan padat sehingga pembaca lebih mudah memahaminya.

Contoh :

Perayaan HUT RI ke 75 yang dirayakan bulan lalu oleh warga Bandung terbilang sukses. Seluruh warga ikut terlibat dalam perayaan itu, baik anak – anak kecil, para pemuda – pemudi dan orang – orang dewasa. Mereka mengisinya dengan berbagai kegiatan yang cukup meriah, diantaranya adalah kesenian tradisional Sunda, karnaval atau pawai, lomba menghias lingkungan sekitar tempat tinggal, dan lain – lain.

2. Paragraf deskripsi

Yaitu paragraf yang isinya memberikan pemaparan mengenai suatu peristiwa atau karangan yang dapat membuat para pembacanya seolah-olah dapat melihat, merasakan, dan mendengar peristiwa atau keadaan yang dipaparkan.

Contoh :

Aku baru saja divonis sakit tipus oleh dokter. Katanya aku tak boleh makan makanan yang pedas dulu. Padahal saat ini adikku sedang memasak mie rebus kesukaanku di dapur samping rumah. Aroma dari bumbu mie instan itu sungguh menggodaku, apalagi jika ditambah dengan irisan cabe yang biasa ku lakukan. Pasti rasanya lezat dan nikmat sekali. Sungguh aroma mie instan ini membuatku tergoda dan hampir saja mengabaikan anjuran dari dokter.

3. Paragraf narasi

Yaitu paragraf yang isinya menceritakan suatu peristiwa dengan cara tertentu atau dengan gaya bercerita sehingga pembaca dapat merasa terhibur atau pun terharu dengan cerita yang disampaikan.

Contoh :

Beberapa minggu yang lalu saya pergi berlibur ditemani paman saya. Kami pergi ke kebun binatang waktu itu. Di perjalanan paman bercerita tentang peternakannya yang memiliki berbagai jenis hewan unggas. Sesampainya di kebun binatang setiap kali kami melihat hewan unggas seperti yang paman ceritakan, saya teringat dengan peternakan paman yang ada di desa. Kami sangat senang sekali bisa ikut memberi makan hewan – hewan yang ada di kebun binatang ini.

4. Paragraf persuasi

Yaitu paragraf yang berisi kalimat bujukan atau rayuan untuk mengajak atau mempengaruhi pembacanya sehingga tertarik dengan gagasan yang disampaikan oleh penulis.

Contoh :

Anak yang pandai dalam pelajaran, biasanya dia menjadi seorang kutu buku. Bagi siapa saja yang tidak memiliki niat untuk membaca pasti pengetahuannya tidak luas dan terbatas. Oleh karena itu, membaca menjadi hal yang penting dan budayakanlah membaca buku.

5. Paragraf argumentasi

Yaitu paragraf yang isinya berupa argumentasi yang meyakinkan tentang suatu gagasan atau ide sehingga pembaca mau menerima gagasan tersebut.

Contoh :

Membaca menjadi faktor penting dalam menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Sebab seseorang yang tidak memiliki niat membaca pasti tidak banyak memiliki tingkat pengetahuan yang luas. Ilmu pengetahuan sumbernya adalah dari buku yang kita baca. Jika kita menghendaki suatu profesi profesional, seperti menjadi dokter, kita akan merasa kesulitan dan tidak tahu hal apa saja yang berkaitan dengan dunia kedokteran karena kita tidak mau membaca.

Itulah materi tentang pengertian paragraf. Semoga bisa menjadi sumber untuk menambah wawasan teman-teman ya mengenai definisi paragraf, ciri hingga jenisnya.

Baca juga :
1. Ciri dan Jenis Jenis Paragraf yang Seharusnya Kamu Tahu!
2. Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi Terlengkap