Minyak bumi, adakah dari Cerdikawan yang belum mengenal produk ini? Yes, ini merupakan salah satu hasil pertambangan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bensin, solar, parafin, hingga minyak tanah yang dulu digunakan untuk bahan bakar kompor adalah hasil pengolahan minyak bumi.

Hmm.. Bagaimana minyak bumi dapat diolah menjadi berbagai produk di atas? Mengapa jumlahnya sangat terbatas?

Yuk, pelajari lebih lanjut tentang pengolahan minyak bumi di Pinter Kelas kali ini! Di sini akan dipelajari lengkap tentang pembentukan minyak bumi dan pengolahannya. Dengan memahaminya, kamu akan dapat menjawab berbagai pertanyaan seputar barang tambang ini.

Pembentukan Minyak Bumi

Tahukah kamu? Minyak bumi merupakan hasil dari pelapukan sisa-sisa organik, seperti tumbuhan, hewan, dan jasa-jasad renik yang tertimbun di dasar lautan jutaan tahun lalu. Beberapa ahli menyebutkan bahwa organisme pembentuknya ada fitoplankton dan zooplankton. Bukan semua makhluk hidup yang tinggal di lautan.

Ada pula yang menyatakan bahwa sisa organisme pembentuknya tidak selalu hewan dan tumbuhan laut. Organisme bisa saja dari daratan. Setelah mati, jasad renik sisanya tertimbun lumpur dan dibawa oleh air sungai menuju lautan. Lama-kelamaan jasad renik tersebut mengendap di dasar laut.

Di dasar laut, lumpur berubah menjadi batuan sedimen.

Dengan suhu dan tekanan yang sangat tinggi, jasad renik mengalami penguraian. Hasil penguraian makhluk hidup yang telah mati jutaan tahun tersebut berupa bintik-bintik gelembung minyak dan gas.

Tidak semua wilayah lautan mempunyai bintik gelembung minyak dan gas tersebut. Gelembung terbawa oleh arus hingga sampai di daerah perangkap, yang disebut batuan kedap. Di sinilah kamu dapat menemukan minyak bumi.

Di Indonesia, daerah penghasil minyak bumi, antara lain:

  • Pantai Utara Jawa, meliputi wilayah Cepu, Wonokromo, Cirebon.
  • Sumatera bagian Utara dan Timur, meliputi wilayah Riau dan Aceh.
  • Kalimantan bagian Timur, meliputi wilayah Tarakan, Balikpapan.
  • Papua, meliputi wilayah Kepala Burung.

Berdasarkan proses dan asal pembentukan seperti yang diuraikan di atas, beberapa orang menyebut bahwa minyak bumi sebagai bahan bakar fosil. Bahan bakar yang berasal dari fosil (makhluk hidup telah mati jutaan tahun lalu).

Komposisi Minyak Bumi

Di atas telah diuraikan bahwa minyak bumi merupakan produk pertambangan yang berasal dari penguraian jasad renik yang telah mati jutaan tahun yang lalu.

Dengan demikian, komposisinya akan mirip pula dengan makhluk hidup, yaitu sebagian besar senyawa hidrokarbon. Jumlahnya berkisar 90 sampai 97 persen.

Jenis hidrokarbon yang paling banyak terdapat dalam minyak bumi adalah alkana. Sisanya merupakan jenis sikloalkana, alkena, alkuna, dan senaywa aromatik lainnya.

Ada pula senyawa karbon yang mengandung oksigen, belerang, dan nitrogen di dalamnya.

Sementara gas alam paling banyak mengandung alkana dengan suhu rendah (c1-c4), di mana metana sebagai kandungan utamanya. Tidak hanya alkana, di gas alam terdapat pula CO2, O2, N2, NH2 dan gas mulia seperti helium dalam jumlah sedikit.

Minyak Bumi Terbatas Jumlahnya

Sejak di bangku sekolah dasar kamu sudah mengetahui bahwa minyak bumi merupakan jenis produk tambang yang tidak dapat diperbaharui. Jumlahnya sangat terbatas. Jika sudah habis, tidak dapat digantikan lagi.

Mengapa? Karena untuk menghasilkan minyak bumi butuh proses jutaan tahun mulai dari matinya jasad renik, pengendapan, hingga penguraian menjadi hidrokarbon. Oleh karena itu, jika sudah habis maka tidak akan ada lagi minyak bumi.

Kamu dan semua manusia harus berhemat dalam menggunakannya.

Proses Pengolahan Minyak Bumi

Minyak bumi yang baru ditambang atau diambil dari dasar laut adalah minyak mentah atau crude oil. Wujud minyak bumi asli ini merupakan cairan kental dan warnanya hitam pekat. Minyak ini belum dapat dimanfaatkan sebagai apapun.

Agar dapat dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk yang disebutkan sebelumnya, minyak bumi diolah terlebih dahulu.

Pengolahan terbagi menjadi dua tahap. pengolahan minyak bumi tahap pertama (primary precessing) dan pengolahan minyak bumi tahap kedua (secondery processing). Pengolahannya dilakukan di kilang minyak yang biasanya berdiri di daerah pertambangan.

1. Pengolahan Minyak Bumi Tahap Pertama (Primary Processing)

Pengolahan pada dasarnya dilakukan sesuai dengan sifat fisika dan kimia setiap olahan minyak bumi.

Pada pengolahan pertama, dilakukan destilasi bertingkat atau destilasi atau penyulingan secara berulang-ulang.

Pada tahapan ini, olahan gas dan minyak bumi dipisahkan berdasarkan titik didihnya. Setiap tahapan destilasi disebut dengan fraksi.

pengolahan minyak bumi
id.wikipedia.org

Tahapan fraksi dan hasilnya ditunjukkan sebagai berikut:

  • Fraksi pertama, minyak mentah dipisahkan dengan gas pada suhu sektar 20 derajat celcius. Gas yang dihasilkan kemudian dicairkan kembali dan kamu mengenalnya sebagai gas elpiji atau Liqefied Petroleum Gas (LPG). Gas yang digunakan sebagai bahan bakar kompor gas da mobil berbahan bakar gas atau BBG.
  • Kilang minyak tidak membuat semua minyak mentah menjadi LPG. Setelah sesuai dengan standar perusahaan, suhu dinaikkan sehingga membentuk nafta (gas bumi). Selanjutnya ketika mencapai suhu 150 derajat celcius nafta berubah menjadi gasoline atau bensin (premium). Dapat juga dijadikan bahan petrokimia lain.
  • Selanjutnya, minyak bumi memasuki pengolahan fraksi ketiga dengan suhu destilasi mencapai 200 derajat celcius. Pada suhu ini olahan yang dihasilkan adalah minyak tanah atau kerosin yang dahulu orang tua kamu gunakan sebagai bahan bakar kompor minyak dan avtur yang digunakan sebagai bahan bakar pesawat terbang.
  • Pada tahap atau fraksi keempat, minyak bumi dididihkan mencapai 300 derajat celcius. Di sini dihasilkan bahan bakar diesel atau solar.
  • Tahap pertama berakhir di fraksi kelima dengan suhu destilasi di atas 370 derajat celcius. Fraksi ini menghasilkan senyawa karbon rantai panjang yang sering digunakan sebagai minyak bahan bakar industri. Jika dilanjutkan proses memasuki pengolahan minyak bumi tahap kedua.

2. Pengolahan Minyak Bumi Tahap Kedua (Secondary Peocessing)

Hasil penyulingan tahap pertama dilanjutkan menjadi berbagai cara dan dikelompokkan hasilnya berdasarkan wujud dan panjang rantai karbon.

Proses-proses lanjutan pada tahap ini, meliputi:

  • Perengkahan (cracking): perubahan struktur kimia senyawa hidrokarbon dengan cara pemecahan rantai, alkilasi (pembentukan alkil), polimerisasi (peggabungan rantai karbon), reformasi (perubahan struktur), dan isomerisasi (perubahan isomer).
  • Proses Ekstrasi, pembersihan produk dengan menggunakan pelarut tertentu sehingga diperoleh hasil yang lebih bermutu.

    Di antara hasil dari olahan proses perengkahan dan ekstrasi adalah pelumas yang digunakan melumas mesin mobil agar tidak berkarat dan lebih lancar.
  • Proses Kristaslisasi, yaitu proses pemisahan produk-produk minyak bumi berdasarkan titik cairnya.

    Contoh produk yang dihasilkan pada proses ini adalah pemurnian solar melalui pendinginan, penekanan, dana penyaringan yang menghasilkan parafin dan lilin.
  • Treating, proses pembersihan dari kontaminasi yang dilakukan pada semua oalahan tahap pertama dan kedua.

    Pembersihan dilakukan dengan menambahkan soda kaustik atau NaOH, tanah liat, dan hidrogenasi.

Hasil akhir dari seluruh pengolahan minyak bumi meninggalkan residu yang kamu kenal dalam bentuk aspal. Meski residu, aspal masih dapat bermanfaat untuk mengeraskan jalan.

Itulah pembahasan Pinter Kelas kali ini tentang pengolahan minyak bumi. Produk tidak dapat diperbaharui yang kaya manfaat, bahkan sampai residunya. Semoga bermanfaat!

Author