Hai Sobat PinterKelas, kamu pernah mendengar tentang rotasi bumi? Fenomena ini terjadi setiap hari lho! Kamu bahkan mampu merasakan akibat rotasi bumi sendiri tetapi mungkin tidak menyadarinya.

akibat rotasi bumi
pixabay.com

Akibat rotasi bumi ada sangat banyak. Bumi berada di lintasan di dalam tata surya. Ada dua pergerakan bumi, yakni rotasi dan revolusi. Kedua pergerakan ini sama-sama menimbulkan sebuah dampak tertentu yang bisa dilihat sendiri fenomenanya.

Oleh karena itu, mari kita bahas terlebih dahulu akibat rotasi bumi. Karena dari akibat itu, ditemukan berbagai manfaat yang bisa memudahkan aktivitas manusia. Jadi kamu harus mempelajarinya hingga paham.

Pengertian Rotasi Bumi

Apakah itu rotasi bumi? Rotasi bumi adalah fenomena perputaran bumi pada porosnya. Pernahkah kamu menyadari hal itu?

Meskipun bumi berputar sendiri setiap hari, uniknya kita tidak merasa pusing sama sekali. Kalau bukan karena anugerah Tuhan pasti kita mengalami pusing dan tidak bisa hidup dengan tenang.

Nah, bukannya membuat pusing justru rotasi bumi mampu memberi berbagai manfaat penting. Kita akan bahas nanti mengenai akibatnya. Asal kamu tahu, perputaran bumi atas porosnya berjalan selama 23 jam 56 menit. Atau biasa dibulatkan selama 24 jam.

Jadi pergantian waktu setiap hari itu akibat dari rotasi bumi. Bisa dikatakan satu hari memiliki waktu 24 jam, ini dikarenakan pengaruh dari rotasi bumi. Sedangkan arah putar bumi adalah dari barat menuju timur.

Arah perputaran itu membuat matahari terbit dari timur ke barat. Mau tahu kecepatan putaran bumi? Ternyata kecepatannya mencapat 1.609 kilometer per jam. Wow, sangat cepat sekali kan?

Untung saja berkat gaya gravitasi kita besar tetap tinggal tenang di permukaan bumi. Kalau tidak ada gaya ini, mungkin kita akan terlempar ke luar angkasa. Sekali lagi, kuasa Tuhan sangat berpengaruh dalam hal ini.

Mengapa Bumi Berotasi?

Sebagai sebuah planet, bumi mengalami dua peristiwa penting. Yaitu rotasi bumi dan revolusi bumi. Ternyata kedua kejadian itu ada penyebabnya lho! Namun, pertama mari kita bahas mengenai rotasi bumi terlebih dahulu.

Ada dua penyebab bumi berotasi, yakni dari sisi eksternal dan internal. Penasaran? Simak di bawah ini.

1. Penyebab Eksternal

  • Dorongan dan tumbukan pada saat awal proses penciptaan alam.
  • Interaksi antara gaya gravitasi bumi dan matahari serta berbagai objek langit lain.
  • Pergerakan arus laut dan proses atmosfer

2. Penyebab Internal

  • Gerakan serta aliran logam panas di inti bumi
  • Redistribusi dari massa bumi

Rotasi bumi sama sekali tidak pernah berhenti dari awal tercipta hingga saat ini. Hal ini dikarenakan tidak ada gaya gesek di semesta alam. Sehingga tidak ada penghalang bagi bumi dalam melakukan pergerakan.

Energi kinetik terus menerus terjaga. Sehingga bumi selalu dalam keadaan stabil dan rotasi akan terus terjadi. Nah, ketika proses rotasi bumi berhenti, bisa jadi dunia ini juga telah berakhir.

Bukti Bumi Melakukan Rotasi

Sangat mudah bagi kita percaya bahwa bumi melakukan rotasi. Namun, tidak demikian dengan orang zaman dulu. Dulu belum konsep rotasi sampai akhirnya ada bukti yang membenarkan fenomena ini.

Dulu orang mengira bahwa bumi adalah pusat dari revolusi benda langit. Hal ini diperkuat dengan alasan bahwa manusia sama sekali tidak merasakan ada akibat rotasi bumi.

Lama-kelamaan, ilmu semakin berkembang. Ilmuwan menyadari bahwa bumi memang mengalami perputaran meski tidak bisa dirasakan putarannya secara lansgung. Nah, bukti pertama yang menunjukkan bahwa bumi berotasi adalah dari pendulum Fourcault.

Ilmuwan Perancis bernama Leon Fourcault menemukan bukti ini pada tahun 1851. Ia menggunakan pendulum raksasa yang berayun-ayun seiring dengan gerak perputaran bumi.

Pendulum milik Fourcault berputar dengan arah putaran searah jarum jam di bagian bumi utara serta berlawanan arah jarum jam di bumi bagian selatan. Eksperimen sederhana ini mampu membuktikan bahwa bumi mengalami rotasi.

Akibat Rotasi Bumi

akibat rotasi bumi
pixabay.com

Langsung saja kita bahas berbagai akibat dan fenomena di bumi dikarenakan aktivitas rotasi bumi. Penasaran? Langsung simak di bawah ini ya!

1. Adanya Distribusi Zona Waktu

Bila bumi diam saja atau menjadi pusat pergerakan, tentu tidak akan terjadi perbedaan zona waktu. Terdapat 24 zona waktu di daratan dari arah barat ke timur.

Pusat waktu terdapat di Kota Greenwich, Inggris dengan lokasi bujur 00. Tiap perbedaan bujur 150 akan mengalami perbedaan waktu selama satu jam. Maka kamu bisa menentukan zona waktu sebuah wilayah dengan melihat garis bujurnya.

Misalnya, Indonesia memiliki 3 zona waktu. Bagian barat (WIB), bagian tengah (WITA), dan bagian timur (WIT). Tiap zona mengalami perbedaan bujur 150 sehingga terjadi perbedaan selama 1 jam.

2. Terjadinya Siang dan Malam

Perubahan siang dan malam merupakan akibat paling kasat mata. Satu daerah akan mengalami pagi hari, sementara di belahan lain mengalami malam hari. Ini dikarenakan bumi bergerak berputar.

Tiap hari siang dan malam bergiliran terjadi di sebuah wilayah. Ini tidak akan terjadi bila bumi diam saja.

3. Gerak Semu Harian Matahari

Matahari tampak bergerak dari timur ke barat. Terbit dari sebelah timur dan terbenam di barat. Padahal kenyataannya matahari tidak berputar mengelilingi bumi.

Justru bumi yang mengelilingi matahari disertai gerakan rotasi bumi. Maka gerak yang selama ini kita lihat dari matahari itu hanya berupa gerak semu harian belaka. Matahari tidak benar-benar bergerak.

4. Perbedaan Percepatan Gravitasi

Rotasi bumi pun mengakibatkan perbedaan percepatan gravitasi. Ini lebih dikarenakan bentuk bumi yang tidak bulat utuh, melainkan mengembang di bagian tengah dan mampat di bagian kutub.

Percepatan gravitasi di ekuator lebih rendah dibandingkan di kutub. Gerakan rotasi yang tidak teratur ini pun mengakibatkan gerakan logam cair di inti bumi tidak teratur. Sehingga massa bumi tidak terdistribusi merata.

5. Perubahan Arah Angin

Arah angin berbeda-beda. Angin bergerak ke arah daerah dengan tekanan minimal. Di belahan bumi utara, angin berbelok ke arah kanan. Sedangkan di belahan bumi selatan, angin berbelok ke arah kiri.

6. Perbedaan Ketebalan Atmosfir

Rotasi bumi mengakibatkan ketebalan atmosfir berbeda. Tiap lapisan atmosfer memiliki ketebalan tidak sama.

Selain diakibatkan oleh rotasi, perbedaan ketebalan ini disebabkan pula oleh perbedaan iklim antara zona kutub dan ekuator. Sehingga ketebalan atmosfir di kutub dan ekuator berbeda.

7. Terdapat Kehidupan di Bumi

Tanpa rotasi, tidak akan ada kehidupan di bumi. Barangkali kita akan mengalami siang hari selama 24 jam penuh tanpa ada keteduhan. Atau kita akan kedinginan terus karena mengalami malam tidak berkesudahan.

Fenomena rotasi bumi memang sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Jadi kita patut bersyukur karena bumi masih terus berotasi tanpa kita harus merasakan langsung perputarannya.

Sedangkan manfaat dari rotasi itu dapat kita manfaatkan secara langsung. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga :
1. 3 Hukum Newton Lengkap dengan Contoh Soal
2. Pernah Dengar Istilah Hukum Archimedes? Nah, Berikut Bunyi dan Penerapannya

Author