Halo cerdikawan, apakah mata pelajaran kimia di sekolah membuat kepalamu pusing? Jika kamu pusing, ada baiknya jika kamu mencari referensi lain selain dari sekolah untuk menunjang pemahamanmu. Salah satu yang dipelajari dalam pelajaran kimia adalah asam basa.

asam basa
bangkusekolah.com

Tahukah kamu mengenai asam basa? Mungkin jika di sekolah kamu sudah sampai di pembahasan ini maka kamu akan memahami pengertiannya. Namun, ternyata materi ini tidak cukup jika hanya sebatas kamu pahami secara materi saja.

Berikut ini akan diberikan penjelasan lengkap mengenai asam basa serta yang berkaitan dengannya. Jangan malas untuk membaca tulisan ini sampai selesai ya, karena penjelasannya akan membutuhkan tahapan demi tahapan rinci.

Pengertian Asam Basa

Asam basa merupakan dua gabungan kata dengan dua pengertian yang berbeda yakni dari kata asam dan basa. Asam adalah zat atau senyawa yang memiliki rasa masam sedangkan basa merupakan zat atau senyawa yang mampu bereaksi dengan asam dan dapat menghasilkan senyawa berupa garam.

Pengertian asam sesungguhnya yakni senyawa kimia yang bila dilarutkan akan memberikan pH lebih kecil dari 7. Dalam dunia modern asam memiliki makna sebuah zat yang bisa memberi proton (ion H+) Kepada zat lain yang disebut basa.

Basa adalah senyawa yang beraksi ketika dengan asam, sehingga menghasilkan garam. Basa juga bisa menjadi sebuah zat yang bisa menteralkan asam.

Dalam ilmu kimia antara asam dan basa memang memiliki pengertian dan sifat yang berlawanan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari dua zat tersebut erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan dalam tubuh manusia sekalipun asam dan basa harus seimbang agar menyehatkan tubuh.

Teori Asam Basa Dalam Dunia Kimia

Masuk ke dalam pembahasan kimia asam dan basa memiliki tiga teori yaitu teori asam dan basa arrhenius, bronsted-lowry dan lewis. Berikut ini akan dijelaskan mengenai tiga teori tersebut.

1. Teori Arrhenius

Teori ini dipelopori oleh svante august arrghenius yaitu seorang imuwan yang berasal dari swedia. Lahir di tanggal 19 februari 1859. Dalam teori ini svante mengatakan bahwa kekuatan yang ada pada asam di dalam air bergantung pada konsentrasi ion – ion hydrogen di dalamnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa asam merupakan zat yang apabila masuk ke dalam air maka mampu melepaskan Ion Hidrogen (H+). Sesungguhnya ion dalam hydrogen yang dihasilkan oleh asam ketika sudah larut dengan air maka akan terkait dengan molekul air dalam bentuk ion positif. Pembentukan ion positif atas penambahan sebuah ion hydrogen (ptoton) pada sebuah molekul air.

Tidak semua senyawa dari hydrogen itu bersifat asam seperti contohnya etanol. Menurut svante lagi bahwa dalam teori arrheniusnya asam terbagi menjadi dua yakni asam kuat dan asam lemah.

Terakhir teori Arrhenius menjelaskan bahwa basa adalah senyawa yang ada di dalam air yang mampu menghasilkan ion hidroksida (OH-) yang dilepaskan pada reaksi ionisasi basa. Dalam hal ini dibedakan menjadi dua yakni basa monohidrolik dan basa polihidroksi.

2. Teori Bronsted – Lowry

Dalam teori Arrhenius terdapat kekurangan yang dilengkapi oleh teori bronsted – lowry. Sesuai namanya teori ini dikemukakan oleh dua tokoh, yaitu nicolaus bronsted dan Thomas martin lowry.

Penjelasan teori ini adalah tidak semua senyawa ini bisa menghasilkan ion H+ atau OH- jika dilarutkan dalam air. Menurutnya asam ialah senyawa yang bisa menyumbang proton yaitu ion H+ ke senyawa atau zat lain, sedangkan basa adalah senyawa yang bisa menerima proton. Dalam artian basa ion H+ bisa diterima dari zat lain.

Dalam teori ini ada kelemahan yang telihat sangat jelas. Yakni sifat asam dan basa tidak dapat diperlihatkan jika tidak adanya proton yang terlibat dalam suatu reaksi. Maka dijelaskan teori terakhir yaitu lewis.

3. Teori Lewis

Gilbert Newton Lewis adalah nama lengkap pencetus teori Lewis. Ia adalah ilmuwan dari Amerika yang lahir di Tahun 1875. Banyak penemuan yang terkenal telah dicetuskan oleh Lewis di antaranya:

Untuk pertama kalinya ia menentang bahwa teori mengenai asam dan basa merupakan masalah besar yang harus diselesaikan dengan teori struktur atom bukan hasil percobaan.

Untuk lebih jelasnya Lewis menjelaskan mengenai teori miliknya yakni asam adalah zat yang mampu menerima elektron. Dalam hal ini teori yang telah dijelaskan sebelumnya yakni milik Arrhenius sama dengan asam dalam kerangka teori Lewis.

Dari semua teori di atas apakah kamu sadar bahwa nama teori diambil dari nama pencetus teorinya?

Sifat Asam Basa

Ke-2 senyawa ini tentu saja memiliki sifat masing-masing yang berbeda. Apa saja?

1. Asam

  • Sifatnya yang masam
  • Memiliki sifat perusak logam(korosif)
  • Menghasilkan Ion H+ atau Ion – Ion hydrogen dan Ion sisa asam yang bermuatan negative jika dilarutkan dalam air
  • Jika diuji menggunakan kertas lakmus biru maka bisa berubah menjadi merah
  • Jika diuji dengan menggunakan kertas lakmus berwarna merah maka tidak akan mengubah warna merah tersebut.

2. Basa

  • Memiliki rasa pahit
  • Tekstur yang licin
  • Kaustik atau merusak kulit
  • Jika dilarutkan dalam air maka menghasilkan Ion OH- atau Ion hidroksil dan ion logam atau gugus lain yang memiliki muatan negative
  • Jika diuji menggunakan indikator kertas lakmus berwarna biru maka tidak akan berubah warna
  • Jika diuji dalam kertas lakmus berwarna merah maka akan berubah warna menjadi biru
  • Jika Ion OH- nyaris dilepaskan seluruhnya maka akan termasuk dalam basa kuat. Bisa juga dikatakan memiliki keasaman yang rendah

Ciri asam dan basa

Adapun ciri-ciri dari masing-masing senyawa ini adalah sebagai berikut.

1. Asam

  • Derajat keasaman yang lebih kecil dari 7
  • Menyengat jika disentuh
  • Dapat mengantarkan arus listrik karena termasuk larutan elektrolit

2. Basa

  • Jika dalam keadaan murni maka berbentuk Kristal yang padat
  • Tingkat keasaman lebih besar dari 7
  • Dapat menhantarkan arus listrik karena bersifat elektrolit

Untuk penjelasan tambahan mengenai hujan asam ialah hujan yang memiliki pH- kurang dari 5,6. Hal ini biasan terjadi ketika udara tercemar oleh oksida yang sifatnya cenderung lebih ke asam. Banyak kerugian yang dirasakan ketika hujan asam antara lain

  1. Tumbuhan rusak karena pH tanah yang berubah
  2. Tanah yang tadinya subur menjadi tandus karena hilangnya unsur hara yang dibilas oleh hujan asam
  3. Biota air bisa menjadi mati karena pH air juga berubah
  4. Bangunan yang terbuat dari logam dan batu terancam rusak

Indikator

Yang dimaksud dengan indikator asam basa adalah senyawa yang ditambahkan dalam larutan dengan tujuan mengetahui kisaran pH dalam larutan tersebut. Untuk penggunaannya biasanya akan dicari tingkat keasamannya diberi asam basa yang sesuai kemudian dilakukan titrasi. Perubahan pH-nya bisa dilihat dari perubahan warna yang berisikan indikator.

Nah itulah tadi yang dimaksud dengan asam dan basa serta penjelasannya secara lengkap dan mudah dimengerti. Bagaimana? apakah kamu sudah mengerti dengan penjelasan di atas? Jadi, jangan malas untuk belajar kimia lagi ya cerdikawan karena ada cara mudah untuk mempelajarinya yakni dengan membaca tulisan ini.

Baca juga :
1. Mengenal Hidrokarbon Berdasarkan Jenis Ikatannya
2. Tabel Unsur Periodik Kimia dan Keterangan Pelengkapnya