Halo Cerdikawan, sekarang mari kita membahas materi tentang sosiologi. Pernahkah kamu mendengar tentang bentuk bentuk interaksi sosial? Manusia sebagai makhluk sosial pastilah mengalami interaksi. Nah, kali ini kita akan mengenal bentuk bentuk interaksi sosial? Dengan mempelajari materi ini lebih lanjut, kita nanti akan lebih paham mengenai bentuk bentuk interaksi sosial.

bentuk bentuk interaksi sosial
pixabay.com

Manusia tidak mungkin bisa hidup tanpa interaksi. Meskipun manusia berperan sebagai makhluk individu, tetapi bila peran individual dilaksanakan terus-menerus maka tidak mungkin kehidupan berjalan lancar. Kehidupan akan menjadi baik bila kamu mampu menyeimbangkan urusan sosial dan pribadi.

Oleh sebab itu, kita akan bahas macam dari interaksi sosial agar lebih paham dan mampu menerapkan. Sehingga kamu tidak mengalami permasalahan sosial ketika berada di lingkungan. Mari kita bahas mulai dari sekarang!

Pengertian Interaksi Sosial

Sebelum mengenal berbagai bentuk dari interaksi sosial, ada baiknya kita memperhatikan pengertian dulu. Permasalahan sering terjadi seiring orang melupakan konsep awal. Karena pasti sebuah ilmu dibentuk dari sebuah konsep dasar.

Oleh karena itu, mari kita perhatikan pengertiannya. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu maupun kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Hal ini bisa terjadi dimana saja, tetapi yang jelas pasti terjadi di lingkungan sehari-hari.

Interaksi sosial pasti terjadi di antara lebih dari satu orang. Kalau satu orang lebih sering dikatakan sebagai konflik pribadi atau monolog. Sedangkan interaksi sosial berlangsung antara orang satu dengan orang lain.

Nah, karena ada banyak macam interaksi sosial, maka mari bahas ke intinya saja.

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial

Bila mengacu pada macam interaksi sosial, pasti ada dua macam yang dibahas. Yakni asosiatif dan disosiatif. Lantas apa perbedaan dari dua macam interaksi itu? Mari kita bahas secara detail disertai contohnya.

1. Interaksi Sosial Asosiatif

bentuk bentuk interaksi sosial
pixabay.com

Ini adalah bentuk interaksi sosial yang mengacu ke dalam hal positif. Interaksi ini akan mengacu kepada persatuan, perdamaian, dan kelompok bernuansa baik lain. Tidak akan menimbulkan masalah maupun perpecahan. Dan bentuk interaksi ini terbagi atas beberapa macam, antara lain:

a. Kerja Sama

Yakni bentuk interaksi sosial ketika individu maupun kelompok mau bekerja secara bersama-sama, saling tolong menolong, serta bahu-membahu untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Orang-orang akan secara suka rela saling membantu bahkan tanpa imbalan apapun.

Beberapa kegiatan ini termasuk ke dalam kerja sama, yakni:

  • Bargaining: bentuk kerja sama berupa kegiatan perjanjian untuk tukar menukar barang maupun jasa dari dua organisasi maupun lebih.
  • Gotong royong: bentuk kerja sama yang dilakukan suka rela demi mengerjakan pekerjaan tertentu agar lebih ringan dan dilakukan oleh orang banyak.
  • Koalisi: bentuk kerja sama berupa kombinasi antara dua organisasi maupun lebih demi mencapai tujuan bersama.
  • Kooptasi: bentuk kerja sama berupa kesepakatan prosedur penerimaan unsur baru di sebuah kepemimpinan dan pelaksanaan ketatanegaraan demi menghindari terjadi konflik.
  • Joint Venture: bentuk kerja sama dalam perusahaan proyek khusus seperti perhotelan, minyak bumi, dan lain-lain.

b. Akomodasi

Yakni proses penyesuaian individu atau kelompok yang semula bertentangan agar bisa lepas dari ketegangan dan bisa hidup damai bersama-sama. Tujuan akomodasi adalah untuk mengurangi perbedaan pandangan serta pertentangan politik agar tidak terjadi konflik.

Beberapa bagian dari akomodasi antara lain:

  • Arbitrase: bentuk akomodasi bila pihak berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri, maka diundanglah kelompok ketiga netral untuk membantu penyelesaian.
  • Kompromi: bentuk akomodasi ketika pihak terlibat perselisihan saling meredakan tuntutan sehingga tercapai penyelesaian dengan kompromi.
  • Mediasi: bentuk akomodasi dengan melibatkan pihak ketiga netral sebagai juru damai atau penengah.
  • Toleransi: bentuk akomodasi tanpa ada persetujuan resmi karena ingin menghindari diri dari perselisihan panjang saling merugikan.
  • Konsiliasi: bentuk akomodasi dengan upaya mempertemukan keinginan pihak berselisih untuk mencapai persetujuan bersama.
  • Stalement: bentuk akomodasi ketika kelompok terlibat pertentang memiliki kekuatan seimbang maka konflik akan berhenti dengan sendirinya.
  • Koersi: bentuk akomodasi yang berlangsung karena paksaan kehendak dari pihak lain yang lebih lemah yang didominasi oleh pihak lain.

c. Akulturasi

Adalah penerimaan unsur baru menjadi kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur lama. Akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan yang bersama dalam waktu lama.

Misalnya, ada budaya musik melayu yang terus bersinggungan dengan musik portugis sehingga tercipta musik keroncong.

d. Asimilasi

Adalah usaha untuk meredakan perbedaan antar individu atau kelompok untuk mencapai kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama. Contoh, seni kaligrafi berasal dari Arab tetapi tumbuh subur di Indonesia menjadi salah satu kebudayaan Islam di Indonesia.

2. Bentuk Interaksi Disosiatif

pixabay.com

Kebalikan dari asosiatif, interaksi disosiatf adalah interaksi yang akan memicu terjadi konflik maupun perpecahan, baik antar individu maupun kelompok. Beberapa bentuk interaksi yang termasuk ke dalam kelompok ini antara lain:

a. Kompetisi

Kompetisi adalah persaingan antara individu maupun kelompok demi meraih tujuan sama tetapi dengan cara lomba maupun bertanding. Bila dilakukan secara sportif, sebetulnya tidak terjadi masalah. Tetapi bila ada pelanggaran, bisa menimbulkan kericuhan.

Misalnya, lomba panjat pinang saat peringatan 17 agustus untuk meraih hadiah-hadiah menggiurkan.

b. Kontravensi

Yakni sikap menentang secara sembunyi-sembunyi supaya tidak terjadi perselisihan maupun konflik secara terbuka. Interaksi ini penuh dengan ketidakpastian, keraguan, penolakan, maupun penyangkalan yang tidak bisa diungkapkan secara terbuka.

Terdapat 5 macam kontravensi, antara lain:

  • Umum: penolakan, protes, perlawanan, gangguan, dan mengancam pihak lain.
  • Sederhana: menyangkal pernyataan orang lain di depan umum
  • Rahasia: membocorkan rahasia orang lain.
  • Taktis: mengejutkan lawan dengan melakukan provokasi maupun intimidasi
  • Intensif: menghasut dan menyebarkan desas-desus.

c. Konflik Sosial

Yakni bentuk interaksi sosial disosiatif dikarenakan ada perbedaan paham maupun kepentingan antar individu maupun kelompok. Konflik bermula dari ancaman, kekerasan, serta kontak fisik dari pihak yang bertikai.

Konflik sosial salah satunya antara Palestina dan Israel. Israel terus menyerang demi merebut wilayah dari Palestina.

Interaksi sosial ternyata cukup banyak ya! Tadi sudah dijelaskan mengenai bentuk bentuk interaksi sosial asosiatif dan pengertian dari bentuk bentuk interaksi sosial.

Bila ada pertanyaan berwujud tuliskan bentuk bentuk interaksi maka kamu bisa jawab dengan membaca materi di atas. Semua pengertian, contoh, dan bentuk interaksi sudah ditulis dengan lengkap.

Dengan begitu, kamu tidak akan lagi kesulitan bila materi ini benar-benar sudah diajarkan di kelas. Dan tentu saja kamu bisa menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari karena materi ini sangat lekat dengan kehidupan.

Sudah jelas kan? Kalau masih bingung, baca kembali materi ini dengan seksama. Kamu pasti akan mudah mengerti karena memang sangat sederhana. Jangan lupa untuk terus belajar bersama PinterKelas, semua materi pelajaran di kelas tersedia lengkap dan tidak terbatas. Semoga sukses Cerdikawan.

Baca juga :
1. Yuk Simak Pengertian Interaksi Sosial di Sini!
2. Teori dan Contoh Perubahan Sosial

Author