Cerdikawan. kamu pernah dong membaca buku? Yah, minimal buku pelajaran sekolah! Perhatikan di bagian akhirnya! Ada yang disebut daftar pustaka. Bagian dari buku yang hanya ada di buku nonfiksi. Penulisan daftar pustaka ini unik, tidak sama dengan tulisan di halaman lainnya. Itu sebabnya, kali ini Pinter Kelas akan membahasnya tuntas.

Untuk apa membahas penulisan daftar pustaka? Toh, kamu tidak bercita-cita ingin menjadi penulis!

Pertama, karena materi ini bagian dari pelajaran bahasa Indonesia SMP dan SMA. Tentunya, mungkin saja suatu saat ada dalam soal ujian atau ulangan. Kedua, meski kamu tidak pernah bercita-cita menjadi penulis di jenjang pendidikan selanjutnya kamu akan menuliskan suatu karya ilmiah. Nah, meski kedudukannya di bagian akhir daftar pustaka sangat penting. Bagian ini menunjukkan bahwa tulisan kamu berdasarkan bukti nyata atau penelitin orang lain.

Hmmm Yuk, dimulai pembahasan tentang penulisan daftar pustaka ini!

Pengertian Daftar Pustaka

Sesuai dengan namanya, daftar berarti sesuatu yang ditulis secara berurut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, daftar disebutkan sebagai catatan sejumlah hal tentang kata-kata, nama orang, barang, dan sebagainya yang disusun berderet dari atas ke bawah dengan urutan tertentu. Sementara kata pustaka mengacu kepada suatu barang yang disebut sebagai buku.

Jadi, daftar pustaka adalah daftar buku atau catatan sejumlah hal tentang buku yang disusun berderet dari atas ke bawah.

Apa saja tentang buku yang dicantumkan dalam daftar pustaka? Daftar pustaka merupakan sumber atau rujukan seorang penulis dalam menyusun karya ilmiah yang berisi:

  • Nama penulis
  • Tahun Terbit
  • Judul tulisan
  • Penerbit
  • Identitas penerbit atau alamat

Isi daftar pustaka di atas sekaligus sebagai urutan penulisan daftar pustaka yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia atau PUEBI yang berlaku.

Di atas sudah dijelaskan bahwa daftar pustaka digunakan untuk menuliskan karya-karya nonfiksi, seperti:

  • Buku nonfiksi, seperti buku pelajaran sekolah dan buku panduan
  • Makalah
  • Artikel
  • Skripsi
  • Jurnal
  • dan sebagainya

Jika dalam sebuah buku, daftar pustaka lazim kamu temui. Namun, di karya ilmiah lain, daftar ini sering pula ditulis sebagai rujukan, referensi, catatan kaki, dan pranala.

Fungsi Daftar Pustaka

Dalam semua contoh penulisan daftar pustaka, apapun sebutannya, selalu dituliskan di bagian akhir. Meski demikian, daftar ini mempunyai fungsi yang sangat penting. Suatu karya ilmiah tidak lengkap tanpa kehadirannya.

Fungsi tersebut, antara lain:

  • Sumber atau rujukan penulis tentang suatu hal yang ditulisnya. Jadi, yang ditulis bukanlah sesuatu yang tidak nyata atau fiksi tetapi berdasarkan bukti ilmiah.
  • Meyakinkan kepada pembaca tentang tulisan yang berada di dalamnya. Daftar membuat pembaca percaya bahwa informasi yang disajikan adalah benar.
  • Memberikan apresiasi kepada penulis yang judul buku dan namanya dalam daftar.

Jenis Penulisan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka memang unik. Kamu tidak dapat menulisnya seperti kalimat biasa. Ada kaidah tertentu yang harus diikuti. Kaidah tersebut disesuaikan pula dengan jenisnya. Hal ini harus kamu perhatikan.

1. Penulisan Berdasarkan Metode Havard

Penulisan daftar buku yang digunakan dalam bahasa Indonesia ternyata mengikuti metode Havard lho! Ini mungkin untuk menyesuaikan dengan pembacanya ya! Agar pembaca di seluruh dunia satu persepsi.

Dalam metode Havard, daftar pustaka tetap dituliskan sesuai urutan yang sudah dibahas sebelumnya. Hanya saja, metode ini menekankan bahwa pada setiap urutan dipisahkan dengan tanda titik.

Metode ini juga menekankan pada nama penulis.

  • Cara menulis daftar pustaka yang nama penulisnya satu dan hanya terdiri dari satu suku kata, langsung dituliskan seperti biasa.
  • Cara menulis daftar pustaka dengan nama pengarang 2 kata, dibalik. Misalnya, nama penulis Nani Herawati, maka dalam daftar pustaka ditulis Herawati, Nani (Nama belakang dituliskan di depan dan dipisahkan dengan koma).
  • Cara menulis daftar pustaka dengan nama pengarang 2 orang, hanya dituliskan terbalik pada nama yang pertama saja.

    Misalkan, pengarang buku yang dijadikan rujukan ada dua orang Nani Herawati dan Mukhtara Rama. Dalam daftar pustaka nama penulis di atas, dituliskan Herawati, Nani dan Mukhtara Rama atau Rama, Mukhtara dan Nani Herawati.
  • Cara menulis daftar pustaka dengan nama pengarang 3 kata, dituliskan terlebih dahulu nama akhir baru nama depan secara berurut nama depan setelah diselingi koma.

    Misalnya nama penulis adalah Avanty Asmarani Khansa. Dalam daftar pustaka ditulis khansa, Avanty Asmarani.
  • Cara menulis daftar pustaka dengan nama pengarang 3 orang atau lebih hanya dituliskan salah satu saja yang kamu pilih dan bagian akhir ditulis dkk setelah dipisahkan titik. Singkatan dkk adalah kependekan dari dan kawan-kawan.

    Misalnya, penulis terdiri dari Fitria Nisa, Bayu Anggara, dan Cinta Amalia. Kamu dapat menulsikannya dalam daftar pustaka menjadi: Nisa, Fitria. dkk. Kamu dapat juga menuliskan dengan Anggara, Bayu. dkk. Selain itu, kamu juga dapat memilih nama Cinta untuk dituliskan sehingga daftar pustaka menjadi Amalia, Cinta. dkk.
  • Penulisan daftar pustaka nama penulis tidak menuliskan gelar.

    Contoh penulisan daftar pustaka secara lengkap:
    Kristianto, Betty. dkk. 2018. The Journey of Writing. Bandung: Bitred Publishing,

2. Jenis Daftar Pustaka untuk Buku Teks

Yang termasuk buku teks yang paling kamu kenal, misalnya buku pelajaran. Selain itu, jika kamu melihat di toko buku ada buku tutorial, buku-buku agama, dan sebagainya.

Jenis daftar pustaka ini dibagi lagi menjadi:

  • Penulis Perorangan, sama dengan metode Havard yang sudah dipelajari sebelumnya. Yang berbeda hanya penulisan judul yang sering ditulis dengan garis bawah.

    Contoh:
    Kristianti, Bett. dkk. 2018. The Journey of Writing. Bandung: Bitread Publishing.
  • Buku yang ditulis oleh lembaga. Penulsan daftar pustaka buku yang ditulis lembaga hampir sama dengan perorangan, hanya nama penulis diganti dengan nama lembaga.

    Contoh:
    Joeragan Artikel. 2018. The Journey of Writing. Bandung: Biteead Publishing.
  • Buku terjemahan, daftar pustakanya ditambahkan nama penerjemah di urutan setelah judul buku yang merupakan huruf miring atau digarisbawahi.

    Contoh:
    Mistu, Musthafa Dieb Al Bugha Muhyiddin. 2003. Al Wafi Syarah Kitab Arba’in An-Nawawiyah. Muhil Dhofir. Jakarta: Al Ithisom

3. Daftar Pustaka untuk Jurnal

Jurnal yang dimaksud dalam bahasa Indonesia dapat berupa catatan tokoh, surat kabar harian, dan majalah. Jurnal ini terkadang dijadikan sebagai sumber pula oleh seorang penulis. Khusus untuk penulisan jurnal, urutan penulisan daftar pustaka menjadi:

Nama penulis. Tahun terbit. Judul artikel atau jurnal. Nama jurnal (dicetak miring atau digarisbawahi). Media (jika ada). Volume atau nomor terbit. Nomor halaman.

Contoh:
Benner, Diadora. 2000. English Preposition a Stratificational Approach Journal of Linguistics. 4(10: 153 – 172.

4. Daftar Pustaka dari Makalah

Sebanarnya makalah seminar masih merupakan bagian dari seminar. Namun, karena penulisannya sedikit berbeda maka dituliskan dalam jenis yang berbeda.

Penulisan daftar pustaka dari jurnal makalah, yaitu:

Nama penulis. tahun terbit. Judul makalah yang ditulis dalam tanda petik. Pernyataan makalah disajikan dalam. Nama pertemuan, lembaga penyelenggara, dan tanggal serta bulan penyelenggaraan.

Contoh:
Sokresno, Enny. 2016. “Sekolah Cahaya Mendidik Anak Berkarakter”. Makalah disajikan dalam Seminar Parenting Orang Tua Siswa SDIT Al Azkar. Komite SDIT Al Azkar, Tangerang Selatan, 5 Maret.

5. Daftar Pustaka dari Internet

Beberapa tahun ini tulisan di intenet sangat banyak sekali. Kamu ingin tahu apa saja, sumbernya tersedia. Oleh karena itu, khusus untuk penulisan daftar pustaka dari internet mempunyai cara sendiri, yaitu:

Nama penulis. Tahun terbit. Judul (dicetak miring jika dari jurnal) atau dalam tanda petik jika bukan jurnal dan diberi keterangan online dalam kurung. Volume dan nomor (jika ada). Alamat website. tanggal, bulan, dan tahun mengakses.

Contoh:
Mubaraok, Ilham. 2019. “Belajar Digital Marketing Lengkap untuk Pemula” (online). https://www.niagahoster.co.id/blog/belajar-digital-marketing/. 16 April, 2020.

Wah, ternyata cukup banyak ya aturan Daftar Pustaka? Dalam ujian biasanya pertanyaan seputar penulisan daftar pustaka dari buku teks. Yang lainnya, akan kamu aplikasikan jika menuliskan karya ilmiah di pendidikan selanjutnya.

Author