Hai Cerdikawan, mari kita belajar Fisika kembali. Kali ini kita akan membahas sesuatu yang sangat dekat dengan kita, yakni listrik. Ada dua macam rangkaian listrik, yakni rangkaian paralel dan rangkaian seri. Kendati kita akan bahas perbedaan keduanya, tetapi sudut pandang akan lebih kuat pada rangkaian paralel. Jadi setelah ini kamu akan paham banyak hal mengenai rangkaian paralel.

romadecade.org

Manusia sekarang ini hampir dikatakan tidak bisa lepas dari listrik. Apakah kamu ingat kejadian padam listrik lama di Jakarta? Dikarenakan listrik padam berjam-jam, semua kegiatan seakan lumpuh.

Orang-orang tidak bisa berkutik dan bahkan mereka pergi ke segala tempat dengan sumber listrik. Ketergantungan manusia terhadap listrik amatlah besar. Nah, itulah mengapa kita harus membahas materi ini. Supaya nanti kamu bisa dengan mudah memahami bila ada permasalahan listrik terjadi dan tidak sekadar menyalahkan PLN saja. Yuk kita bahas!

Pengertian Rangkaian Listrik Paralel

Listrik tidak akan berfungsi bilamana tidak dirangkai. Sumber daya untuk listrik harus dirangkai sedemikian rupa sehingga aliran itu bisa sampai kepada alat listrik. Sehingga sumber listrik tadi bisa memberi kekuatan kepada alat yang membutuhkan energi listrik.

Berbicara mengenai rangkaian listrik, pastilah ada dua jenis rangkaian. Yakni rangkaian seri dan rangkaian paralel. Apa perbedaan di antara kedua rangkaian itu? Mari kita bahas satu per satu agar lebih mudah dipahami.

1. Rangkaian Seri

Rangkaian seri ialah rangkaian listrik yang hambatanya disusun secara sejajar/bersebelahan. Pada rangkaian ini, kuat arus (I) mengalir dari sumber energi yang tersedia melewati hambatan satu ke hambatan lain dengan perantara kabel.

rangkaian paralel
romadecade.org

Arus listrik akan melewati hambatan/resistor dengan nilai sama besar. Mengapa bisa sama besar? Karena aliran listrik itu lurus, tidak akan pergi kemana-mana. Maka bisa dituliskan sebagai berikut:

Itotal = I1 = I2 = I…….

Tegangan mengalir di hambatan 1 tidak sama dengan tegangan mengalir di hambatan 2. Namun, bila keseluruhan tegangan dijumlahkan, maka hasilnya tetap sama dengan tegangan yang keluar dari sumber. Bisa dituliskan berikut ini:

Vtotal = V1 + V2 + V……

Jadi hambatan total dari rangakain seri adalah jumlah seluruh hambatannya. Kemudian bisa dituliskan seperti di bawah ini:

Rtotal = R1 + R2 + R ….

2. Rangkaian Paralel

Mari kita mulai membahas rangkaian ini. Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang hambatannya disusun secara bercabang/bertingkat. Kamu akan melihat hambatan disusun seperti bertumpuk. Dan ini adalah ciri khas dari rangkaian ini yang kamu harus ingat.

rangkaian paralel
romadecade.org

Ketika aliran listrik mulai mengalir dari sumber listrik (baterai), kemudian sejumlah aliran itu akan terpecah menuju ke hambatan. Karena hambatan tidak mungkin hanya satu maka kuat arus itu akan berbeda-beda.

Aliran pertama akan masuk ke hambatan I, ketika sudah naik akan mengalir ke hambatan II, dan seterusnya. Alhasil kuat arus dari aliran listriknya berbeda. Tetapi satu hal pasti bahwa sumber energi tetap akan sama dengan seluruh kuat arus yang mengalir di hambatan.

Kemudian bisa dituliskan seperti di bawah ini:

Itotal = I1 + I2 + I ….

Tegangan dari hambatan 1 dan hambatan 2 nilainya sama besar. Maka bisa dituliskan seperti di bawah ini:

Vtotal = V1 = V2 = V …..

Sedangkan cara untuk menghitung hambatan dari rangkaian paralel adalah sebagai berikut:

1/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + …

Ciri-Ciri Rangkaian Paralel

Karena artikel ini lebih mengedepankan susunan paralel, maka mari kita bahas ciri-ciri dari rangkaian ini, yakni:

  • Disusun secara bersusun atau bercabang.
  • Arus listrik dari rangkaian ini besarnya berbeda untuk tiap resistor.
  • Tiap komponen terhubung dengan kutub positif dan negatif dari sumber listrik. Jadi semua komponen mendapat tegangan sama. Dan hambatan total bernilai lebih kecil dari hambatan tiap komponen listriknya.

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel

Mari kita bahas perbedaan kedua rangkaian ini dengan bentuk tabel agar lebih mudah dipahami.

Rangkaian SeriRangkaian Paralel
Cara menyusunSecara berurutanSecara bersusun atau berjajar
Penggunaan kabel dan saklarLebih hemat kabel dan saklarBoros kabel dan saklar
Kontinuitas komponen listrikBila satu padam, semua ikut padamBila satu padam, yang lain masih tetap menyala
Hambatan totalLebih besar dari hambatan terbesarLebih kecil dari hambatan terkecil
Kondisi komponen listrikBerpijar dengan tidak sama terangBerpijar sama terangnya

Itulah perbedaan bila diterangkan dalam bentuk tabel, jadi mari kita bahas satu per satu dengan lebih detail.

  1. Cara menyusun
    Mengenai cara menyusun sudah sangat jelas. Rangkaian seri disusun secara berurutan. Sedangkan rangkaian paralel disusun secara berjajar.
  2. Penggunaan kabel dan saklar
    Penggunaan kabel untuk rangkaian seri terbilang hemat. Rangkaian disusun secara lurus. Ibaratnya, dengan 3 meter kabel sudah selesai. Sedangkan susunan paralel tidak bisa begitu. Susunan bertumpuk itu membutuhkan kabel lebih banyak.
  3. Kontinuitas komponen listrik
    Salah satu kelemahan fatal dari rangkaian seri adalah ketika ada satu resistor mati maka semua akan ikut mati. Tentu akan sangat beresiko bila diterapkan di ruangan besar dengan kebutuhan komponen yang banyak. Itulah mengapa susunan paralel lebih sering digunakan untuk keperluan konsumsi dalam jumlah besar.
  4. Hambatan total
    Karena arus listrik di rangkain seri sama besar, hambatan total pun besar. Sedangkan di susunan paralel justru lebih kecil karena arus listrik tidak sama antara satu resistor dengan resistor lain.
  5. Kondisi komponen listrik
    Pada rangkaian seri, semakin menjauh dari sumber listrik maka pijaran semakin redup. Sedangkan pada susunan paralel akan sama terang pijaran lampunya.

Keunggulan dan Kelemahan Rangkaian

1. Keunggulan

Rangkaian seri unggul dalam hal penggunaan kabel. Ketika hendak membuat susunan seri, kamu tidak butuh kabel terlalu banyak. Bila mengalami kerusakan, akan lebih mudah dideteksi. Dan karena arus listrik sama, maka akan lebih hemat listrik.

Sedangkan kelebihan dari susunan paralel adalah bila ada satu resistor bermasalah tidak akan berpengaruh terhadap resistor lain. Dan semua lampu terpasang memiliki pijar cahaya sama meski letaknya jauh dari sumber listrik sekali pun.

2. Kelemahan

Bila ada satu resistor mati, maka semuanya akan mati. Ketika keadaan tengah darurat tentu ini akan sangat mengesalkan. Selain itu, pijar cahaya resistor satu dengan yang lain berbeda. Ini membuat tampak tidak seimbang.

Sedangkan kelemahan dari rangkaian paralel adalah boros daya. Selain membutukan lebih banyak sumber listrik, juga boros dalam penggunaan kabel dan saklar.

Itulah materi seputar rangkaian paralel. Tadi sudah dijelaskan rumus rangkaian paralel dan karakteristik rangkain paralel. Dan pada poin terakhir ada pula kelebihan dan kelemahan rangkaian seri dan paralel.

Jadi materi kali ini sudah dijelaskan dengan begitu lengkap nan sederhana. Pasti akan sangat mudah dimengerti. Baca materi secara pelan-pelan dan coba resapi tiap poinnya. Pasti kamu akan mudah mengerti. Semoga berhasil.

Baca juga :
1. Pengertian Gaya Lorentz, Rumus, dan Contoh Soal
2. Pengertian Viskositas dan Rumusnya

Author