Cerdikawan, kamu pasti sudah mengenal fotosintesis sejak duduk di bangku SD. Suatu proses yang dilakukan untuk membuat makanan sendiri. Hanya tumbuhan tingkat tinggi dan mempunyai klorofil yang dapat melakukannya. Percobaan fotosintesis dari para ahli yang juga dapat kamu buat di sekolah membuktikan proses tersebut.

Jadi, proses fotosintesis yang sering juga disebut sebagai asimilasi benar adanya. Ini membuat tumbuhan dianggap sebagai produsen. Penghasil makanan hampir seluruh hewan dan manusia.

Bagaimana proses membuat makanan tersebut terjadi? Apa saja percobaan fotosintesis yang sudah membuktikannya? Semua hal yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut akan dibahas dalam Pinter Kelas kali ini.

Pengertian Fotosintesis

Secara sederhana, pengertian fotosintesis sudah dikemukakan di atas sebagai proses pembuatan makanan pada tumbuhan.

percobaan fotosintesis
LaeliTM.com

Secara lengkap, fotosintes merupakan proses anabolisme, penyusunan atau sintesis molekul kompleks dari berbagai molekul sederhana.

Apa yang disusun? Sesuai dengan pengetahuan kamu sebelumnya, molekul sederhana yang disusun adalah karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari tanah. Kedua molekul tersebut diproses dengan bantuan sinar matahari atau cahaya menjadi molekul kompleks C6H12O6 atau karbohidrat dan Oksigen (O2).

Proses Fotosintesis

Tidak semua tumbuhan dapat melakukan fotosintesis karena proses ini memerlukan zat hijau daun atau klorofil. Sementara ada jenis tumbuhan yang tidak memiliki zat itu.

Namun, fotosintesis diperlukan semua makhluk hidup di dunia. Hasil fotosintesis yang disimpan tumbuhan di akar, daun, batang, atau buah menjadi bahan makanan hewan dan manusia. Makanan yang sekaligus menjadi sumber energi.

Selain itu, fotosintesis juga menghasilkan oksigen. Zat yang dibutuhkan hewan dan manusia untuk bernafas.

Bagaimana proses fotosintesis terjadi? Di bawah ini urutan atau langkahnya yang Pinter Kelas susun per bagian agar kamu mudah memahaminya!

  • Fotosintesis memerlukan karbondioksida, zat yang ada di udara. Zat ini diserap tumbuhan melalui stomata yang ada pada daun.
  • Air juga diperlukan untuk fotosintesis, seperti gambar di atas. Air ini berada di dalam tanah. Air diserap oleh akar dan dibawa oleh pembuluh xilem ke arah daun tempat terjadinya fotosintesis. air juga diperoleh dari bagian tumbuhan lain, seperti batang dan daun saat hujan. Selain diserap melalui akar.
  • Fotosintesis berlangsung siang hari. Sesuai dengan namanya “foto’, proses ini tidak dapat terjadi tanpa cahaya matahari. Beberapa penelitian sudah berhasil pula membuktikan bahwa tidak hanya sinar matahari yang dapat digunakan untuk fotosintesis. Cahaya dari lampu neon yang cukup terang dapat menggantikan sinar matahari.
  • Energi cahaya dari sinar matahari yang ditangkap mengubah air menjadi oksigen dan hidrogen.
  • Hidrogen yang dihasilkan langsung bergabung dengan air atau H2O untuk membentuk zat yang lebih kompleks, karbohidrat. Karbohidrat ini diperlukan tanaman dan makhluk hidup lain sebagai sumber energi.
  • Sisa hasil fotosintesis berupa oksigen atau O2, dilepaskan kembali ke udara.

Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau menjadi syarat terjadinya fotosintesis. Syarat tersebut, yaitu:

  • Klorofil, zat hijau daun yang hanya dimiliki sebagian tumbuhan. Di bagian ini fotosintesis terjadi.
  • Cahaya, merupakan sumber energi yang membantu mengubah atau mensintesis molekul yang terlibat dalam fotosintesis. Cahaya yang paling besar energinya adalah matahari. Ini merupakan sumber energi paling utama di bumi.
  • Air, zat yang mutlak diperlukan dan dapat diserap melalui akar atau bagian lain dan dibawa oleh pembuluh xilem ke bagian daun.
  • Karbondioksida di udara merupakan hasil atau sisa respirasi atau pernapasan manusia. Karbondioksida ini merupakan pokok penting dalam fotosintesis agar zat lengkap dan dapat membentuk karbohidrat.

Percobaan Fotosintesis

Fotosintesis pada tumbuhan sudah diketahui para ilmuwan Biologi sejak ratusan tahun lalu. Setelah itu, mereka mencoba membuktikan kembali teori yang pernah ada melalui percobaan atau penelitian.

Di bawah ini beberapa percobaan fotosintesis yang pernah dilakukan dan dikenal hingga kini.

1. Percobaan Ingenhousz

Percobaan ini termasuk yang pertama tentang fotosintesis. Peralatan yang digunakan cukup sederhana. Meskipun demikian di sekolah-sekolah percobaan ini masih sering dilakukan sebagai bahan praktikum.

Percobaan Ingenhousz ini dilakukan pada tahun 1799 dan membuktikan bahwa fotosintesis membutuhkan cahaya, klorofil, dan karbondiosksida. Sementara salah satu hasilnya adalah oksigen.

Peralatan yang dibutuhkan dalam percobaan ditunjukkan pada gambar berikut:

fotosintesistumbuhan-rani.blogspot.com

Peralatan percobaan dilakukan pada 3 tempat, di bawah sinar matahari sedang, banyak, dan tidak ada.

Hasil menunjukkan bahwa gelembung udara (oksigen) dihasilkan dan terlihat ada pada tabung reaksi pada peralatan yang diletakkan dan terkena sinar matahari. Semakin banyak sinar matahari yang diperoleh, semakin banyak gelembung udara yang dihasilkan.

Untuk membuktikan bahawa gelembung udara adalah oksigen, Engelmann medekatkan gelembung dengan nyala api. Api semakin besr manandakan adanya oksigen di sekitarnya.

2. Percobaan G.J Sach

Percobaan selanjutnya yang terkenal dilakukan G.J Sach.

Percobaan yang dilakukan pada tahun 1861 ini ingin membuktikan bahwa fotosintesis memerlukan cahaya dan klrofil, dan menghasilkan zat tepung atau amilum, dalam hal ini karbondioksida.

percobaan fotosintesis
amaliamyself.blogspot.com

Percobaan dilakukan melalui beberapa tahap sederhana:

  • Daun tanaman ada yang dibiarkan terbuka dan ada yang ditutup kertas karbun untuk menghalangi sinar matahari masuk ke sel daun.
  • Setelah beberapa lama, daun diambil.
  • Pertama daun dua macam daun: yang ditup karbon dan tidak dimasukkan dalam air panas. Cara ini dilakukan untuk mematikan seluruh sel daun agar tidak beraktivitas selama percobaan.
  • Setelah dimasukkan ke dalam air panas, kedua macam daun dimasukkan ke dalam alkohol panas. Cara kedua ini dimaksudkan untuk melarutkan klorofil.
  • Terakhir, daun ditetesi Iodium atau lugol. Daun yang berwarna tua, artinya mengandung zat tepung hasil fotosintesis.
  • Daun yang ditutup karbon tidak mengalami fotosintesis.

3. Percobaan Engelmnn

Percobaan ini dilakukan pada sekitar tahun 1886.

Seorang ilmuwan bernama Engelmann ingin membuktikan bahwa fotosintesis benar-benar memerlukan klorofil dan cahaya matahari. Selain itu, percobaan juga meneliti spektrum cahaya yang paling efektif yang dapat meningkatkan proses fotosintesis.

Engelmann melakukan percobaan secara sederhana, menggunakan spyrogyra, alga yang mempunyai zat hijau daun atau klorofil dan Bacterium thermo yang memakan hasil fotosintesis dan mudah terangsang aktivitasnya dengan suhu udara tertentu.

Untuk cahaya matahari, Engelmann mengarahkan sinar dengan spektrum tertentu. Cahaya yang mempunyai gelombang antara 400 sampai 800nm, yaitu spektrum cahaya biru.

cerdasbiologi.blogspot.com

Hasil percobaan Engelmann ditunjukkan pada gambar di atas. Gambar menunjukkan bahwa pada Spyrogyra dapat terjadi fotosintesis karena di dalam selnya mengandung klorofil.

Sementara untuk kebutuhan cahaya untuk fotosintesis ditunjukkan oleh banyaknya bakteri yang datang untuk memakan oksigen hasilnya ketika cahaya diarahkan kepada Syrogyra. Itu artinya saat itu terjadi fotosintesis yang menghasilkan oksigen.

Kedatangan bakteri semakin banyak ketika sinar matahari dengan spektrum biru diarahkan kepada Spyrogyra. Engelmann menyimpulkan, cahaya yang paling efektif untuk melakukan fotosintesis adalah spektrum warna biru.

Itulah 3 percobaan fotosintesis melengkapi uraian singkat tentang fotosintesis di atasnya! Yuk, lakukan juga salah satu percobaan tersebut untuk meningkatkan pemahaman kamu!

Author