Cerdikawan, kamu pasti sudah tahu ciri-ciri makhluk hidup. Salah satunya adalah pertumbuhan dan perkembangan. Ciri yang sangat terlihat pada makhluk hidup ketika dalam tahapan awal. Manusia saat masih bayi hingga usia 5 tahun, hewan yang baru dilahirkan, begitu pula tumbuhan.

Namun, tahukah kamu apa dan bagaimana sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan? Apa perbedaan keduanya?

Pinter Kelas akan membahas tuntas tentang hal di atas secara sederhana agat lebih mudah dipahami.

Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan secara sederhana diartikan sebagai proses makhluk hidup bertambah tinggi dan bertambah besar.

Proses ini dapat diukur dengan ukuran tinggi dan timbangan berat. Cirinya juga terlihat jelas.

Kamu dapat meneliti pertumbuhan pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Ukurlah tinggi dan berat badan bayi atau anak usia balita selama 3 bulan berturut-turut. Di sana akan nampak perbedaannya. Bayi atau anak yang diukur kelihatan bertambah tinggi dan berat.

Selain pada bayi manusia, kamu juga dapat mengkur tinggi dan menimbang hewan, bayi kucing misalnya atau hewan lain yang ada di sekitar.

Bagaimana dengan tumbuhan? Tentu saja sama. Tumbuhan juga mengalami pertumbuhan. Hanya saja sedikit lebih sulit menimbang berat tumbuhan yang ditanam. Sebagai perwakilan kamu hanya dapat mengukur tingginya sejak baru tumbuh dari benih.

Mengapa kamu dianjurkan untuk mengukur pertumbuhan di masa masih awal kehidupan? Sama dengan perkembangan, di masa awal atau bayi pada manusia pertumbuhan sangat pesat. Pada usia tertentu, sekitar 7 tahun pada manusia, pertumbuhan melambat.

Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung cepat lagi ketika seorang anak memasuki masa pubertas. Pernah bukan melihat anak perempuan atau laki-laki di usia antara 10 sampai 13 tahun hanya dalam hitungan bulan tubuhnya meninggi dan membesar?

Di masa tertentu, pertumbuhan melambat dan akan berhenti.

Pertumbuhan ini sifatnya irreversible alias tidak dapat kembali ke bentuk semula. Orang yang sudah tinggi tidak mungkin besok atau lusa menjadi pendek.

Pengertian Perkembangan

Secara singkat, berkembang dapat diartikan sebagai bertambah pintar. Prosesnya disebut proses menuju dewasa hingga seluruh organ reproduksinya dapat menghasilkan individu baru.

Contoh perkembangan manusia menjadi hal yang paling mudah Cerdikawan amati.

Bayi yang baru dilahirkan hanya bisa menangis. Seiring dengan waktu, bayi bisa berceloteh, membalikkan badan, merangkak, berjalan, berbicara, berlari, membaca, dan seterusnya sesuai dengan lingkungan dan rangsangan yang didapatkan.

Perkembangan hewan juga dapat kamu amati sejak bayi, mulai dari lahir, bisa berdiri, berjalan, hingga dapat mencari makan sendiri.

Tidak ketinggalan dengan perkembangan tumbuhan. Perkembangannya ditandai dengan adanya satu daun, dua daun…. berbunga, dan berbiji.

Perkembangan dapat disebutkan dapat berjalan terus selama hidup tetapi tidak selamanya bisa diamati.

Orang yang sudah lanjut usia, masih dapat terus berkembang otaknya jika terus diasah dan belajar.

Namun, banyak pula makhluk hidup yang berhenti berkembang dan kembali ke bentuk semula.

Yang paling mudah diamati, tentu manusia. Di usia tertentu karena sakit, orang kehilangan kemampuan bicara, berjalan, dan mengingat. Tingkah lakunya kembali seperti bayi atau anak-anak.

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Banyak oramg sering menyamakan pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sesungguhnya berbeda.

Perbedaan keduanya bisa dilihat dari penjelasan pada pengertian di atas.

Pinter Kelas merangkumkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:

  • Pengertian
    Pertumbuhan berarti bertambah besar dan tinggi. Perkembangan artinya bertambah pintar dan menuju kedewasaan dan kematangan reproduksi.
  • Pengamatan
    Pertumbuhan lebih mudah diamati dengan mata telanjang, sementara perkembangan tidak. Apalagi perkembangan orang yang sudah dewasa. Beberapa orang menilainya dari perilaku sehari-hari tetapi tidak baku.
  • Masa
    Di usia tertentu, makhluk hidup tidak lagi dapat bertambah tinggi dan besar. Pertumbuhannya berhenti. Perkembangan dapat terjadi seumur hidup jika terus diasah dan kondisi kesehatan normal.
  • Dapat Kembali ke Awal
    Tidak ada makhluk hidup yang kembali mengecil. Pertumbuhan irreversible. Namun, perkembangan dapat kembali ke kondisi awal dalam situasi tertentu. Misalnya, ada remaja atau orang dewasa yang tingkah lakunya kembali seperti anak balita.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan setiap individu tidak sama. Hasil akhirnya juga tidak sama.

Itu dikarenakan keduanya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dijelaskan di bawah ini.

1. Genetika

Genetika atau disingkat gen atau heriditas atau dalam bahasa Indonesia keturunan, merupakan faktor pertama yang paling berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan.

Kamu mungkin sudah mempelajarinya, di mana pada manusia orang tua yang berambut lurus keduanya tidak akan mempunyai anak berambut keriting. Begitu pula dengan gen tinggi, rendah, sedang, dan seterusnya. Dalam ilmu hereditas yang kamu pelajari di kelas 9 SMP, ada perhitungannya tersendiri.

Meski demikian, nantinya pertumbuhan dan perkembangan optimal sesuai kemampuan masing-masing individu masih dapat dipengaruhi faktor lain.

2. Hormon

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi tumbuh dan kembang makhluk hidup adalah hormon.

Hormon ini dalam tubuh; baik manusia, hewan, dan tanaman berfungsi mengendalikam semua organ. Jadi, hormon ini sangat berpengaruh.

Sebagai ilustrasi hormon mempunyai sel target ketika bergerak dalam tubuh. Jika sel target yang harus diperoleh ditemukan, penerima protein reseptor langsung bergerak.

Pada akhirnya, hormon dapat membuat reseptor memberi sinyal. Baik sinyal menghambat atau merangsang pertumbuhan.

Pada manusia misalnya, hormon tirosin dapat merangsang pertumbuhan tulang rawan saat kamu tidur di malam hari.

3. Makanan

Makanan menjadi faktor penentu tumbuh kembang yang baik.

Pengaruhnya pada perkembangan mungkin kurang terlihat meski penting. Anak yang kurang gizi, kecerdasannya tidak berkembang optimal meski genetik orang tuanya cerdas di atas rata-rata. Dia akan berkembang menjadi manusia biasa saja.

Namun, makanan bergizi akan terlihat pada pertumbuhan. Anak yang mengonsumsi makanan bergizi akan terlihat lebih sehat, cepat tinggi, dan tidak kurus kering.

Makanan bergizi bagi manusia adalah yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral secara seimbang.

Dampak makanan pada hewan juga mirip dengan manusia. Terlihat jelas pada segi fisik.

Sementara itu, tanaman yang tidak diberi pupuk, kurang disediakan konsumsi makanannya, akan terlihat lambat tumbuh, sulit berbunga dan berbuah.

4. Lingkungan

Faktor lingkungan tidak kalah oenting pengaruhnya pada makhuk hidup.

Pada tanaman dan hewan, faktor lingkungan ini meliputi cahaya, air, kelembapan, suhu, dan tanah tempat dia tinggal.

Untuk hal-hal di atas, manusia dapat lebih mudah beradaptasi. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya di poin ini adalah kasih sayang dan rangsangan dari orang-orang sekitar.

Hmmm.. Cerdikawan itulah pembahasan kali ini tentang tumbuh dan kembang. Pada hewan dan manusia, keduanya sudah terjadi ketika masih dalam kandungan.

Masih ingat bukan tentang materi fertilisasi? Di sana Pinter kelas membahas tentang tumbuh kembang janin setiap minggu.

Menurut diri sendiri, apakah pertumbuhan dan perkembangan kamu sudah optimal? Bagaimana cara agar mengoptimalkannya? Jika sudah memahami materi di atas, kamu pasti bisa menjawab pertanyaan tersebut. Selamat belajar!

Author