Cerdikawan, setiap dari kamu pasti dalam kehidupan sehari-hari melakukan tindakan ekonomi tanpa disadari. Tindakan yang berhubungan dengan barang dan jasa dan kebutuhan manusia. Namun, karena sesuatu hal tindakan ekonomi bukanlah tindakan yang spontan. Terkadang kamu harus memilih dan memutuskan sesuatu untuk memperoleh produk yang dibutuhkan. Dengan kata lain, tindakan dipengaruhi oleh prinsip ekonomi.

Wah, sepertinya rumit juga ya belajar ekonomi? Ada beberapa bagian yang harus dihapalkan?

Jika kamu beranggapan ini suatu hal yang sulit, salah besar! Ilmu ekonomi tidak harus dihapal. Materi d dalamnya berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Secara rutin sudah kamu laksanakan. Hanya saja, tidak disebut dan dinamai dengan istilah ekonomi.

Jadi, dengan memahaminya saja pelajaran ini akan lebih mudah diingat.

Mau bukti? Yuk, belajar prinsip ekonomi dan contohnya dari Pinter Kelas!

Pengertian Prinsip Ekonomi

Pernahkah kamu harus memilih suatu produk yang manfaatnya sama? Misalnya, memilih makan nasi lengkap dengan lauk dan sayur atau mie instan; memilih baju dengan motif sama tetapi merek dan harganya berbeda; memilih ingin membeli buku atau memperbaiki gadget, dan seterusnya.

Pilihan yang kamu lakukan atau tindakan untuk memenuhi kebutuhan disebut sebagai tindakan ekonomi. Sementara itu, secara sederhana alasan dan prinsip yang kamu jadikan pertimbangan dalam melakukan tindakan disebut prinsip ekonomi.

Contohnya saja memilih baju dengan motif sama. Beberapa orang akan memilih harga yang murah karena mempunyai prinsip memperoleh manfaat maksimal dengan pembayaran semurah mungkin. Lainnya, memilih baju dengan brand yang ternama meski harganya lebih mahal. Orang yang memilih terakhir memutuskan tindakannya sesuai gaya hidup.

Nah, sudah terbayang pengertian prinsip ekonomi?

Menurut Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dalam situs resminya, prinsip ekonomi adalah panduan kegiatan ekonomi yang mendasari suatu tindakan sehingga tercapai perbandingan rasional antara pengorbanan dan hasil yang diperoleh.

Dalam berbagai buku ekonomi dituliskan, bahwa prinsip ekonomi merupakan suatu pertimbangan yang mengukur tindakan untuk memperoleh manfaat produk sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya. Prinsip yang dikemukakan oleh ekonom dunia, Adam Smith.

Prinsip di atas dilaksanakan semua pelaku ekonomi, mulai dari produsen, distributor, hingga konsumen.

Ciri-Ciri

Pernahkah kamu membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan? Atau membeli sesuatu yang baru padahal produk lama masih ada dan bermanfaat?

Kalau kamu pernah melakukannya, berarti tindakan yang kamu lakukan tidak sesuai dengan prinsip ekonomi. Mengapa? Karena seharusnya prinsip ekonomi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Mengutamakan kebutuhan yang sifatnya lebih penting dan mendesak.
  • Bersikap hemat dan tidak boros dalam melakukan tindakan memenuhi kebutuhan.
  • Melakukan segala sesuatu berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan keinginan sesaat karena melihat produk bagus atau masyarakat sering menyebutnya lapar mata.
  • Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap tindakan ekonomi yang dilakukan.

Jika kamu berada di posisi produsen dan distributor, tentu tindakannya adalah menjual produk dengan harga cukup untuk memperoleh laba. Sementara jika kamu berada di posisi konsumen, memilh barang berdasarkan kualitas dan harga.

Manfaat

Tentu saja ada manfaat yang kamu peroleh dengan melakukan tindakan sesuai dengan prinsip ekonomi. Manfaat tersebut, yaitu:

  • Memperoleh keuntungan maksimal dengan sumber daya yang dimiliki. Hal ini berlaku pada ketiga pelaku ekonomi, khususnya pada konsumen.

    Sumber daya konsumen adalah dana yang dimiliki. Dengan memegang teguh prinsip ekonomi, kamu harus memanfaatkan uang yang ada untuk membeli produk berkualitas terbaik dengan harga sekecil-kecilnya. Itulah yang terjadi ketika tawar menawar atau membandingkan harga barang yang satu dan lainnya.
  • Memperkecil resiko kerugian dan kerusakan, ini umumnya manfaat yang diperoleh produsen dan distributor.

    Akibatnya, ada produsen yang menjual barang dengan harga lebih murah dengan keuntungan kecil daripada barang menumpuk dan rusak. Ada pula produsen yang menjual lebih mahal dengan resiko kerusakan tetapi perhitungan keuntungan lebih besar.
  • Mencapai tujuan, utamanya kesejahteraan. Ini berlaku untuk produsen dan distributor yang mendapat keuntungan dari penjualan dan konsumen yang membeli produk dengan harga dan kualitas tertentu.
  • Memenuhi kepuasan ekonomi, jelas jika seseorang berhasil mencapai tujuannnya maka kepuasan akan tindakan yang sudah dilakukan akan dirasakan.
  • Hidup lebih maju dan persaingan lebih sehat antara produsen dan distributor. Meski produk sama, pertimbangan masing-masing dalam memberi harga memberikan manfaat ini.

Tujuan

Sesuai dengan definisi, manfaat, dan ciri yang sudah dijelaskan di atas, prinsip ekonomi hanya mempunyai dua tujuan, yaitu:

  1. Memaksimalkan keuntungan, dengan ukuran hasil yang diperoleh sebesar-besarnya.
  2. Meminimalkan kerugian, dengan ukuran pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan adalah yang sekecil-kecilnya.

10 Prinsip Ekonomi dan Contohnya

1. Orang-Orang Menghadapi Trade Off

Trade off artinya pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu. Hampir semua orang dan semua yang terlibat dalam konsumsi mengalaminya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerintah harus mengorbankan penggunaan sumber daya alam sebesar-besarnya.

Untuk memperoleh biaya sekolah orang tua kamu bekerja keras menghabiskan seluruh waktunya sepanjang hari.

Begitu pula ketika seseorang dihadapkan kepada dua pilihan, naik angkutan umum atau motor ketika berangkat ke kantor. Setiap pilihan mempunyai resiko dan pengorbanan sendiri.

2. Ada Oportunity Cost

Pengorbanan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuatu disebut opprotuniy cost.

Dalam contoh di atas, opprtunity cost pemerintah adalah sumber daya dan opportunity cost orang tua adalah waktu. Sementara untuk pilihan yang naik angkutan umum, kamu harus mengorbankan waktu dan pilihan naik motor adalah biaya untuk membeli motor dan bensin.

3. Orang Berpikir Rasional pada Keuntungan (marginity)

Prinsip ekonomi yang ketiga adalah orang yang berpikir rasional terhadap segala sesuatu yang dipilih dan diputuskan, apa saja keuntungan dan berapa besar pengorbanan yang dilakukan.

Dengan demikian, tujuan keuntungan atau manfaat maksimal dengan pengrobanan sekecil mungkin dapat dicapai.

4. Orang Tanggap atau Responsif terhadap Insentif

Insentif yang dimaksud di sini adalah segala perubahan yang terjadi di bidang eknomi.
Misalnya, ketika awal masa pandemi harga vitamin C naik, orang langsung berpikir untuk mencari alternatif meningkatkan daya tahan tubuh lebih murah.

Apotik hidup dapat menjadi alternatif yang sangat bagus. Orang mengisi waktu luang di rumah dan mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan.

5. Aktivitas Perdagangan yang Menguntungkan Semua Pihak

Prinsip ekonomi ini berlaku untuk produsen antar negara. Indonesia dengan negara tetangga, misalnya. Perdagangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing negara.

Perdagangan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari juga demikian. Intinya menguntungkan bagi produsen, distributor, dan konsumen.

6. Pasar Merupakan Tempat Terbaik Akitivitas Ekonomi

Pasar tempat terjadinya tawar menawar dan bertemunya penjual dan pembeli dalam arti luas. Harga yang stabil dan sesuai dengan daya beli juga terbentuk dengan mekanisme pasar yang baik.

7. Peran Pemerintah dalam Mengelola Hasil Pasar

Di atas telah disebutkan bahwa dalam prinsip ekonomi pasar adalah tempat terbaik. Peran pemerintah sangat membantu terjadinya mekanisme pasar yang baik, misalnya mengatur distribusi produk ke pasar.

8. Standar Hidup Tergantung pada Kemampuannya Menghasilkan Produk

Standar hidup dan kesejahteraan, baik individu, masyarakat, dan negara tergantug pada kemampuannya menghasilkan produk.

Kesejahteraan akan lebih baik jika kemampuan menghasilkan produk, baik barang atau jasa sangat tinggi. Nilai jual dan tawarnya terhadap orang lain menjadi lebih besar.

9. Inflasi Terjadi karena Jumlah Uang yang Beredar Sangat Banyak

Inflasi dapat terjadi karena pemerintah mencetak uang lebih banyak atau produksi barang secara berlebihan. Jika ini terjadi, nilai uang akan mengalami penurunan.

10. Trade Off Jangka Pendek

Jika inflasi terjadi, maka prinsip ekonomi selanjutnya adalah terjadinya pengorbanan jangka pendek.

Pemerintah yang berusaha menghindari dan mengurangi inflasi harus mengorbankan masyarakat. Tingkat pengangguran dalam masa ini menjadi tinggi.

So, cukup panjang ya pembahasan tentang prinsip ekonomi secara lengkap? Semoga memudahkan kamu dalam memahaminya. Selamat belajar!

Author