Puisi adalah salah satu karya seni yang menciptakan keindahan kata yang dipadukan oleh sensitifitas pengarang melihat segala hal di alam semesta dalam sudut pandang tertentu. Puisi Baru adalah salah satu dari model puisi yang ada. Berbeda dengan Puisi Lama, Puisi Baru adalah puisi yang tidak terikat dengan aturan-aturan baku tertentu dalam pembuatannya. Maka Puisi Baru adalah puisi yang bebas, puisi yang tidak berdasarkan aturan terkait jumlah suku kata, jumlah kata, jumlah baris, rima (sajak) ataupun jumlah bait dalam karyanya.

Nah, Cerdikawan, kali ini kita akan bahas seputar Puisi Baru. Pembahasan seperti ciri-ciri, jenis-jenis, dilengkapi dengan contoh puisinya. Yuk disimak!

Ciri-Ciri Puisi Baru

Berikut ini merupakan karakteristik dari puisi baru, antara lain adalah:
• Bentuk yang simetris juga rapi
• Memiliki persajakan akhir yang teratur
• Memiliki pola yang dominan, yakni pola sajak pantun dan syair
• Hampir semua merupakan puisi empat seuntai
• Pada tiap barisnya terdiri atas sebuah gatra atau kesatuan sintaksis
• Setiap gatra terdiri dari 2 kata atau 4-5 suku kata
• Tertera nama pengarangnya
• Dalam perkembangannya secara lisan dan juga tertulis
• Menggunakan majas atau gaya bahasa yang dinamis (berubah-ubah)

Contoh Puisi Balada Berdasarkan Jenis-jenisnya

Contoh Puisi Balada

Pengertian balada adalah jenis puisi baru yang berisi kisah dan cerita tertentu. Balada terdiri atas 3 bait dengan tiap bait terdiri atas 8 baris dan berima a-b-a-b-c-c-b kemudian beralih jadi berima a-b-a-b-b-c-c-b-c. Berikut ini contoh Balada:

Balada Orang-orang Tercinta
Karya: W.S. Rendra


Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan
Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita
memahami satu sama lain
Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?
Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu termaafkan
Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu
membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta

Contoh Puisi Himne

Pengertian hymne adalah jenis puisi baru yang berisi pujian untuk tuhan, dewa, pahlawan, tanah air atau almamater dalam dunia sastra. Namun kini, hymne menjadi puisi yang dinyanyikan. Berikut ini adalah contoh hymne:

Padamu Jua
Karya: Amir Hamzah


Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku pada-Mu
Seperti dahulu

Engkaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu.

Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang pada jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa dara di balik tirai

Kasihmu sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu – bukan giliranku
Mati hari – bukan kawanku…

Contoh Puisi Ode

Pengertian ode adalah jenis puisi yang berisi tentang sanjungan atau pujian. Kata-kata yang digunakan anggun namun resmi. Berikut ini contoh ode:

Kasihan Hujan
Karya: Risma Azhari


Kasihan Hujan.
Sering jadi tempat peraduan jiwa-jiwa lara.
Waktu keramat terjun bebeasnya bulir-bulir air mata.
Sang Lambang Kedukaan.

Apa karena ia datang saat air muka Angkasa berganti pucat kelabu?
Atau karena datangnya dengan iringan Gemuruh yang menderu?

Padahal,
Tuhan sudah murah hati menitipkan berkatNya pada tiap partikel Hujan untuk bangsa Kami.
Padahal,
senyum-senyum yang menyimpul akan kusut jika ia tak sudi mampir ke bumi.

Takkan dapat kaukenal indahnya Pelangi.
andai ia tak datang mengiringi.

Kasihan sekali Hujan.
Masa Lambang Kesenduan?!
Ia pasti jenuh
dengan setumpuk penilaian.
Ia ingin jatuh
dalam kedamaian.
Tanpa kaukaitkan dengan Pilu, dan kawan-kawan.

Sep 2017

Contoh Puisi Epigram

Pengertian epigram adalah puisi yang berisi tentang tuntunan dalam hidup. Berikut ini contoh epigram:

Perjalanan Usia
Karya: Candra Malik


Anak-anak tumbuh mendewasa,
akankah aku hanya tumbuh menua?
Kelak mereka butuh lawan bicara,
apakah kala itu aku kakek pelupa?
anak-anak tidak selamanya bayi,
mereka butuh tak hanya dimengerti.
Mereka punya mata, punya hati,
tidak cukup dengan harta diwarisi.
Sampai kapan usiaku ditakdirkan,
sampai batas itulah aku dihadirkan.
Sebagai orang tua, sebagai teman,
sampai batas waktu yang ditentukan.
Tak baik jika mereka di sini saja,
hangat dipeluk rumah dan keluarga.
Kehidupan itu pengembaraan jiwa,
dan mereka pengelana berikutnya.
Jika tumbuh dewasa ada ujungnya,
jangan sampai hanya menua sia-sia.
Dalam perjalananku menyusuri usia,
setidaknya harus pernah bijaksana.

Contoh Puisi Romansa

Pengertian romansa adalah salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang luapan rasa cinta dan kasih. Berikut ini adalah contoh romansa:

Taman
Karya: Chairil Anwar


Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
Halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
Dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
Aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia.

Puisi Baru foto oleh Thought Catalog

Contoh Puisi Elegi 1

Pengertian elegi adalah jenis puisi baru yang berisi tentang luapan perasaan kesedihan. Puisi ini bertujuan untuk mengungkapkan perasaan duka cita, sedih, rindu terutama karena kepergian seseorang atau penyesalan dimasa lalu. Berikut ini contoh elegi:

renungan kala malam
Karya: Risma Azhari


bukan kematian.
ini tentang malam.
suatu malam
malam kelam kesekian
yang dingin
namun juga panas.
oleh guyuran hujan
dengan semburan emosi.
Nano Nano.

bukan kematian.
tapi tetap saja
satu-satunya memori
yang tak mengindahkan keikhlasan.
oleh seorang pelupa ini
agar sudi
untuk rela
tanpa pamrih.
namun
itu bukan hanya satu!
sayangnya
ah lupa.
atau cuma pura-pura?!

tapi kenapa?!
iya ya, kenapa?
kenapa,

waras?
waras.
waras,

setiap pagi,
kulerai untaian kabut dengan jemariku.
setiap malam,
kupintal tenun elegi sepnuh hati.
ulang.
ulang.
ulang.

malam lainnya,
aku berpikir:
begitu terlahir
ke tempat ini
diberi penghargaan
‘Makhluk Paling Sempurna’
yang dengan sukarela diberi sebuah takdir
yang takkan mungkin bias dihindari oleh siapapun.

bahkan oleh Daud,
atau pada Musa,
bahkan dengan Isa,
sekalipun itu Muhammad.
tidak yang ini.

2019

Contoh Puisi Elegi 2

Derai-Derai Cemara
Karya: Chairil Anwar


cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan lagi
hidup hanyalah menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tak diucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949

Contoh Puisi Satire

Pengertian satire adalah jenis puisi baru yang isinya memuat tentang sindiran kepada penguasa/orang yang memiliki posisi/jabatan. Berikut ini contoh Satire:

Tentang Mahasiswa Yang Mati, 1996
Karya: Sapardi Djoko Damono


Aku mencintainya sebab ia mati ketika ikut
rame-rame hari itu.
Aku tak mengenalnya,hanya dari koran,
tidak begitu jelas memang,
kenapanya atau bagaimananya
(bukankah semuanya
demikian juga?) tetapi rasanya cukup alasan
untuk mencintainya.

Ia bukan mahasiswaku. Dalam kelas mungkin saja
ia suka ngantuk, atau selalu tampak sibuk mencatat,
atau diam saja kalau ditanya,
atau sudah terlanjur bodoh sebab ikut saja
setiap ucapan gurunya.
Atau malah terlalu suka
membaca sehingga semua guru jadi asing baginya.

Dan tiba-tiba saja, begitu saja, hari itu ia mati;
begitu berita yang ada di koran pagi ini–
entah kenapa aku mencintainya
karena itu.

Aneh, koran ternyata bisa juga
membuat hubungan antara yang hidup
dan yang mati, yang tak saling mengenal.

Siapa namanya, mungkin disebut di koran,
tapi aku tak ingat lagi,
dan mungkin juga tak perlu peduli. Ia telah
mati hari itu–dan ada saja yang jadi ribut.

Di negeri orang mati, mungkin ia sempat
merasa was-was akan nasib kita
yang telah meributkan mahasiswa mati.

Author