Hello Cerdikawan! Adakah Cerdikawan yang sedang membuka materi ini sudah mengenal apa itu R tabel? Jenis tabel yang satu ini memang identik dengan rumus dan jadi hobi yang dipelajari oleh Cerdikawan yang gemar statistika. Mudah kok, asal paham materinya. Simak penjelasan berikut ini :

Apa Itu R Tabel ?

R tabel ialah sebuah tabel angka yang biasa digunakan untuk menguji hasil uji validitas suatu instrumen penelitian. Biasanya tabel ini digunakan pada penelitian dengan metode penelitian kuantitatif.

Fungsi

Jenis tabel ini berfungsi untuk menguji validitas suatu instrumen sebuah penelitian. Validitas maksudnya adalah standar atau dasar ukuran yang menunjukkan sebuah ketetapan (appropriateness), kemanfaatan (userfulness), dan kesahihan yang mengarah pada ketetapan interpretasi suatu prosedur evaluasi sesuai dengan tujuan pengukurannya.

Pengertian validitas dapat bermacam-macam. Berikut ini pengertian dari validitas menurut para ahli, yaitu :

  1. Sudjana
    Menurut Sudjana, validitas ialah sebuah ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang harus dinilai.
  2. Suryabrata
    Validitas adalah suatu derajat fungsi pengukuran suatu tes, atau derajat kecermatan ukurnya sesuatu tes.
  3. Azwar
    Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur di dalam melakukan fungsi ukurnya.
  4. Arikunto
    Menurut Arikunto, pengertian validitas ialah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan hasil sebuah tes.
  5. Kusaeri
    Validitas adalah ketepatan, kebermaknaan, dan kemanfaatan dari sebuah kesimpulan yang didapatkan dari interpretasi suatu skor tes.

Rumus Membaca R Tabel

Dalam membaca jenis tabel ini, terdapat rumus yang dapat digunakan, yaitu :

df = n – 2

Keterangan :

  • df = degree of freedom
  • n = jumlah sampel yang digunakan

Cara menggunakan rumus di atas adalah dengan menentukan dulu persentase taraf signifikansi dari nilai r yang dicari. Untuk mengetahui persentase signifikansi kita dapat menggunakan gambar yang diambil dari bukunya yang disebut r tabel Sugiyono di bawah ini :

r tabel

Di bawah ini contoh menghitung nilai r tabel uji validitas sugiyono secara manual dengan menggunakan rumus di atas, yaitu :

Diketahui : penelitian dilakukan dengan menggunakan 30 sampel untuk menentukan atau menguji hasil uji validitas instrumen pada penelitian tersebut. Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5%.

Ditanyakan : berapakah nilai r tabelnya yang harus digunakan untuk menguji hasil uji validitas pada instrumen tersebut?

Jawaban : df = 30 – 2 = 28

Penjelasan : jika kita melihat pada gambar, pada df atau N 28 dengan taraf signifikansi 5% dapat diperoleh nilai r tabelnya sebesar 0,374 sedangkan untuk taraf signifikansi 1% diperoleh nilai 0,478. Nilai yang telah diketahui digunakan sebagai landasan apakah butir – butir instrumen yang telah dibuat sudah valid atau belum dengan melihat berapa selisih nilai r hitung dengan r tabelnya.

Bila nilai r hitung > nilai r tabelnya, maka item pada instrumen soal tersebut dikatakan valid atau ada korelasi antar variabel yang dihubungkan. Namun jika nilai r hitung < nilai r tabel, maka item pada instrumen tersebut tidak valid atau artinya tidak ada korelasi antar variabel yang dihubungkan. R hitung ini didapatkan dari hasil pengujian dengan spss, sedangkan r tabelnya didapatkan dari gambar di atas.

Yang menjadi acuan utama kita adalah berapa banyak jumlah sampel yang digunakan dan berapa nilai taraf signifikansinya. Agar kita lebih mudah memahami kapan nilai N atau df digunakan, maka simak penjelasan contoh – contoh berikut ini :

Cara Membaca Nilai R Tabel dalam Uji Validitas Pearson

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah butir atau item soal dalam suatu kuesioner dapat digunakan sebagai alat pengumpul data yang akurat. Item soal yang valid ditandai dengan adanya korelasi antara item soal dengan skor berapa totalnya. Contoh berikut hasil uji validitas dengan r tabel SPSS :

Misalnya kita ingin mengetahui apakah soal pada item 1 di atas valid atau tidak. Diketahui jumlah sampel yang digunakan adalah 20 dengan nilai koefisien korelasi (Pearson Correlation) antara item_1 dengan skor_total adalah sebesar 0,461 atau r hitung sebesar 0,461 dan nilai signifikansi (2-taild) sebesar 0,041.

Kemudian bagaimana membaca nilai r tabel untuk nilai N adalah 20 dengan signifikansi 5% (artinya tingkat kepercayaan 95% atau alpha 0,05) pada distribusi nilai r tabelnya. Maka hasilnya adalah nilai r tabel sebesar 0,444, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

r tabel

Kesimpulannya, karena nilai r hitung 0,461 > r tabel 0,444, dan nilai signifikansi (2-tailed) 0,041 < 0,05, maka berdasarkan pengambilan keputusan dalam analisis korelasi di atas bahwa ada korelasi atau hubungan antara item_1 dengan skor_total, atau dengan kata lain item soal nomor 1 pada kuesioner tersebut adalah valid.

Pada konteks uji validitas pearson ini nilai N tidak perlu dikurangi 2. Karena jika kita menggunakan rumus N-2, maka dalam kasus tertentu dapat terjadi kesimpulan yang berbeda antara perbandingan nilai r hitung dengan r tabel dan perbandingan nilai signifikansi atau Sig. (2-tailed) dengan alpha 0,05.

Jika kita buktikan apakah ada perbedaan kesimpulan validitas jika menggunakan rumus N-2, maka acuan dalam membaca nilai r tabelnya pada signifikansi 5% adalah 20-2=18, sehingga akan ditemukan nilai r tabelnya sebesar 0,468, seperti gambar di bawah :

Berdasarkan output uji validitas diketahui r hitung 0,461 < r tabel 0,468, maka item soal nomor 1 dikatakan tidak valid. Berbeda hasilnya jika berpedoman pada pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi sehingga kesimpulannya item soal nomor 1 adalah valid, sebab nilai Sig. (2-tailed) 0,041 < 0,05. Oleh karena itu, untuk menghindari ketidak konsistenan dalam hasil uji validitas pearson, acuan yang dipakai untuk membaca r tabelnya adalah nilai N tidak perlu dikurangi 2.

Cara Membaca Nilai R Tabel dalam Uji Korelasi Parsial

Contoh kasus : Diketahui nilai N adalah 12 sampel.

r tabel

Tabel none-a di atas kanan menunjukkan nilai korelasi antara variabel IQ dan IPK. Diketahui nilai r hitung sebesar 0,832 > r tabel 0,632 dan nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,001 < 0,05. Nilai r tabelnya dilihat pada distribusi nilai r tabel dengan signifikansi 5% pada df 10 atau rumusnya adalah (N-2=12-2=10). Sehingga ditemukan nilai r pada gambar tersebut sebesar 0,632. Maka kesimpulannya adalah ada hubungan antara IQ dan IPK.

Selanjutnya pada tabel motivasi menunjukkan nilai korelasi antara variabel IQ dengan IPK setelah memasukkan motivasi sebagai variabel kontrol ke dalam analisis. Simak gambar berikut ini :

Gambar di atas diketahui nilai r hitung sebesar 0,832 > r tabel 0,666, maka kesimpulannya ada hubungan antara IQ dengan IPK dengan Motivasi sebagai variabel kontrol.

Demikian bagaimana cara membaca dan menggunakan r tabel untuk menguji validitas suatu penelitian yang menggunakan sampel. Cara ini lebih akurat dibanding menggunakan metode kualitatif dimana akan banyak interpretasi dari hasil penelitian yang merupakan hasil dari pemikiran banyak orang.

Nah, bagi cerdikawan yang ingin mempelajari materi pelajaran lain mulai dari bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika, fisika, kimia, biologi hingga biologi. Pinterkelas menyediakan semua itu. Sehingga wawasan cerdikawan akan semakin bertambah jika rutin membaca artikel-artikel yang pinterkelas sediakan.

Jangan lupa juga untuk memberi tahu teman-teman ataupun saudara ya untuk ikut belajar di web pinterkelas ini. Salam!

Baca juga :
1. Pengertian, Konsep dan Rumus Elastisitas
2. Pengertian dan Fungsi Neraca Saldo Terlengkap