Halo Cerdikawan! Kamu pasti tidak asing dengan suhu bukan? Kamu kali ini akan diajak membahas rumus suhu, apakah rumus ini dibutuhkan? Tentu saja. Ketika mendapati materi suhu, kamu akan berhadapan dengan konversi suhu. Ini dikarenakan ada berbagai thermometer dengan dasar angka berbeda-beda. Dengan menerapkan rumus suhu, kamu akan lebih mudah dalam mengkonversi angkanya. Jadi rumus suhu sangat penting ya!

Di dalam penerapan sehari-hari, yang sering digunakan di Indonesia adalah Celcius dan Kelvin. Sedangkan dalam standar Internasional, yang diterapkan adalah kelvin. Tetapi masih ada reamur dan Fahrenheit yang tidak kalah penting untuk dipelajari.

Bila kamu bekerja di area yang berhubungan dengan suhu, kamu harus paham dengan materi ini. Pun ketika mendapat materi tentang suhu, kamu pasti disajikan data konversi suhu yang mau tidak mau harus kamu tuntaskan. Jadi, mari kita pelajari bersama-sama.

Pengertian Suhu

Apa itu suhu? Sudah sering mendengar kata suhu, pasti kamu sendiri pun belum paham mengenai pengertiannya secara detail. Tapi tenang, kita akan bahas bersama-sama sehingga ketidaktahuan ini akan segera hilang.

Jadi, suhu adalah besaran yang menunjukkan derajat panas pada suatu benda. Sedangkan panas sendiri merupakan sebuah energi. Nah, makin tinggi energi makin tinggi suhunya. Dan suhu itu bisa menjadi tolok ukur dari derajat panas sebuah benda.

Ketika kamu ingin mengetahui seberapa panas sebuah benda, pasti kamu akan mengukur suhunya. Karena memang inilah cara paling tepat. Dan untuk mengukur suhu tidak bisa dilakukan dengan tangan hampa. Kamu membutuhkan alat yang disebut dengan thermometer.

rumus suhu
pixabay.com

Dan sayangnya thermometer ini terdiri atas beberapa jenis. Mengapa dibuat berbeda? Ya tentu karena ada tujuan tertentu. Dan berbeda thermometer berbeda pula acuan titik didih dan titik bekunya.

Tetapi kamu harus mampu mendeskripsikan satu nilai suhu dalam satuan thermometer apapun. Nah, pada kasus seperti ini rumus suhu dibutuhkan. Kalau kamu sudah menguasai rumusnya, kamu bisa dengan mudah mengonversi nilainya ke dalam berbagai jenis thermometer. Jadi mari kita bahas segera!

Jenis-Jenis Termometer

Seperti yang telah disebutkan tadi, bahwa memang ada beberapa jenis thermometer yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran dong pastinya? Kamu bisa simak di bawah ini:

  1. Celcius
    Thermometer ini bisa dikatakan yang paling sederhana dan paling mudah diingat konsepnya. Titik beku air pada thermometer ini adalah 0 derajat sedangkan titik didihnya bernilai 100 derajat di dalam tekanan atmosfir standar. Jadi thermometer ini cocok untuk lingkungan standar seperti di Indonesia.
  2. Fahrenheit
    Thermometer jenis ini mampu menunjukkan skala suhu termodinamika. Titik beku air pada thermometer ini bernilai 32 derajat Fahrenheit sedangkan titik didihnya bernilai 212 derajat.
  3. Reamur
    Thermometer ini memiliki titik beku air bernilai 0 derajat dan titik didih air bernilai 80 derajat. Pengukur suhu ini ditemukan oleh Rene Antoine Ferchault de Reaumur yang diabadikan dalam nama thermometer itu sendiri.
  4. Kelvin
    Adalah skala suhu dengan nol absolut yang didefinisikan sebagai 0 K. Satuan untuk skala ini berupa K dan menjadi salah satu dari tujuh unit dasar SI.

Perbandingan antara ketiganya bisa dilihat dari skema berikut ini:

C : R : (F – 32) = 5: 4: 9
K = C + 273

Rumus Konversi Suhu

Kamu bisa melihat rumus suhu masing-masing thermometer pada tabel konversi suhu berikut ini:

rumus suhu

Bila kamu mau menerapkan rumus di atas, pastilah kamu tidak akan mengalami kesulitan sedikit pun ketika hendak mengkonversi suhu. Tetapi tidak ada salahnya bila kita bahas satu per satu ya!

1. Konversi Celcius ke Reamur

R = (4/5) C

Contoh :

  • Lantas, 500 C berapa dalam skala reamur?

    Jawab:
    500 C = 4/5 x 50 = 400 R
    Jadi 50 derajat Celcius setara dengan 40 derajat reamur

2. Konversi Celcius ke Fahrenheit

F = (9/5) C + 32

Mengapa harus ditambah angka 32? Karena 32 adalah titik beku dari skala Fahrenheit. Mengapa pada Celcius tidak diberi tambahan apapun? Karena titik beku celcius bernilai nol. Berikut pula reamur. Jadi kamu tidak perlu menambahkan apapun.

Contoh :

  • Misalnya, 500 C berapa dalam satuan Fahrenheit?

    Jawab:
    500 C = (9/5) x 50 + 32
    500 C = 90 + 32
    500 C = 1220 F

3. Konversi Celcius ke Kelvin

K = C + 273

Mengapa harus ditambah 273? Karena titik beku Kelvin berada pada 273. Dan Mengapa tidak dibuat perbandingan? Ini dikarenakan skala kelvin merupakan absolut.

Contoh :

  • Bila skala menunjukkan 500 C, berapa bila diubah dalam satuan kelvin?

    Jawab:
    500 C = 50 + 273
    500 C = 3370 K

4. Konversi Reamur ke Celcius

C = (5/4) R

Contoh :

  • Berapa celcius bila diketahui derajat reamurnya 400 R?

    Jawab:
    400 R = (5/4) 40
    400 R = 500 C

5. Konversi Reamur ke Fahrenheit

F = (9/4) R + 32

Contoh :

  • Jika skala reamur menunjukkan nilai 400R, maka berapakah nilainya apabila diubah ke skala fahrenheit?

    Jawab:
    400 R = (9/4) 40 + 32
    400 R = 1220 F

6. Konversi Reamur ke Kelvin

K = (5/4) R + 273

Contoh :

  • Ubahlah 400 R ke dalam kelvin!

    Jawab:
    400 R = (5/4) 40 + 273
    400 R = 50 + 273
    400 R = 3330 K

7. Konversi Fahrenheit ke Celcius

C = (5/9) F – 32

Contoh :

  • Berapakah skala celciusnya apabila diketahui skala fahrenheit 900F?

    Jawab:
    900 F = (5/9) 90 – 32
    900 F = 50 – 32
    900 F = 180 C

8. Konversi Fahrenheit ke Reamur

R = (4/9) F – 32

Contoh :

  • Coba kamu ubah skala fahrenheit dengan nilai 900 F, menjadi skala reamur!

    Jawab:
    900 F = (4/9) 90 – 32
    900 F = 40 – 32
    900 F = 80 R

9. Konversi Fahrenheit ke Kelvin

K = (5/9) F – 32 + 273

Contoh :

  • Apabila diketahui skala fahrenheit 900 F, maka berapa skala kelvinnya?

    Jawab:
    900 F = (5/9) 90 – 32 + 273
    900 F = 18 + 273
    900 F = 2910 K

Itulah contoh pembahasan soal konversi suhu dari berbagai jenis skala thermometer. Untuk menuntaskan soal ini tidaklah sulit kok! Tetapi memang kamu harus hafal karakter dari masing-masing skala.

Bila kamu sudah paham titik didih dan titik bekunya, kamu pasti akan dengan mudah mengkonversi skala-skala itu. Materi ini sangat sederhana dan bermakna, sangat menyenangkan sekali bukan?

Tadi sudah dibahas rumus cepat konversi suhu serta contoh soal konversi suhu yang disertakan pada pembahasan. Pasti dengan sekali membaca kamu sudah paham. Semoga berhasil dalam materi ini ya!

Baca juga :
1. Penjelasan Rumus Kecepatan Rata Rata dan Contoh Soalnya
2. Inilah Rumus Kalor, Contoh Soal, dan Penjelasannya!

Author