Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia. Terdapat nilai luhur di dalam setiap silanya. Pembuatan prinsip dasar ini tidak mudah nyatanya, ada proses panjang yang telah dilalui para pendiri bangsa. Nah, kali ini PinterKelas ingin mengajak kamu mengingat kembali tentang sejarah Pancasila.

sejarah pancasila
pixabay.com

Selama ini kita tahu bahwa Pancasila telah disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun, sejarah Pancasila tidak hanya itu. Beberapa jalan dilalui untuk merumuskan dasar negara yang dipegang teguh oleh Indonesia ini.

Sebagai generasi muda Indonesia, kamu harus tahu detail dari sejarah Pancasila. Oleh karena itu, pastikan untuk membaca artikel ini hingga tuntas. Anggap materi ini sebagai satu bagian dari sikap nasionalisme.

Pengertian Pancasila

Terdiri atas dua kata, panca artinya lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila berarti lima prinsip dasar. Karena dipegang oleh Indonesia berarti lima prinsip dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Prinsip-prinsip itu dirumuskan langsung oleh para pendiri negara. Betul-betul dibuat dengan memperhatikan karakteristik Indonesia dan masyarakatnya. Sifatnya permanen, fleksibel, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

Jadi meski Pancasila sudah berumur panjang seiring dengan kemerdekaan, asasnya tetap sama. Tidak tergantikan dan mampu menyesuaikan kehidupan bangsa meskipun telah disusul oleh perkembangan digital.

Isi dari Pancasila adalah.

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kelima isi tersebut sangat ideal sebagai sebuah dasar negara. Dasar negara ini menjadikan Indonesia istimewa. Kita patut bangga sebagai bangsa Indonesia. Nah, salah satu wujud dari rasa bangga adalah mau belajar lebih dalam mengenai dasar negara ini.

Pancasila ini berasal dari Bahasa Sanskerta. Diambil dari Kitab Sutasoma karya Empu Tantular di zaman Kerajaan Majapahit. Pengambilan nama tersebut memang sangat tepat dan menggambarkan betul karakter dari bangsa Indonesia.

Sejarah Pancasila Singkat

Bila dilihat dari sejarah singkat, itikat untuk membuat dasar negara bermula ketika Perdana Menteri Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Hal ini ditandai dengan berdirinya BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Sejak berdiri badan tersebut, kemudian dipilih tim khusus untuk membahas persiapan menuju kemerdekaan. Tugas BPUPKI adalah mempelajari berbagai hal tentang tata pemerintahan Indonesia kelak ketika sudah merdeka.

Sejak saat itu, dibukalah sidang oleh BPUPKI. Ada dua sidang dengan jumlah anggota pada sidang pertama sebanyak 70 orang dan sidang kedua sebanyak 76 orang. Hasil dari sidang itu salah satunya terbentuknya dasar negara bernama Pancasila.

Lantas dibuatlah rumusan Pancasila oleh para pendiri negara. Pada tanggal 1 Juni 1945, lahirlah sebuah dasar negara. Tepat pada hari itu kini diperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Itulah sejarah Pancasila sebelum kemerdekaan secara singkat.

Sejarah Lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara

Merasa mendapat kesempatan untuk mewujudkan kemerdekaan, maka hal ini tidak disia-siakan. Setelah BPUPKI terbentuk, dibukalah forum untuk merumuskan hal-hal berkaitan dengan pembentukan negara.

Satu hal paling penting untuk diraih adalah membentuk dasar negara. Ini menjadi satu poin yang harus segera dicapai. Untuk itu, BPUPKI segera membentuk tim dan membuka sidang-sidang agar dasar negara segera terbentuk.

Sidang BPUPKI berjalan selama 3 hari, dimulai tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Lembaga ini diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Pada sidang ini, rumusan Pancasila didapatkan dari 3 tokoh bangsa yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Soepomo.

Tiap tokoh memberikan pernyataan masing-masing. Sementara peserta sidang memberi masukan dan pendapat mengenai pendapat itu. Poin-poin yang disampaikan oleh tokoh bangsa itu antara lain.

Usulan dari Mohammad Yamin – 29 Mei 1945

sejarah pancasila
tirto.id

Hari pertama sidang adalah giliran Mohammad Yamin menyampaikan usulan dasar negara menurut versinya. Ia menyampaikan usulan ini dalam sebuah pidato. Secara garis besar, usulan Yamin adalah mengenai peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kebangsaan, peri kerakyatan dan kesejahteraan rakyat.

Sedangkan rumusan dasar negara versi Mohammad Yamin adalah.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sidang hari pertama melahirkan hasil rumusan dasar dari Mohammad Yamin. Setelah usai, sidang dilanjutkan pada hari kedua dengan Soepomo sebagai perumus.

Usulan dari Soepomo – 31 Mei 1945

sejarah pancasila
anakui.com

Soepomo mendapat kesempatan untuk menjadi perumus dasar negara. Sama seperti Mohammad Yamin, ia menyampaikan poin dasar negara melalui sebuah pidato. Dan inilah rumusan dasar negara yang diusulkan oleh Soepomo.

  1. Paham Persatuan
  2. Perhubungan Negara dan Agama
  3. Sistem Badan Permusyawaratan
  4. Sosialisasi Negara
  5. Hubungan antar Bangsa yang Bersifat Asia Timur Raya

Rumusan Soepomo lebih bersifat prinsip garis besar. Tentu usulan ini menjadi pertimbangan pula untuk membentuk dasar negara bernama Pancasila.

Usulan Ir. Soekarno – 1 Juni 1945

sejarah pancasila
pinterpolitik.com

Sidang hari terakhir berisi agenda pernyataan rumusan dasar negara dari versi Soekarno. Usulan nama ‘Pancasila’ ini juga berasal dari Soekarno. Rumusan dasar Pancasila versi Soekarno antara lain.

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme dan Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Dari ketiga usulan tersebut akhirnya tersepakati dasar negara seperti yang saat ini kita kenal. Sebetulnya terjadi perubahan pada sila pertama dan itu sudah disepakati oleh semua pihak.

Sidang hari terakhir pada tanggal 1 Juni 1945 kini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pada tanggal ini, semua masyarakat diliburkan dan diminta untuk memaknai dasar negara dengan lebih mendalam. Hidup Pancasila!

Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila sudah terbentuk pada tanggal 1 Juni 1945. Ketika tugas BPUPKI untuk merumuskan dasar negara sudah selesai, badan ini segera dibubarkan dan digantikan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

BPUPKI resmi bubar tanggal 7 Agustus 1945. Setelah itu, tim PPKI mengambil alih. Belum sempat melakukan persiapan dengan semestinya, Indonesia sudah memproklamirkan kemerdekaan atas desakan kaum muda.

Barulah setelah itu, tim PPKI benar-benar bekerja. Agenda pertama adalah untuk mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara. Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila akhirnya disahkan sebagai dasar negara.

Namun, ada satu perubahan sila pada sila pertama. Semula sila pertama lebih dominan terhadap nilai syariat agama Islam. Namun, karena di Indonesia terdapat beragam suku, budaya, dan agama akhirnya sila itu diubah menjadi ‘Ketuhanan yang Maha Esa.’

Setelah itu, berbagai urusan tata negara dibentuk seiring dengan disahkan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila adalah dasar negara maka pantaslah bila Indonesia harus membuat rumusannya terlebih dahulu.

Itulah sejarah Pancasila secara singkat dan lengkap. Semoga bisa membantu kamu dan pastikan untuk menjunjung tinggi nilai Pancasila ya!

Author