Panitia Sembilan merupakan tokoh Indonesia yang terkenal sebagai penyusun dasar negara Indonesia. Sesuai dengan namanya, jumlah tokoh tersebut adalah 9 orang.

Panitia sembilan ini dibentuk terkait dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Erat kaitannya dengan pembentukan BPUPKI yang bertugas mempersiapkan segala sesuatu untuk Inrdonesia merdeka.

panitia sembilan
wartamadrasahku.com

Apa, bagaimana, dan siapa saja yang dimaksud dengan Panitia Sembilan akan dibahas dalam PinterKelas kali ini. Materi pelajaran yang berulang kali kamu akan pelajari sekolah dasar sampai sekolah lanjutan. Tentu saja dengan kelengkapan materi yang berbeda.

Sejarah

Pada tahun 1942, Indonesia memasuki era penjajahan Jepang. Bangsa Asia yang awalnya diharapkan lebih baik daripada penjajah Eropa. Namun, penjajah namanya tetap sama, meski berasal dari bangsa yang sama. Bahkan, Jepang berkuasa di Indonesia dengan lebih kejam.

Hanya di awal saja Bangsa Jepang mencoba menarik perhatian para tokoh bangsa dengan semboyan 3 A dan mendirikan berbagai organisasi, seperti Keibodan, Fujinkai, Heiho, hingga PETA dan Putera.

Di tahun 1945, Jepang mengalami banyak kekalahan perang dengan bangsa sekutu. Banyak rakyat Indonesia yang dikirim untuk berperang dan tidak kembali. Hal ini menuai banyak perlawanan rakyak Jepang di Indonesia. Sebut saja perlawanan KH Zaenal Mustafa di Tasikmalaya dan Supriyadi yang memimpin perlawanan PETA di Blitar, Jawa Timur.

Untuk menarik simpati bangsa Indonesia, Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia. Sebagai realisasi janji Jepang, maka dibentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia atau Dokoritsu Junbi Inkai dalam Bahasa Jepang. BPUPKI berdiri 1 Maret 1945 dengan diketuai oleh Radjiman Widiodiningrat.

BPUPKI sebagai lembaga yang didirikan Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia resmi dilantik anggotanya pada tanggal 28 Mei 1945 dan keesokan harinya langsung mengadakan sidang pertama di Jakarta.

Sidang yang kemudian dikenal dengan Sidang BPUKI I ini merumuskan dasar negara Indonesia berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Dalam sidang, 3 tokoh bangsa mengusulkan 3 rumusan dasar negara. Mereka adalah Supomo, Muhamada Yamin, dan Sukarno. Namun, hingga sidang berakhir belum ada kepastian dasar negara yang akan digunakan untuk Indonesia merdeka.

Panitia Sembilan

Panitia sembilan adalah sembilan orang anggota BPUPKI yang ditunjuk oleh sidang pertamanya untuk merumuskan dasar negara Indonesia.

Panitia Sembilan tersebut, yaitu:

  1. Ir. Soekarno, sebagai ketua Panitia Sembilan
  2. Drs. Mohammad Hatta, sebagai Wakil Ketua Panitia Sembilan
  3. Mr. Achmad Soebarjo, sebagai anggota
  4. Mr. Mohammad Yamin, sebagai anggota
  5. H. Agus Salim, sebagai anggota
  6. KH. Wachid Hasyim, sebagai anggota
  7. Abdoel Kahar Moezakir, sebagai anggota
  8. Abikoesno Tjokrosoejoso, sebagai anggota
  9. Mr. Alexander Andries Maramis, sebagai anggota

Pada tanggal 22 Juni 1945, akhirnya Panitia Sembilan berhasil merumuskan dan memutuskan dasar negara Indonesia. Hasil rumusan dasar negara tersebut dikenal sebagai Piagam Jakarta, sesuai tempat berlangsungnya sidang dan penandatanganan kesepakatan akan rumusan.

Rumusan Dasar Negara Indonesia menurut Piagam Jakarta, yaitu:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan Piagam Jakarta yang sampai saat ini digunakan sebagai dasar negara yang sah sesuai dengan yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945. Hanya diganti pada bagian pertama menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

Demikian besar jasa seluruh Panitia Sembilan dalam menymbangkan ide, waktu, dan tenaganya untuk Indonesia. Tidak ada salahnya kamu mengenal profil anggota Panitia Sembilan tersebut satu per satu.

Ir Soekarno

Ir Soekarno sampai saat ini dikenal sebagai Bapak Proklamator Indonesia karena beliau yang membacakan naskah proklamasi, 17 Agustus 1945.

Beliau lahir, 6 Juni 1901 sehingga disebut sebagai putera sang fajar.

Dalam Panitia Sembilan, Soekarno bertindak sebagai Ketua. Sebagai tokoh nasional, Soekarno telah berkiprah sejak zaman penjajahan Belanda dan ikut dalam berbagai organisasi nasional, seperti PNI.

Terakhir Ir. Soekarno menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama dari tahun 1945 sampai 1967.

Drs. Mohammad Hatta

Drs Mohammad Hatta lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902 dan meninggal pada usia 77 di tahun 1980.

Sama dengan Ir Soekarno, kiprah Mohammad Hatta telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Beliau disegani di berbagai organisasi nasional.

Karena Mohammad Hatta juga, poin pertama Piagam Jakarta diubah redaksinya saat akan disahkan menjadi dasar negara Indonesia. Beliau menyampaikan usulan dari beberapa tokoh wilayah Timur yang menganggap sila pertama tidak menyuarakan aspirasi masyarakat dengan agama yang berbeda.

Sebagai negarawan, selain menjabat Wakil Ketua di Panitia Sembilan, beliau juga menjadi Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Sebagai ekonom, Mohammad Hatta dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Ahmad Soebardjo

Selain sebagai anggota Panitia Sembilan, Ahmad Soebardjo yang lahir tahun 1896 di Karawang ini banyak berperan dalam kemerdekaan Indonesia.

Beliau yang menengahi perselisihan antara golongan muda dan tua mengenai hari kemerdekaan Indonesia. Bahkan, dalam detik terakhir Ahmad Soebardjo juga ikut menyusun naskah proklamasi Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, Ahmad Soebardjo berperan sebagai diplomat ulung. Beliau dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

Mohammad Yamin

Yamin, mempunyai nama lengkap Prof. Mr. Mohammad Yamin juga merupakan anggota Panitia Sembilan. Beliau juga menjadi salah satu tokoh yang memberikan usulan dasar negara pada Sidang BPUPKI I. Tidak heran beliau kemudian ditunjuk sebagai anggota Panitia Sembilan.

Meninggal di usia masih 59 tahun, Mohammad Yamin yang lahir di Sawah Lunto, 24 Agustus 1903 sangat disegani. Yamin adalah seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum sekaligus.

Ketika Indonesia merdeka, Mohammad Yamin pernah menjabat sebagai Perdana Menteri.

Agus Salim

Agus Salim merupakan anggota Panitia Sembilan dengan sosok sederhana. Beliau lahir Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat pada tahun 1884.

Sama dengan tokoh lain, Haji Agus Salim adalah seorang negarawan yang menguasai banyak bahasa. Tidak heran, pada era Soekarno beliau pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri saat Mohammad Hatta menjadi Perdana Menteri.

K.H. Abdul Wahid Hasyim

Abdul Wahid Hasyim, merupakan nama yang familiar di kalangan Nahdhatul Ulama. Ini dikarenakan beliau memang lahir dan besar dari organisasi tersebut.

K.H Abdul Wahid hasyim lahir di Jombang, Jawa Timur pada 1 Juni tahun 1914 dan putera dari K.H. Mohammad Hasyim Asy’ari. Hasyim Asy’ari adalah pendiri NU.

Berkat pemahamannya tentang agama dan sikapnya sebagai negarawan, Wahid Hasyim dijadikan Menteri Agama pertama Republik indonesia.

Abdoel Kahar Moezakir

Prof. K.H. Abdoel Kahar Moezakir merupakan salah satu dari tokoh Islam yang menjadi anggota BPUPKI sekaligus anggota Panitia Sembilan.

Meski namanya sempat tercoreng dengan pemberontakan DI / TII yang dipimpinnya di wilayah Kalimantan, pada dasarnya Kahar Moezakir adalah tokoh besar. Beliau adalah Rektor pertama Universitas Islam Indonesia.

Abikoesno Tjokroseorosoejoso

Abikoesno, demikian panggilan singkat tokoh ini. Beliau lahir di Karanganyar, Kebumen tahun 1897 dan meninggal di tahun 1968.

Lahir dari keluarga negarawan yang nasionalis, Abiekoesno adalah adik dari HOS Tjokroaminoto pendiri dan pemimpin Sarekat Islam.

Dalam perkembangannya, Abikoesno menjadi tokoh Masyumi yang disegani dan menjabat sebagai Menteri Perhubungan pertama dalam Kabinet Soekarno yang dibentuk beberapa hari kemerdekaan. Selain jabatan tersebut, Abikoeno juga menjabat sebagai Penasehat Biro Pekerjaan Umum.

A.A Maramis

A.A. Maramis merupakan panggilan terkenal tokoh anggota Panitia Sembilan yang bernama panjang Mr. Alexander Andries Maramis ini.

A.A Maramis adalah tokoh kelahiran Manado, Sulawesi Utara pada tahun 1897. Karirnya sebagai negarawan cukup cemerlang. Setelah Indonesia merdeka Maramis pernah menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) merangkap sebagai Menteri Keuangan.

Sudah kenal bukan dengan tokoh-tokoh Panitia Sembilan?Semoga artikel ini bermanfaat dan perjuangan para tokoh nasional dalam merumuskan dasar negara mengisniprasi kamu dalam mengisi kemerdekaan.

Author