Hai Cerdikawan? Kali ini kita akan membahas mengenai materi yang ada pada mata pelajaran sosiologi. Kalian sudah sering menyimak pembahasan mengenai pengetahuan ilmu sosiologi bersama PinterKelas. Namun kira-kira apa kalian tahu bagaimana sejarah sosiologi? Bagaimana sejarah sosiologi dari awal terentuk hingga saat ini menjadi salah satu ilmu terapan modern? Nah untuk itu, yuk langsung saja kita simak pembahasan mengenai sejarah sosiologi!

Pengertian Sosiologi

Pengertian sosiologi adalah salah satu dari ilmu sosial yang kajiannya berkaitan dengan kehidupan masyarakat dengan segala interaksinya. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari seputar perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakatnya. Alasan tersebutlah yang membuat ilmu sosiologi sering disebut juga dengan ilmu masyarakat. Di balik kajiannya tersebut, tujuan mendasar dari ilmu sosiologi adalah untuk mempelajari manusia dalam ruang lingkup masyarakat seputar perilaku dari seorang individu dalam masyarakat, fenomena yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat, dan mengamati perilaku kelompok-kelompok dalam ruang lingkup masyarakat.

Sejarah Sosiologi

Sejarah sosiologi sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang masih terus dikembangkan hingga saat ini awal mula sejarahnya dimulai pada masa Revolusi Politik (Revolusi Perancis) yang terjadi di Eropa Barat tepatnya di Perancis dan juga pada saat Revolusi Industri di Inggris pada abad ke 19. Cikal bakal ilmu tersebut belum dikenal sebagai ilmu sosiologi seperti yang saat ini kita ketahui, tapi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.

Pada masa lalunya, pekembangan ilmu sosiologi dibagikan melalui para filsuf besar era Yunani Kuno seperti misalnya Plato dan Aristoteles. Para filsuf tersebut telah lebih dahulu mengkaji perilaku masyarakat dengan menulis buku tentang bagaimana mendesain masyarakat yang adil dan bahagia. Selain itu, ilmuwan bernama Ibnu Khaldun juga menulis tentang integrasi sosial (Asabiyah) dan menggambarkan tentang bagaimana peradaban manusia di abad 14-an pada bukunya sebelum Eropa memasuki era Reinasance (Renaisans). Tidak ketinggalan dengan Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jacques Rouseau yang pada periode awal era Enlightenment (Pencerahan) di Eropa Barat menulis tentang bagaimana cara mengatur masyarakat agar hidup harmonis dalam sebuah sistem pemerintahan melalui istilah yang disebut sebagai ’kontrak sosial’. Maka dari itu, cikal bakal ilmu sosiologi sudah menjadi sebuah kajian yang kerap dibahas bahkan sebelum lahirnya ilmu sosial itu sendiri.

sejarah sosiologi
foto oleh José Martín Ramírez C

Sejarah Sosiologi Pada Abad ke 19

Sejarah sosiologi dimulai pada sekitar abad ke 19. Pada masa kini ilmu sosiologi dijadikan sebagai sebuah ilmu pengetahuan modern yang kajiannya bersifat ilmiah. Sebagai salah satu dari berbagai cabang ilmu, ilmu sosiologi bersifat rasional serta empiris. Ilmu sosiologi berusia relatif lebih muda dibanding cabang ilmu sosial lainnya. Salah satu buktinya berasal dari pendapat yang dikemukakan oleh Auguste Comte, tokoh intelektual Perancis yang dalam bukunya Course de Philosophie Positive (1838), mencetuskan istilah sosiologi yang saat itu memiliki konotasi sebagai fisika sosial. Dari buku tersebut, Comte memaparkan mengenai Hukum Tiga Tahap bahwa fisika sosial adalah ilmu yang berada pada tahap positif yang meiliki definisi sebagai; rasional, empiris, dan dapat diteliti dengan hukum-hukum ilmiah lainnya seperti yang ada pada ilmu alam. Comte menegaskan bahwa tahap positif yang ia garis bawahi pada pendapatnya tersebut mengarah kepada ditinggalkannya unsur-unsur teologis dan metafisis. Metodologi kajian ilmu fisika sosial adalah dengan cara mengikuti hukum-hukum dalam ilmu-ilmu alam. Maka dari itu dinamakan sebagai ilmu fisika sosial.

Selanjutnya adalah pada tahun 1876. Seorang filsuf yang berasal dari Inggris, Herbert Spencer menulis buku pertama yang mulai menggunakan istilah ‘sosiologi’. Istilah sosiologi pertama yang muncul tersebut Spencer gunakan pada judul bukunya yang berjudul Principle of Sociology. Spencer merupakan salah satu filsuf yang memercayai teori evolusi Darwin. Dengan kepercayaannya terhadap teori evolusi Darwin tersebut, membawanya dalam penerapan hukum evolusi biologi pada ilmu sosiologi.

Tidak berhenti sampai di situ, pada sekitar tahun 1883, seorang filsuf Amerika bernama Lester F. Ward menulis sebuah buku yang berjudul Dynamic Sociology. Pada buku miliknya tersebut, Ward dianggap sebagai penulis buku pertama mengenai rancangan perilaku-perilaku sosial yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat untuk menuju sebuah kemajuan.

Kemudian setelah dua belas tahun kemudian, yakni pada 1895, David Émile Durkheim menerangkan secara detail mengenai metodologi ilmiah sosiologi dalam bukunya yang diberi judul The Rules of Sociological Method. Durkheim dikenal sebagai salah satu pencetus ilmu sosiologi modern yang saat ini kita kenal. Durkheim yang berasal dari Prancis mendirikan fakultas sosiologi pertama di dunia pada sebuah universitas di Eropa pada 1895. Ia juga dikenal dalam bidang sosiologi karena menerbitkan salah satu jurnal pertama yang diabdikan untuk ilmu sosial, L’Année Sociologique pada tahun 1896.

sejarah sosiologi
foto oleh Rob Curran

Sejarah Sosiologi Pada Abad ke 20

Memasuki masa baru pada abad 20an, terjadi fenomena ‘migrasi tradisi ilmiah’ dalam sejarah sosiologi dari Eropa Barat ke Amerika Serikat. Pada awalnya, sekitar abad 19, sosiologi berkembang dan dicetuskan oleh para filsuf yang berasal dari Prancis dan negara bagian Eropa Barat lainnya. Namun, memasuki abad 20an, sosiologi justru lebih berkembang pesat di Amerika Serikat. Pada masa tersebut di Amerika Serikat sedang mengalami proses industrialisasi dan urbanisasi berskala masif yang terjadi di perkotaan. Dampak dari industrialisasi masif tersebut adalah perubahan sosial secara menyeluruh dengan rentang ekskalasi yang cukup besar. Kondisi tersebut yang memicu para filsuf di Amerika Serikat untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang tengah timbul akibat perubahan sosial pada masa itu. Hasilnya, sosiologi menjadi salah satu studi ilmu sosial yang ilmunya paling banyak diaplikasikan dalam kajian-kajian mereka.

Dalam sejarahnya, sosiologi pada periode sebelum Perang Dunia I sampai dengan sekitar tahun 1930an cenderung didominasi oleh aliran Chicago School dengan tokoh utama Albion W. Small, yang sekaligus menjadi pencetus jurnal dalam bidang sosiologi paling prestisius di dunia, American Journal of Sociology. Pada fase berikutnya, Chicago School adalah yang turut melahirkan tokoh sosiologi ternama Pitirim Sorokin. Pitirim Sorokin adalah seorang sosiolog yang telah banyak berkontribusi memperluas penetahuan dalam aspek metodologi sosiologi.

Berdasarkan perjalanan sejarahnya, unsur objektivitas dalam ilmu sosiologi berkembang di Amerika Serikat melalui karya Talcott Parsons. Pada 1937 Parsons lewat bukunya yang berjudul The Structure of Social Action secara terang-terangan memperlihatkan pengaruhnya pada perkembangan teori-teori sosiologi. Pemikiran Parsons banyak dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran milik Dukheim dan Weber. Dalam tulisannya, Parsons menginterpretasikan masyarakat Amerika Serikat yang memengaruhi perkembangan teori sosiologi Amerika beberapa tahun kemudian.

sejarah sosiologi
foto oleh Kevin Curtis

Sejarah Sosiologi Pada Era Kontemporer

Sejarah sosiologi masih berlanjut hingga menjelang abad 21. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan modern semakin memiliki variaetas aliran-aliran sosiologi yang menyandang label post-, seperti postmodernisme, poststrukturalisme, postpositivisme, postkolonialisme, dan masih banyak lagi. Dengan kata lain sosiologi memasuki abad 21 ini, memiliki banyak cabang varietas aliran pemikiran dan disiplin yang semakin banyak. George Ritzer pada pemikirannya berpendapat bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki banyak sekali paradigma. Maksudnya adalah perspektif ilmu sosiologi tidak hanya berpatokan pada satu sudut pandang saja. Sehingga tidak heran dalam perkembangan sejarah sosiologi, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang sangat luas cakupannya.

Pada abad milenial ini, sosiologi dianggap sebagai ilmu yang sangat fluid dan terbuka dalam proses pengkajiannya. Objek kajian pun tidak sebatas pada perubahan struktur sosial dalam konteks industrialisasi, urbanisasi, perdesaan dan perkotaan, melainkan juga sampai pada aspek dinamika masyarakat yang memiliki perilaku bersifat kekinian. Sosiologi abad 21 disebut juga sebagai sosiologi kontemporer.

Berdasarkan aspek historisnya, sosiologi memiliki indikasi yang signifikan sebagai penanda semakin meluasnya ruang lingkup sosiologi yang dapat dilihat dari perkembangan subdisiplinnya yang menjadi cabang-cabang ilmu. Misalnya adalah Sosiologi Digital, Sosiologi Turisme, Sosiologi Pemuda, Sosiologi Kesehatan, Sosiologi Olah Raga, Sosiologi Sastra, Sosiologi Hukum, Sosiologi Ekonomi, Sosiologi Gender, dan Sosiologi kontemporer lainnya. Indikasi lain yang dapat diidentifikasi adalah semakin menjauhnya sosiologi dari tradisi positivisme. Sejarah perkembangan sosiologi di era kontemporer cenderung menolak relevansi hukum-hukum alam pada ilmu sosial.

visualisasi sejarah terbentuknya sosiologi

Sumber : http://sosiologis.com/

Author