Sobat PinterKelas, sudahkah kamu mendengar mengenai sidang BPUPKI? Kalau belum, mari kita buka materi tentang persiapan kemerdekaan. BPUPKI merupakan badan bentukan Jepang yang ditujukan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

sidang bpupki
kuliahpendidikan.com

Badan ini dibentuk secara khusus untuk mencapai satu tujuan tertentu. Alhasil dilakukanlah beberapa sidang BPUPKI untuk menjalankan tugas tersebut. Namun, pada masanya, akhirnya badan ini dibubarkan ketika tujuannya sudah tercapai.

Setelah itu, peran badan ini dilanjutkan oleh PPKI sebagai panitia persiapakan kemerdekaan. Meskipun begitu, peran badan ini tidak bisa diabaikan. Karena lewat sidang BPUPKI, badan ini telah memberi hasil sumbangan penting untuk kemerdekaan. Jadi sangat penting untuk tahu seluk beluk mengenai sidang ini.

Pengertian BPUPKI

BPUPKI adalah singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam Bahasa Jepang, BPUPKI disebut dengan Dokuritsu Junbi Chosakai. Badan ini dibentuk sendiri oleh pemerintah Jepang demi menarik hati orang Indonesia dengan memberi janji tentang kemerdekaan.

Ada tugas yang menyertai badan ini yakni untuk mempelajari, menyelidiki, serta mempersiapkan segala hal berkaitan dengan aspek politik, tata pemerintahan, ekonomi, dan berbagai hal penting lain dalam rangka mempersiapkan pembentukan negara Indonesia.

Badan ini didirikan pada tanggal 1 Maret 1945. Setelah berhasil menuntaskan tugas, badan ini dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945. Tugas utama yang berhasil dituntaskan oleh BPUPKI adalah membuat dasar negara dengan nama Pancasila.

Mengenai sidang, BPUPKI berhasil mengadakan sidang sebanyak 2 kali. Sidang pertama pada tanggal 2 Mei hingga 1 Juni 1945. Sedangkan sidang kedua pada tanggal 11 Juli hingga 14 Juli 1945. Selain sidang resmi, diadakan pula berbagai pertemuan kecil demi membentuk persiapan lebih baik.

Sejarah Pembentukan BPUPKI

Salah satu kebijakan Jepang ketika menjajah yang tidak diberlakukan oleh Belanda adalah memberi janji kemerdekaan. Pada saat itu, posisi Jepang sedang terhimpit. Serangan sekutu tidak bisa dibendung, Jepang sangat terancam.

Demi menghimpun kekuatan sekaligus tetap memposisikan diri sebagai negara colonial, Jepang berusaha menarik hati warga Indonesia. Karena Indonesia sudah terlalu lama dijajah, maka janji kemerdekaan menjadi pilihan untuk menarik simpati warga.

Dan cara ini memang berhasil. Bisa dikatakan, pemberian janji kemerdekaan itu bukan sebagai bentuk kebaikan hati melainkan untuk kepentingan Jepang sendiri. Langkah awal pemberian janji kemerdekaan adalah dengan membentuk badan BPUPKI.

Badan ini didirikan pada tanggal 29 April 194 5 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Dasar pembentukannya termuat dalam Maklumat Gunseikan Nomor 23. Lalu badan ini benar-benar berdiri dengan anggota 63 orang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningratan.

Didirikan BPUPKI benar-benar bertepatan dengan kondisi Jepang yang serba tertekan. Saat itu, sekutu tengah menyerang Jepang habis-habisan. Bila Indonesia tidak mau membantu, bala kekuatan Jepang akan berkurang.

Dan akhirnya BPUPKI benar-benar diresmikan. Bahkan dihadiri secara resmi oleh beberapa petinggi Jepang. Bendera Indonesia merah putih pun boleh disejajarkan oleh bendera Jepang.

Namun, kemudian pengaruh dari Jepang ini hilang ketika pemuda memprakarsai Peristiwa Rengasdengklok. Melalui peristiwa itu, Indonesia berhasil memukul mundur Jepang dan memaksanya mau mengakui kemerdekaan Indonesia.

Kejadian ini terjadi ketika BPUPKI sudah bubar dan dibentuk badan baru bernama PPKI. Nah, karena kita sudah membahas peristiwa Rengasdengklok, jadi lebih baik kali ini digunakan untuk membahas sidang BPUPKI saja. Oke?

Anggota BPUPKI

sidang bpupki
pwmu.co

BPUPKI memiliki total anggota sebanyak 63 orang. Beberapa anggota yang tergabung antara lain:

  • K.R.T Radjiman Wedyodiningrat (Ketua)
  • R.P Soeroso (Wakil Ketua)
  • Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua) – Orang Jepang
  • Ir. Soekarno
  • Drs. Moh. Hatta
  • Mr. Muhammad Yamin
  • KH. Wachid Hasyim
  • Prof. Dr. Mr. Soepomo
  • Mr. A.A Maramis
  • Abdoel Kahar Muzakir
  • H. Agoes Salim
  • Abikoesno Tjokrosoejo
  • Prof. Dr. P.A.A Hoesein Djajadiningrat
  • Mr. Achmat Soebardjo
  • Soekiman
  • Ki Bagoes Hadikusumo
  • A.R Baswedan
  • Abdoel Kaffar
  • K.H. Ahmad Sanusi
  • R.A.A. Poerbonegoro Seomitro Kolopaking
  • K.H Abdul Salim
  • K.H. Ahmad Sanusi
  • Liem Koen Hian
  • Oey Tjang Tjoe
  • Tang Eng Hoa
  • Dan lain-lain

Tugas Utama BPUPKI

Setelah melalui beberapa sidang, dapat disimpulkan bahwa tugas utama BPUPKI antara lain:

  • Membahas pembentukan Dasar Negara
  • Membentuk panitia kecil (panitia delapan) yang bertugas menampung saran dan konsepsi dari para anggota badan
  • Membant penitia sembilan untuk mengkaji rancangan dasar negara
  • Membentuk resis selama satu bulan setelah sidang pertama dilakukan
  • Menghasilkan piagam Jakarta (Jakarta Charter) – Tugas Panitia Sembilan

Hasil Sidang BPUPKI

Ada dua sidang yang telah dilakukan oleh BPUPKI, yakni sidang pertama dan kedua. Masing-masing sidang memiliki tujuan berbeda jadi alangkah lebih baik bila dibahas satu per satu. Detail mengenai hasil sidang bisa dilihat di bawah ini.

1. Hasil Sidang Pertama

Sidang pertama berlangsung pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Agenda utama dari sidang ini adalah untuk merumuskan pembentukan Dasar Negara dengan nama Pancasila.

Ada tiga perumus utama pembentukan dasar negara, yakni Ir. Soekarno, Mr. Mohammad Yamin, dan Prof. Dr. Mr. Supomo. Ketiga perumus itu mempresentasikan rancangan buatannya pada hari berbeda.

Setelah masing-masing mempaparkan, ternyata belum menemui kata mufakat. Alhasil dibentuk panitia kecil sejumlah 9 orang (Panitia Sembilan) yang secara khusus ditugaskan untuk merumuskan dasar negara.

Lalu terbentuk dasar negara dengan poin pertama mengenai ketuhanan dan agama. Poin kedua tentang kemanusiaan, ketiga tentang persatuan, keempat tentang permusyawaratan, dan kelima tentang keadilan sosial.

Poin-poin ini dinamakan Piagam Jakarta yang kemudian menjadi cikal bakal dari Pancasila.

2. Hasil Sidang Kedua

tribunnews.com

Sidang kedua berlangsung pada tanggal 10 Juli sampai 14 Juli 1945. Agenda sidang kedua adalah mengenai pembahasan rancangan undang-undang dasar (UUD), bentuk negara, wilayah negara, pernyataan merdeka, dan kewarganegaraan Indonesia.

Dibentuk beberapa kepanitiaan seperti panitia perancang UUD diketuai Ir. Soekarno dengan anggota 19 orang. Juga panitia pembelaan tanah air diketuai oleh Abikoesno Tjokrosoejoso dan panitia ekonomi dan keuangan yang diketuai oleh Mohamad Hatta.

Hasil sidang telah dilaksanakan tanggal 13 Juli 1945. Lalu pada tanggal 14 Juli 1945, diadakan rapat pleno dengan agenda penerimaan laporan dari panitia perancang UUD.

Ada 3 pokok dari sidang kedua, meliputi pernyataan Indonesia merdeka, Pembukaan UUD, serta batang tubuh UUD. Dengan diperoleh hasil ini, maka tertunai sudah tugas dari BPUPKI.

Tertunainya tugas itu menjadi penanda bahwa badan ini harus segera dibubarkan. Kemudian badan ini dibubarkan oleh Jepang ditandai dengan dibentuk panitia baru bernama PPKI.

PPKI ini bertugas secara teknis untuk mempersiapkan kemerdekaanIndonesia. Nah, nanti PPKI akan berperan besar tetapi pasca proklamasi. Intinya kedua badan itu sama-sama berperan penting.

Baca juga :
1. Sejarah dan Profil Tokoh Panitia Sembilan Terlengkap!
2. Jasmerah! Inilah Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Terlengkap

Author