Hai Cerdikawan Pinter Kelas di mana saja berada! Saat ini kamu berjumpa dengan bagian pelajaran bahasa Indonesia tentang sastra, atau tepatnya sinopsis cerpen.

Pelajaran bahasa Indonesia memang terdiri dari 2 kelompok, tata bahasa dan sastra Indonesia. Dua bagian yang sama menariknya. Di mana tata bahasa mempelajari kata dan kalimat serta susunan dan strukturnya. Sementara sastra Indonesia mempelajari berbagai jenis atau hasil karya sastra, sejarah, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hasil karya tersebut.

Nah, Pinter Kelas kali ini akan membahas sesuatu yang tidak biasa, yaitu sinopsis cerpen. Buat kamu yang suka membaca cerpen, pasti akan suka! Mengapa? Untuk menuliskannya, kamu tidak akan dilarang untuk membaca cerpen kesukaan secara berulang-ulang. Bahkan, boleh membaca banyak cerpen. Menyenangkan bukan?

Pengertian Sinopsis Cerpen

Sinopsis sendiri biasanya dapat kamu lihat di bagian cover belakang buku. Biasanya terdapat di bagian belakang cover. Kamu dapat membacanya sebelum membeli. Beberapa orang tidak akan menentukan pembelian setelah membaca ini.

Namun, tidak semua buku menggunakan sinopsis di bagian belakang covernya. Ada buku yang hanya menampilkan blurb, gambaran yang lebih singkat dari sinopsis. Blurb hanya menampilkan isi cerpen atau novel secara singkat dari satu sisi atau dialog saja yang paling menarik.

Sinopsis tidak hanya ada dalam sebuah buku. Pada pementasan drama, tetater, dan film sinopsis juga sering kali dibuat agar penontonnya tertarik. Bahkan, di beberapa pementasan drama teater sinopsis dibacakan sebagai prolog.

Jadi, apa yang dimaksud dengan sinopsis? Bagaimana dengan Sinopsis Cerpen?

Sinopsis adalah gambaran singkat isi buku dari awal sampai akhir. Dalam bahasa yang lebih sederhana, sinopsis merupakan ringkasan dari sebuah karya sastra.

Ada sinopsis novel, cerpen, film, drama, dan lain-lain.

Sesuai dengan judul Pinter Kelas kali ini, tentu pembahasan mengarah kepada sinopsis cerpen. Ringkasan dari sebuah cerpen.

Seperti pada umumnya sinopsis, untuk cerpen tentu saja lebih pendek dari karya aslinya. Jika aslinya terdiri dari 3 halaman, sinopsis hanya menuliskan setengah sampai 1 halaman saja.

Di media sendiri, yang paling banyak beredar adalan sinopsis novel dan film.

Ciri-Ciri Sinopsis

Sinopsis mempunyai susunan kalimat yang berbeda dengan karya atau naskah aslinya. Biasanya di sini dialog dihilangkan. Tokoh-tokoh digambarkan secara singkat.

Agar kamu lebih memahami, di bawah ini beberapa ciri sinopsis cerpen.

1. Alur atau Cerita

Kamu pasti sudah mengetahui bahwa sebuah karya sastra dapat dituliskan dalam 3 jenis alur: maju, mundur, dan campuran.

Nah, dalam menuliskan sinopsis kamu harus memperhatikan bahwa alur cerita mengikuti naskah aslinya. Tidak boleh dibalik meski ceritanya tetap dibuat sama.

2. Bahasa Persuasif

Persuasif dalam bahasa Indonesia artinya ajakan.

Dalam membuat sinospsis kamu harus membuat kalimat yang menceritakan isi cerpen secara singkat tetapi menarik. Kemudian di dalamnya juga terdapat teks persuasif. Kamu mengajak pembaca atau siapa saja yang melihat sinopsis untuk membaca cerpen.

Hal ini yang membedakan sinopsis dari review. Review atau resensi biasanya hanya menceritakan isi cerpen atau buku dengan kelebihan dan kekurangan. Resensi tidak mengajak orang lain untuk ikut membaca.

3. Menampilkan Konflik

Sinopsis dibuat sesuai naskah aslinya. Oleh karena itu, kamu juga harus menampilkan konflik dengan singkat dan menarik.

4. Membuat Penasaran

Meski disebutkan bahwa sinopsis merupakan ringkasan atau gambaran singkat cerpen, bukan berarti kamu mengisahkan semuanya secara detil dalam sinopsis.

Sinopsis tetap harus membuat penasaran pembacanya. Ada bagian-bagian terbaik yang memang disimpan untuk itu.

Fungsi Sinopsis Cerpen

Seperti halnya sinopsis film atau novel atau lainnya, sinopsis cerpen juga mempunyai fungsi, antara lain:

  1. Memberi gambaran informasi secara ringkas tentang isi cerita kepada pembacanya.
  2. Menarik perhatian pembaca agar mau membaca isi cerpen secara keseluruhan.
  3. Gambaran tokoh secara lebih jelas dan sederhana dengan urutan atau kronologis atau alur sesuai aslinya.

Cara Membuat Sinopsis

Biasanya dalam pelajaran sekolah setelah membahas materi sinopsis cerpen, kamu akan diminta untuk mengerjalan tugas sinopsis.

Bagaimana membuat sinopsis? Tenang saja, cara dan langkahnya mudah sekali asal kamu mau meluangkan waktu untuk tujuan ini.

Langkah dan cara membuat sinopsis, yaitu:

1. Membaca Cerpen Asli

Kali ini Pinter Kelas membahas tentang sinposis cerpen. Untuk membuatnya, kamu harus membaca naskah asli cerpen tersebut. Jangan membuat sinopsis dengan hanya membacanya secara sekilas atau bagian awal dan akhir saja. Bacalah cerpen secara utuh.

2. Mencatat Beberapa Bagian Penting

Catatlah beberapa bagian penting dalam cerpen, seperti alur, penokohan, dan tema. Setelah itu, catat atau tandai pula gagasan utama dari setiap paragraf.

3. Mengembangkan Kalimat

Dari bagian yang telah kamu catat dan paragraf yang ditandai gagasan utamanya, kembangkan menjadi beberapa kalimat sederhana dan singkat.

Pengembangan kalimat harus dilakukan secara urut sesuai aslinya.

Kamu tidak perlu mengembangkan kalimat dalam bahasa cerpen aslinya. Misalnya, cerpen penuh dengan bahasa atau dialog puitis, tidak perlu kamu tuliskan dengan cara yang demikian.

Sinopsis dapat ditulis dengan gaya bahasa kamu sendiri menggunakan kalimat singkat dan efektif, serta tetap menarik bagi pembaca.

4. Membuat Dialog

Jika ada beberapa dialog yang kamu anggap penting untuk dituliskan, catatlah secara garis besar saja. Jangan menuliskan banyak dialog dalam sinopsis.

Contoh Sinopsis Cerpen

Hal yang tidak memungkinkan di sini untuk menuliskan cerpen secara keseluruhan. Jadi, untuk contoh sinopsis, di bawah ini dituliskan dari cerita yang sudah kamu kenal, yaitu Lomba Lari Kancil dan Keong.

Contoh sinopsisnya sebagai berikut!

Kisah Kancil dan Keong merupakan cerita yang melegenda. Sebuah cerita yang patut disimak, di mana kesombongan dapat terkalahkan dengan akal dan kerja sama.

Kancil dan Keong merupakan dua binatang yang sangat jauh berbeda dan sama-sama tinggal dalam hutan. Kancil dapat berlari dengan cepat, sementara Keong merupakan hewan yang bergerak sangat lambat.

Suatu hari, Kancil mengajak Keong untuk berlomba lari. Dia tahu, Keong bergerak sangat lambat. Namun, dia tetap ingin dilihat sebagai pemenang dan menunjukkan di depan teman-teman dan hewan lain.

Keong menerima tantangan Kancil dan berkumpul dengan sesamanya untuk membuat strategi.

Keesokan harinya, saat perlombaan dimulai Kancil langsung melesat meninggalkan Keong. Akan tetapi di setiap batu yang ia temui terlihat Keong dengan tenang sudah mendahuluinya. Padahal rute yang ditempuh sangat jauh.

Akhirnya, sampai garis akhir, Kancil tidak pernah dapat mendahului Keong.

Kisah ini patut dibaca anak-anak karena mengajarkan karakter baik dan kerjasama. Penulis berhasil menuliskannya dengan sangat apik dan menarik.

Demikian Cerdikawan, Pinter Kelas kali ini tentang sinopsis cerpen secara lengkap hingga contohnya. Kamu dapat berlatih dengan membaca sebuah cerpen dan menuliskan sinopsisnya. Hmm… Jika kamu sudah ahli, beberapa orang membutuhkan jasa penulis sinopsis berbayar lho untuk memperomosikan karyanya. He he.. Selamat belajar!

Author