Cerdikawan, kamu pasti sudah mengetahui kalau tumbuhan mempunyai organ yang lebih sederhana. Organ tersebut terdiri dari: akar, batang, daun, dan bunga. Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dan tentu saja membuat tanaman mempunyai ciri sebagai makhluk hidup. Agar lebih jelas lagi tentang organ tumbuhan, Pinter Kelas akan membahasnya satu per satu. Dimulai dari struktur daun.

Ternyata daun yang kelihatan tipis mempunyai struktur yang cukup rumit lho! Ini tidak terlihat dengan mata kamu, bahkan dengan membelah daun. Struktur daun terlihat hanya dengan bantuan mikroskop.

Mau tahu apa saja struktur daun dan fungsinya? Pinter Kelas akan membahasnya secara tuntas!

Daun

Apa yang kamu pikirkan jika berbicara tentang daun?

Ya, warna hijau yang menjadi ciri khasnya karena memang kebanyakan daun mengandung klorofil atau zat hijau daun.

Namun, beberap tumbuhan mempunyai penampakan warna daun merah atau lainnya. Contoh yang paling terkenal ada Aglonema. Tanaman hias jenis daun ini disukai karena warna daunnya merah, putih, bahkan ada yang biru.

Meski warnanya terlihat tidak hijau, tetapi daun tetap mempunyai klorofil.

Bentuknya yang tipis melebar dengan bagian pinggir berbeda-beda, organ ini mempunyai fungsi utama sebagai tempat pembuat makanan atau fotosintesis.

Secara umum, daun yang umumnya tersebar merata di bagian batang mempunyai fungsi, antara lain:

  • Mengambil zat makanan (resorpsi) yang berasal dari akar dan menyerap udara (karbondioksida) dari udara untuk kebutuhan fotosintesis.
  • Mengolah zat makanan menjadi makanan (fotosintesis).
  • Tempat pernapasan atau respirasi.
  • Tempat terjadinya sebagian besar penguapan tumbuhan atau transpirasi.

Bagian-Bagian Daun

Sebelum berlanjut ke struktur daun, sedikit harus kamu ketahui terlebih dahulu tentang bagian-bagian daun.

Bagian ini terdiri dari pelepah (vagina), tangkai (petolus), dan helai daun (lamina).

Namun tidak semua tanaman mempunyai bagian daun lengkap. Daun lengkap dapat kamu lihat ada pada: pohon pisang (Musa paradisiacal L), pohon pinang (Araca catechuL), bambu (Bambusa sp), dan lain-lain. Daun mangga dan daun jambu termasuk yang tidak sempurna.

Jika melihat lembaran daun secara lebih seksama, kamu akan melihat tulang atau urat daun. Tulang ini bentuknya ada 4 macam:

  • Tulang daun menyirip, misalnya pada daun mangga atau tanaman dikotil umumnya.
  • Tulang daun menjari, misalnya pada daun pepaya dan singkong dan beberapa tanaman dikotil lain.
  • Tulang daun melengkung, misalnya pada daun gadung dan banyak tanaman monokotil lain.
  • Tulang daun sejajar, seperti pada daun jagung, tebu, dan padi.

Struktur Daun

Jika bagian-bagian daun melihat yang tampak dari organ ini, struktur melihat sesuatu yang tidak tampak.

Jika kamu ingin melihatnya, letakkan irisan daun di bawah mikroskop. Tentu saja dengan tehnik tertentu.

Daun yang lebar dan tipis ternyata mempunyai struktur dan fungsi seperti gambar berikut.

struktur daun
edubio.info

1. Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis terletak tepat di bagian paling atas dan bawah daun yang kamu kenal. Epidermis bagian atas disebut adaksial dan bagian bawah disebut abaksial. Bentuknya pipih karena tidak mempunyai ruang antar sel, tetapi terlihat kompak alias sama satu sama lain.

Bagian ini merupakan satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dan zat kutin atau kutikula atau beberapa tanaman mempunyai lignin.

Bentuk atau lapisan epidermis berbeda-beda sesuai jenis tumbuhan. Yang pasti di epidermis terdapat:

  • Stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup sehingga dapat menutup dan membuka. Tidak semua tumbuhan memliki stomata di kedua bagian epidermis. Ada yang hanya mempunyai di bawah atau atas saja.

    Tumbuhan darat umumnya memiliki stomata yang terletak di bawah permukaan daun agar penguapan tidak banyak. Sementara tumbuhan air memiliki stomata di atas permukaan daun untuk mempercepat terjadinya penguapan.

    Stomata menjadi tempat terjadinya pertukaran gas dan air. Jadi, di sini terjadi pernapasan dan peguapan.
  • Trikoma
  • Rambut Daun

2. Jaringan Mesofil

Mesofil terletak di antara epidermis atas dan bawah dan di antara berkas jaringan pengangkut. Ini juga merupakan lapisan dasar yang tersusun atas parenkim yang relatif homogen. Beberapa di antaranya ada juga yang berdiferensiasi menjadi parenkim palisade dan parenkim spons.

  • Parenkim palisade
    Bentuknya seperti silinder dan tersusun rapat menyerupai sebuah pagar. Meski demikian, sisi panjang selnya terpisah satu sama lain sehingga udara dalam ruang antar sel tetap mencapai bagian dalam.

    Bagian ini kebanyakan terdapat pada lapisan atas daun, mengisi sampai lebih dari ½ mesofil. Namun ada juga palisade yang terdapat pada kedua sisi permukaan daun.

    Terkadang terdapat hipodermis di antara epidermis dan jaringan palisade yang mungkin tersusun atas satu atau dua lapisan, tergantung pada jenis tanaman.

    Di parenkim inilah terdapat jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas. Otomatis berarti fotosintesis juga terjadi di sini. Lebih tepatnya lagi, kloroplas terdapat pada sitoplasma yang melekat pada dinding sel jaringan parenkim palisade.
  • Parenkim Spons
    Jaringan parenkim spons terdiri dari sel yang tidak teratur bentuknya.

    Bagian yang berbeda dengan parenkim palisade adalah adanya lobus atau rongga yang terdapat di ruang antar sel.

    Meski demikian, terkadang parenkim spons dan palisade tidak dapat dibedakan, terutama pada bagian yang paling berdekatan atau menempel.

3. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut sering disebut juga jaringan pembuluh. Fungsinya sebagaimana pembuluh darah pada manusia, yaitu sebagai alat transportasi.

Berkas atau jaringan pengangkut ada di seluruh organ tumbuhan. Berkas ini terdiri dari dua jenis, xylem dan floem. Keduanya berdinding tipis untuk memudahkan transpor antar sel.

Khusus untuk jaringan pengangkut pada daun, ada yang memiliki kloroplas dan tidak. Banyak juga yang mengandung kristal.

Seperti halnya daun, terdapat perbedaan berkas pengangkut tanaman dikotil dan monokotil.

Pada tanaman dikotil, berkas pengangkut diperluas oleh parenkim ke arah epidermis pada satu atau kedua sisi daun. Selain itu, kedua berkas juga kelihatan berbeda dan beraturan.

Sementara pada tanaman monokotil, berkas pengangkut xilem dan floem berbaur secara acak dan tidak dapat dibedakan.

Xilem berfungsi mengangkut zat-zat makanan atau nutrisi (mineral dan air) dari akar ke daun. Sebaliknya, floem berfungsi mengangkut dan mengedarkan hasil fotosintesis (zat tepung dan oksigen) ke bagian atau organ tanaman lain.

4. Jaringan Tambahan

Beberapa ahli Biologi menyebutkan adanya jaringan tambahan pada tanaman. Beberapa lainnya menganggapnya tidak ada karena sudah termasuk pada parenkim.

Yang dimaksud jaringan tambahan adalah kristal pada berkas pengangkut dan kelenjar atau hormon tanaman.

Menarik bukan Cerdikawan pelajaran kali ini? Ternyata di balik daun yang sangat tipis, ada susunan yang cukup kompleks. Hanya saja, kamu tidak melihatnya dengan mata telanjang.

Struktur daun seperti mengajarkan kepada Cerdikawan Pinter Kelas dan semua untuk tidak menilai segala sesuatu dari penampilan luar ya? Tuhan menciptakan semuanya dengan fungsi masing-masing dan tujuan akhirnya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh manusia.

Semangat belajar! Biologi itu menyenangkan dan mudah!

Author