Struktur teks observasi merupakan komponen-komponen penting dalam teks observasi atau Laporan Hasil Observasi. Struktur teks observasi terdiri dari komponen-komponen yang saat dipadukan akan menjadikan sebuah tulisan atau teks laporan observasi yang sesuai dengan kaidah. Untuk dapat menulis teks observasi atau Laporan Hasil Observasi (LHO) struktur teks observasi perannya sengat pentingdalam penyusunannya. Maka dari itu, PinterKelas telah merangkum pembhasan yang tidak hanya menmbahas tentang teks observasi, tetapi juga tujuan, fungsi, ciri dan sifatnya! Yuk Cerdikawan, silakan disimak dengan baik ya pembahasannya!

Struktur Utama Teks Observasi

Teks observasi memiliki struktur utama yang terbagi menjadi 2 tahapan yang dapat memperkuat teks ini untuk dapat menjadi menjadi suatu hasil tulisan yang lengkap, antara lain adalah:

1. Pernyataan Umum atau Klasifikasi

Klasifikasi atau pernyataan umum adalah sebuah pengantar (introduction) atau pembuka mengenai permasalahan yang akan dilaporkan di dalam tulisan. Pada tahapan ini, terdapat penyampaian bahwa segala hal yang ada di dunia dapat diklasifikasikan sesuai kriteria persamaan dan perbedaannya.

2. Anggota atau Aspek

Pada tahapan ini adalah suatu permasalahan yang ingin dilaporkan melalui bahasan maupun rincian berdasarkan sebuah objek yang sedang atau telah diamati.

Struktur Lain Teks Observasi

Selain memiliki struktur utama, teks observasi juga memiliki struktur lain di dalam tulisannya, antara lain adalah:

1. Definisi Umum

Definisi umum adalah pengantar yang berisi mengenai pengertian, definisi, atau deskripsi dari objek pembahasan yang akan dibahas di dalam teks observasi.

2. Definisi Bagian

Definisi bagian merupakan bagian dari tahapan menulis teks laporan observasi dimana berisi ide pokok yang berada pada setiap paragraf yang menjabarkan mengenai penjelasan-penjelasan merinci.

3. Definisi Manfaat

Definisi manfaat adalah tahapan menulis teks laporan observasi yang menjelaskan segala manfaat yang dimiliki oleh pembahasan yang dibahas dilaporan teks observasi.

4. Penutup

Penutup merupakan sebuah tahapan akhir dari teks laporan observasi yang berisi evaluasi dari rincian. Penutup selalu terletak di bagian akhir teks laporan observasi.

struktur teks observasi
struktur teks observasi Image by Angelo Giordano from Pixabay

Tujuan Teks Observasi

Teks laporan observasi tentunya memiliki tujuan di balik penyusunannya, eetelah mengetahui bagaimana struktur teks observasi, maka berikut ini merupakan tujuan disusunnya teks observasi. Antara lain adalah:

  • Mengatasi sebuah permasalahan atau isu yang berkembang.
  • Menemukan sebuah teknik ataupun cara yang mengusung inovasi dari teknik yang sudah ada.
  • Mengambil keputusan dengan lebih efektif.
  • Melakukan atau melaksanakan observasi serta membuat perbaikan berdasarkan hasil pengamatan.
  • Mengamati apa saja perkembangan dalam sebuah permasalahan atau isu.

Fungsi Teks Observasi

Selain memiliki struktur dan tujuan, pada teks observasi tentu saja memiliki fungsi. Berikut ini adalah beberapa fungsi yang dimiliki oleh teks observasi, antara lain:

  • Melaporkan mengenai sebuah tanggung jawab yang telah dilaksanakan atas segala prosedur observasi yang telah dilakukan.
  • Memaparkan adanya dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan pemecahan masalah pada sebuah observasi atau pengamatan.
  • Sarana belajar hal-hal baru
  • Sarana mempelajari cara mengenbangkan hal-hal yang sudah ada menjadi hal yang baru
  • Selain sarana untuk belajar hal baru, dapat menjadi sarana menggali berbagai informasi baru.

Ciri-Ciri Teks Observasi

Setelah memaparkan berbagai aspek dalam teks obesrvasi, berikut ini adalah ciri-ciri dari teks observasi yang dapat membedakannya dengan tulisan-tulisan lain:

  • Teks observasi akan menghindari sifat subjektifitas, karena akan bersifat objektif, global dan universal.
  • Objek yang akan dibahas adalah suatu objek tunggal.
  • Disusun secara lengkap bahkan sempurna berdasarkan hasil pengamatan dan strutur teks observasi.
  • Disusun berdasarkan informasi dan fakta-fakta yang sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  • Informasi pada tulisan merupakan sebuah hasil penelitian terbaru yang telah dibuktikan kebenarannya.
  • Teks olaporan observasi ini merupakan salah satu tulisan non-fiksi yang tidak boleh mengandung prasangka, praduga, subjektifitas yang menyimpang atau tidak tepat.
  • Memiliki benang merah karena saling berkaitan dengan hubungan berjenjang di antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
struktur teks observasi
Struktur Teks Observasi Image by Gerd Altmann from Pixabay

Sifat Teks Observasi

Yang terakhir, teks observasi juga mempunyai sifat-sifat yang wajib terdapat dalam tulisannya. Berikut ini adalah sifat dari teks observasi:

1. Informatif

Bersifat informatif maksudnya tulisan harus mampu menyediakan informasi yang berguna dengan adanya prosedur pengamatan objek kepada pembaca teks laporan observasi tersebut.

2. Komunikatif

Bersifat komunikatif artinya, teks observasi menggunakan Bahasa yang mengarah kepada komunikasi dua arah yang seolah-olah dilakukan oleh para penyusun teks dengan para pembaca. Tujuannya adalah agar isi laporan pada teks jauh lebih mudah untuk dipahami isinya oleh pembaca.

3. Objektif

Bersifat objektif maksudnya adalah teks laporan observasi tersebut harus disusun berdasarkan informasi faktual yang mengacu pada informasi yang sahih atau dapat diverifikasi kebenarannya.

Author