Cerdikawan, kalau mau belajar kimia, pertama-tama yang harus dipahami adalah tabel unsur periodik kimia. Kalau belum paham, mari kita bahas tabel unsur periodik ini bersama-sama. Semua materi seputar kimia dimulai dari unsur periodik ini. Bila kamu belum paham tentang materi ini, bagaimana mau memahami materi lain?

Mempelajari materi periodik itu tidak sulit kok! Pun sudah ada tabel yang mempermudah kita dalam mempelajarinya. Mari ucapkan terima kasih kepada Niels Bohr yang mampu merumuskan tabel periodik ini.

Tak lupa, ucapkan pula terima kasih kepada Dalton yang telah memulai penelitian seputar unsur dan atom. Sehingga ada ilmuwan lain yang terus menyempurnakan ilmu pengetahuan ini dan sudah menjadi pengetahuan umum seperti sekarang.

Nah, cara berterima kasih salah satunya adalah dengan mempelajarinya. Maka mari kita pelajari dengan seksama. Yuk dimulai dari sekarang!

Pengertian Unsur Periodik Kimia

Apa pengertian dari tabel ini? Nah, mari kita ulas terlebih dahulu pengertiannya. Tabel unsur periodik adalah sebuah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Di dalamnya ada berbagai unsur kimia yang ada di muka bumi. Semua dirangkum dalam satu tabel. Menarik sekali bukan?

Tidak sekadar urutan unsur, melainkan unsurnya diurutkan sesuai dengan karakteristiknya. Jadi memahami tabel ini seperti halnya kamu mengetahui berbagai unsur dengan karakter khasnya.

Unsur kimia ada berbagai macam dengan karakter berbeda-beda. Akan sangat sulit bila tidak dikelompokkan. Maka membuat tabel ini adalah penemuan besar. Sebab, dilakukan penelitian panjang terkait dengan unsur-unsurnya.

Dan ketika sudah mampu dikelompokkan, maka ini menjadi sebuah gebrakan besar terhadap ilmu pengetahuan. Kamu sangat beruntung karena setelah lahir kamu sudah bisa melihat tabel ini di depan mata. Pun kamu tinggal mempelajari dan membuktikan saja.

Tidak harus menyusun kembali dari awal. Itulah keuntungan zaman sekarang. Mari kita pelajari hal lain seputar tabel ini agar lebih mengerti.

Pengelompokan Unsur

Seperti sudah dijelaskan, unsur itu tidak sekadar ditempatkan di sebuah tabel. Tetapi dalam menempatkan pun disesuaikan dengan sifat-sifat dan karakter. Dan unsur dengan sifat hampir mirip akan dikelompokkan.

Coba lihat gambar tabel periodik modern di bawah ini:

unsur periodik

Ada empat macam pengelompokkan, yakni berdasarkan periode, golongan, blok, serta logam, metaloid, dan non logam. Mari kita ulas satu per satu:

1. Golongan

Golongan dapat dilihat dari kolom vertikal tabel tersebut. Golongan ini memiliki tren lebih bermakna dibanding periode dan blok. Berdasarkan teori mekanika kuantum modern, unsur yang terletak pada golongan sama memiliki konfigurasi elektron sama pada kulit valensinya.

Sehingga unsur pada golongan sama cenderung memiliki sifat dan tren sejalan dengan kenaikan nomor atom. Namun, pada beberapa tabel periodik seperti blok –d maupun blok –f, kesamaan horisontal (periode) justru lebih penting dibanding kesamaan vertikalnya (golongan).

2. Periode

Periode ialah baris horisontal pada tabel periodik unsur. Meskipun golongan lebih mampu menggambarkan tren dari unsur, tetapi ada beberapa karakter yang lebih signifikan bila digambarkan melalui periode. Misalnya pada blok –f tepatnya lantanida dan aktinida yang membentuk seri yang substansial.

Unsur dalam satu periode menunjukkan tren pada energi ionisasi, elektronegativitas, afinitas elektron, dan jari-jari atom. Dari kiri ke kanan pada periode sama, biasanya jari-jarinya akan menyusut.

Ini dikarenakan unsur yang berurutan akan menambah proton maupun elektron sehingga elektron mendekat ke inti atom. Penurutan jari-jari mengakibatkan energi ionisasi naik dari kiri ke kanan dalam satu periode.

Makin kuat ikatan dari unsur maka makin banyak energi dibutuhkan untuk melepas elektron. Elektronegativitas naik seiring dengan kenaikan energi ionisasi karena elektron tertarik ke inti atom.

Afinitas pun memiliki kecenderungan serupa pada periode sama. Logam (periode kiri) biasanya memiliki afinitas elektron lebih rendah daripada non logam (periode kanan), tetapi pengecualian terjadi pada golongan gas mulia.

3. Blok

Bagian tertentu dari tabel unsur periodik bisa disusun sebagai blok sesuai dengan urutan pengisian kulit elektron dari unsurnya. Masing-masing blok diberi nama sesuai dengan sub kulit terakhir elektron berada.

Lihat gambar di bawah ini:

  • Blok –s, tersusun dari dua golongan pertama yakni logam alkali dan alkali tanah disertai hidrogen dan helium.
  • Blok –p, tersusun atas 6 golongan terakhir yakni golongan 13 hingga 18 sesuai IUPAC (3A sampai 8A sesuai penamaan Amerika) serta mengandung sebagian besar metaloid.
  • Blok –d, terdiri atas golongan 3 sampai 12 atau golongan 3B sampai 2B dalam penggolongan versi Amerika. Isi blok ini secara keseluruhan berupa logam transisi.
  • Blok –f, terletak di bawah tabel utama yang tidak memiliki nomor golongan. Blok ini terdiri atas lantanida dan aktinida.

4. Logam, Metaloid, dan Non Logam

Bila dilihat dari sifat fisika dan kimia, unsur bisa digolongkan menjadi 3 yakni logam, metaloid, dan non logam. Inilah gambar letak unsur berdasarkan pada sifat fisika dan kimianya:

unsur periodik

Logam biasanya berkilau, mampu membentuk aloy dengan logam lain, memiliki konduktivitas tinggi, serta membentuk senyawa ion serupa garam dengan non logam selain gas mulia.

Non logam akan membentuk senyawa bersama non logam lain saat berikatan secara kovalen. Dan di antara logam dan non logam terdapat metaloid yang memiliki sifat berada di antara keduanya. Atau campuran antara keduanya.

Golongan dalam Unsur Periodik

Kali ini kita akan bahas 5 golongan dalam tabel periodik. Simak di bawah ini ya!

  1. Golongan IA (Logam Alkali)
    Unsur pada golongan ini semuanya adalah logam lunak yang kerasnya serupa karet penghapus dan uniknya bisa diiris. Massa logam ini termasuk ringan. Dan beberapa yang masuk ke golongan ini seperti Li, Na, K, dan lain-lain dengan massa kurang dari 1 g/cm3.
  2. Golongan IIA (Logam Alkali Tanah)
    Logam dalam golongan ini termasuk logam aktif. Tetapi kereaktifan dari logam ini masih lebih rendah daripada logam alkali dalam satu periode. Dan logam ini hanya bisa terbakar di udara bila dipanaskan.
  3. Golongan VII A (Halogen)
    Golongan ini adalah unsur non logam yang amat reaktif. Ini dikarenakan elektron valensinya berjumlah 7 yang hanya butuh 1 elektron saja untuk mencapai konfigurasi stabil.
  4. Golongan VIII A (Gas Mulia)
    Unsur di dalam golongan ini seperti helium, argon, kripton, xenon, dan lain-lain. Ciri utama dari unsur-unsur itu adalah sulit bereaksi dengan unsur lain. Dan tidak ditemukan satu pun senyawa alami dari unsur tersebut.
  5. Golongan B (Unsur Transisi)
    Unsur pada golongan B adalah terdapat pada bagian tengah dari tabel.

Pada pembahasan di atas, dijelaskan beberapa nama unsur periodik dan tabel periodik unsur lengkap. Nah, semoga materi sistem periodik unsur sederhana ini mampu menambahkan wawasan pengetahuan untuk kamu.

Sebab pembelajaran kimia semuanya bermula dari sini. Selamat belajar Cerdikawan!

Baca juga :
1. Mengenal Deret Volta dan Cara Mudah Menyelesaikan Soalnya
2. Pengertian NaOH, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya

Author