Hai Cerdikawan! Apakah kalian tahu tentang tanaman paku? Mungkin sebagian dari kalian sering melihat tanamannya tanpa tahu namanya? Atau mungkin kalian sudah mengenal apa itu tanaman paku? Hmmm, PinterKelas kali ini akan memperkenalkan kalian lebih jauh lagi tentang si tanaman paku ini. Mulai dari penjelasannya, struktur tanaman, ciri-ciri, hingga jenis-jenisnya akan kita kupas tuntas pada pembahasan kali ini. Yuk disimak agar lebih banyak tahu!

Tanaman Paku

Tanaman paku adalah jenis flora yang termasuk dalam tanaman yang memiliki sistem pembuluh sejati (tracheophyta), meskipun tanaman paku tidak menghasilkan biji dalam proses berkembang biaknya. Tanaman paku disebut juga sebagai paku-pakuan atau pakis-pakisan. Tanaman paku memiliki kingdom ‘plantae’, divisi ‘tracheophyta’.

Menurut pemaparan dari ahli botani Peter H. Raven, tumbuhan paku merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus. Alasannya adalah karena tanaman paku mempunyai campuran sifat dan bentuk antara lumut dan tumbuhan tingkat tinggi.

Tanaman paku sering tumbuh liar dan beberapa hidup dengan cara menumpang pada tumbuhan lain, biasanyanya pada pepohonan dengan batang yang besar. Meskipun tumbuh dengan cara menumpang pada tumbuhan lain, paku tidak bersifat parasit bagi tumbuhan yang ditumpanginya. Selama jumlahnya tidak terlalu banyak paku tidaklah bersifat parasit. Selain itu, tumbuhan paku walaupun berkembang biak dengan tidak melaui biji atau penyebaran serbuk melalui bunga, tetapi tanaman ini dapat tetap hidup meskipun hanya dengan tunas.

Paku dapat dengan mudah ditemui di berbagai belahan dunia. Tumbuhan ini dapat hidup, berkembang biak dan menyesuaikan diri dengan ekosistem dengan mudah kecuali pada daerah dengan tekanan udara yang terlalu rendah. Misalnya pada daerah yang bersalju, maka paku tidak akan dapat bertahan. Banyak sekali sepesies paku yang tersebar di berbagai daerah. Apabila berkunjung atau berwisata ke alam terbuka, paku akan dengan mudah untuk ditemukan.

Struktur Tanaman Paku

Pada setiap flora yang hidup di muka bumi ini pasti memeiliki struktur yang tersusun dalam sebuah tumbuhan. Begitu pula dengan paku.  Faktanya, meski sering menumpang pada tumbuhan lain, paku memiliki struktur yang sangat lengkap. Struktur paku terdiri dari di antaranya akar, daun dan juga batang. Berikut merupakan uraian struktur tanaman paku:

1. Akar

Paku memiliki bentuk akar yang menyerupai seperti serabut kelapa dengan kalipatra-kalipatra yang terletak pada ujung rambutnya. Jaringan akar pada tumbuhan paku ini terdiri dari 3 bagian, yakni korteks, epidermis dan silider pusat.

2. Batang

Paku memiliki struktur batang yang tidak jauh berbeda seperti pada struktur akar yang terdiri dari 3 bagian (korteks, epidermis dan silider pusat). Pada bagian silider pusat terdapat berkas pembuluh angkut yang terdiri dari floem dan xilem. Berkas pembuluh ini berperan penting dalam proses fotosintesis yang akan mentransfer hasil fotosintesis pada seluruh bagian tubuh tanaman paku.

3. Daun

Berbeda dengan bagian akar dan batangnya, paku memiliki struktur daun yang terdiri dari jaringan epidermis, pembuluh angkut dan mesofil. Apabila ditinjau berdasarkan fungsinya, terdapat beberapa tanaman paku dengan daun yang menghasilkan spora , tetapi ada juga yang tidak menghasilkan spora.

Ciri-ciri Tanaman Paku

Untuk dapat mengetahui rupa dari tumbuhan paku, kita harus mengenali ciri-ciri utamanya. Adapun ciri ciri dari tumbuhan paku yakni sebagai berikut ini:

~ Sebagian besar tumbuhan paku berekembang biang di kawasan tropis basah.

~ Strutur dasarnya memiliki akar, batang dan daun untuk dapat bertahan hidup.

~ Memiliki pembuluh angkut xilem dan floem.

~ Memiliki ukuran dengan berbagai bervariasi (berukuran yang paling kecil milimeter, hingga maksimal 6 meter).

~ Memiliki bentuk yang beragam, beberapa tumbuhan paku ada yang bentuknya bercabang.

~ Bagian daun yang paling mudanya membentuk sebuah gulungan ke arah dalam.

~ Memiliki cara hidup secara epifit dan sprofit.

~ Pada beberapa jenis tumbuhan paku seperti anggota selaginellales dan salviniales, memiliki spora jantan yang berukuran lebih kecil (mikrospora) dibandingkan spora betina (megaspora atau makrospora).

~ Tumbuhan paku tidak memiliki bunga.

~ Sebagian besar, hidup dengan menumpang pada tumbuhan lain.

~ Memiliki akar serabut.

~ Memiliki zat klorofil.

~ Tumbuhan paku tidak memiliki biji.

~ Mengalami proses metagenesis yakni tahap sporofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan sel kelamin).

Jenis-jenis Tanaman Paku

1. Subdivisi Psilopsida (paku purba)

Subdivisi psilopsida (paku purba) merupakan tumbuhan paku yang sederhana dan memiliki susunan cukup sederhana. Tanaman ini berupa ranting yang bercabang-cabang. Ada bulu-bulu halus yang menyelimuti, berakar serabut halus atau sering di sebut akar semu berfungsi juga sebagai perekat pada tumbuhan lain. Contoh tumbuhan paku ini ialah subdivisi psilopsida ini adalah Psilotum nudum.

Ciri-ciri psilopsida (paku purba) adalah sebagai berikut :

~ Hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis.

~ Homospora.

~ Berdaun mikrofil dan batang yang berklorofil.

~ Tanpa daun sejati.

Subdivisi Psilopsida (paku purba) foto oleh kajianpendidikan.com

2. Subdivisi Lycopsida

Subdivisi Lycopsida merupakan tumbuhan paku heterospora yang menghasilkan 2 jenis spora yaitu mikrospora dan makrospora. Tumbuhan ini sering di sebut paku kawat atau paku rambut karena memiiki daun yang sangat kecil. Subdivisi Lycopsida contohnya adalah tanaman Lycopodium cernuum (paku kawat) serta Selaginella (paku rane).

Ciri-ciri Lycopsida adalah sebagai berikut :

~ Strutur dasarnya memiliki akar, batang, dan daun sejati.

~ Daunnya berbentuk rapat dan berukuran kecil.

~ Memiliki 2 jenis sporangium pada paku rane atau Selaginella, yakni makrosporangium dan mikrosporangium.

~ Hidup dengan cara melekat atau menumpang pada tumbuhan lain, biasanya pada pepohonan.

Tumbuhan Paku Kawat Subdivisi Lycopsida foto oleh gurubelajarku.com

3. Subdivisi Sphenopsida

Subdivisi sphenopsida merupakan tumbuhan paku yang hidup di derah tropis biasanya disebut paku ekor karena memiliki ekor panjang. Contoh dari Subdivisi sphenopsida adalah Equisetum palustre.

Ciri-ciri sphenopsida adalah sebagai berikut:

~ Tumbuh di daerah rawa atau di daerah yang lembab.

~ Heterospora.

~ Pertumbuhan bagian batangnya tumbuh tegak ke atas.

~ Memiliki kandungan zat silika yang sangat banyak pada bagian batang.

Subdivisi Sphenopsida foto oleh gurubelajarku.com

4. Subdivisi Pteropsida

Subdivisi Pteropsida merupakan tumbuhan paku sejati yang disebut tumbuhan pakis. Tumbuhan ini mampu hidup di daerah tropis maupun sub tropis.Bentuk daun lumayan lebar di bandingkan dengan tumbuhan paku yang lain. Contoh tanaman subdivisi Pteropsida yaitu Adiantum cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang kuda) dan Marsilea crenata (semanggi).

Ciri-ciri Pteropsida yakni sebagai berikut :

~ Homospora atau isospora.

~ Spora-spora tersebut berkumpul dan letaknya berada di bawah daun.

~ Dalam proses pembuahannya, membutuhkan bantuan air untuk sel telur dan sperma.

~ Penyebaran spora ke berbagai bagian membutuhkan bantuan angin.

~ Bagian batangnya tumbuh di atas permukaan tanah dan tertanam di bawah permukaan tanah (rimpang atau rhizome).

Subdivisi Pteropsida foto oleh indonesianorchids.files.wordpress.com

5. Berdaun Makrofil

Tumbuhan paku berdaun makrofil merupakan tanaman paku yang bagian daunnya dapat  tumbuh dengan ukuran yang sangat lebar. Paku berdaun makrofil ini termasuk yang sangat mudah untuk ditemukan di berbagai tempat.

Ciri-ciri paku berdaun makrofil adalah sebagai berikut ini:

~ Mempunyai bentuk daun yang besar-besar.

~ Pada daunnya terdapat tangkai.

~ Mempunyai tulang daun serta daunnya bercabang.

~ Tanaman paku berdaun makrofil dan sudah memiliki diferensiasi sel.

Paku Berdaun Makrofil foto oleh contohsoal.co.id
tanaman paku
Author