Cerdikawan, apakah kalian mengenal ‘teks negoisasi’? Teks negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai sebuah kesepakatan di antara beberapa pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda, tetapi dengan satu tujuan.  Pihak-pihak yang terkait dengan proses negosiasi mempunyai hak yang sama terhadap hasil yang akan disepakati. Jadi teks negoisasi ini berisi suatu proses terjadinya sebuah kesepakatan dari awal hingga akhir. Teks negoisasi sering kali berupa dialog atau percakapan antara lebih dari satu pihak. Namun tidak menutup kemungkinan teks negoisasi berupa surat yang formal. Kali ini PinterKelas akan membahas seputar teks negoisasi, struktur beserta contohnya. Yuk simak langsung!

Struktur Teks Negoisasi

Struktur Teks Negosiasi yang Sederhana

Teks negosiasi juga dapat berupa teks berbentuk dialog atau percakapan beberapa orang yang terlibat dalam kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Berikut ini merupakan pola atau struktur dari teks negosiasi, antara lain :

Orientasi : Salam pembuka, menanyakan kepentingan pembeli

Permintaan : Permintaan pembeli kepada penjual

Pemenuhan : Pemenuhan penjual terhadap permintaan pembeli

Penawaran : Negosiasi antara penjual dan pembeli

Persetujuan : Kesepakatan antara penjual dan pembeli

Pembelian : Transaksi antara penjual dan pembeli

Penutup : Salam penutup

Struktur Teks Negosiasi yang Kompleks

Terdapat 7 elemen yang terdiri dalam sebuah proses negosiasi agar melengkapi proses negoisasi tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh. Berikut ini merupakan struktur kompleks teks negosiasi :

Orientasi : Kalimat pembuka, biasanya ucapan salam. Tujuannya untuk memulai proses negosiasi.

Permintaan : Suatu hal berupa barang atau jasa yang dihendaki oleh pembeli.

Pemenuhan : Kesanggupan atau ketersediaan berupa barang atau jasa dari penjual yang telah dihendaki oleh pembeli.

Penawaran : Klimaks dari proses negosiasi yang terjadi, kedua pihak saling tawar menawar.

Persetujuan : Kesepakatan antara kedua belah pihak terhadap negosiasi yang telah dilakukan.

Pembelian : Keputusan konsumen jadi menyetujui negosiasi itu atau tidak.

Penutup : Kalimat penutup, biasanya ucapan salam atau terima kasih.

Contoh Teks Negoisasi

1. Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Transaksi Jual Beli

Pelanggan: Permisi, Bang. Tolong cek mobil saya ya? Sepertinya tadi kempes ban depan sebelah kanannya.

Tukang Bengkel: Baik, Dek.

(10 menit kemudian)

Tukang Bengkel: Wah, ini sih bukan kempes. Ini bannya bocor halus nih, Dek.

Pelanggan: Kok bisa bocor?

Tukang Bengkel: Iya sepertinya kena paku kecil atau batu.

Pelanggan: Berarti harus ditambal, Bang?

Tukang Bengkel: Ini sih harus ganti ban dalemnya, Dek.

Pelanggan: Loh katanya tadi bocor halus aja karena kena paku kecil?

Tukang Bengkel: Ini ban dalemnya robek nih.

Pelanggan: Ini kayak kerobek, Bang?

Tukang Bengkel: Adek menuduh saya?

Pelanggan: Saya kan tidak bilang dirobek Abang?

Tukang Bengkel: Ya sudah terus bagaimana maunya?

Pelanggan: Loh saya bingung. Awalnya Abang bilang bocor halus. Ditanya kenapa jawabnya karena kena paku kecil atau batu. Terus berubah omongannya jadi ban dalem harus diganti. Ditanya kenapa karena robek bannya. Saya bingung yang benar yang mana, Bang? Masalahnya saya sedang tidak pegang uang banyak untuk ganti ban.

Tukang Bengkel: Ya sudah saya kasih diskon. Adek ganti ban dalem tapi bayar dengan harga tambal ban saja.

Pelanggan: Loh kenapa, Bang?

Tukang Bengkel: Gapapa. Ban depan sebelah kanan saja kan ya?

Pelanggan: Iya, Bang. Ya sudah kalau begitu. Saya tunggu di sini. Terima kasih.

visualisasi seputar teks negoisasi

2. Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

Anak: Bu, aku mulai bulan depan benar-benar sibuk mengurus proyek perusahaan. Jadi sepertinya aku tidak bisa banyak bantu Ibu untuk pekerjaan rumah.

Ibu: Kamu ada proyek besar apa, Nak?

Anak: Proyek perusahaan untuk kerja sama antarnegara, Bu. Hasil karyanya akan dirilis di seluruh dunia jika sudah rampung semua prosesnya.

Ibu: Ibu jadi bingung, Nak. Ibu juga harus mengolah petshop kita. Apa kita sewa PRT saja?

Anak: Jangan, Bu. Belum terlalu dibutuhkan tenaga orang lain. Lebih baik Ibu bicara dengan Adik untuk dapat membantu tugas rumah dari pada waktu luangnya hanya ia habiskan untuk bermain game.

Ibu: Ibu capek menasehati Adikmu, Nak. Kamu saja ya yang bicara dengan Adikmu? Dia lebih menurut pada omonganmu dari pada dengan omongan Ibu.

Anak: Baik, Bu. Besok aku akan coba berbicara serius padanya.

Ibu: Terima kasih ya, Nak.

3. Contoh Teks Negoisasi Transaksi Jual Beli

Pembeli: Permisi, Pak.

Pedagang: Ya, Mbak. Ada yang bisa saya bantu?

Pembeli: Saya berencana membeli tablet grafis nih, kira-kira yang bagus merek apa ya, Pak?

Pedagang: Oh yang terkenal bagus itu Wacom, Huion, XP-PEN, Gaomon, dan masih ada beberapa lagi, Mbak.

Pembeli: Saya sudah cari tahu sedikit spesifikasi Wacom. Kalau yang model CTL-490 harganya berapa ya, Pak?

Pedagang: Untuk Wacom CTL-490 harganya Rp 3.050.000,00.

Pembeli: Walah, mahal sekali. Saya cari tahu harganya bisa sampai setengahnya lho, Pak.

Pedagang: Mbak cari tahu di mana?

Pembeli: Saya sudah berkeliling, saya sebelumnya cari tahu di internet juga.

Pedagang: Mereka tidak dilengkapi garansi resmi dari Wacom, Mbak.

Pembeli: Apa tidak bisa kurang?

Pedagang: Rp 2.700.000,00 deh, Mbak?

Pembeli: Sedikit sekali, Pak? Kalau Rp 2.200.000,00 gimana?

Pedagang: Wah tidak bisa, Mbak. Tidak balik modal.

Pembeli: Yasudah bagaimana kalau Rp 2.400.000,00? Deal?

Pedagang: Oke deh. Tunggu sebentar ya saya ambilkan nota bon dan barangnya dahulu.

Pembeli: Baik, Pak. Terima kasih.

Author