Sebagai warga negara Indonesia, merupakan sebuah kewajiban mengetahui isi dari teks pancasila. Tidak hanya mengetahuinya, bahkan sebagai masyarakat Indonesia sebaiknya menghapal teks pancasila di luar kepala. Kali ini PinterKelas akan membahas lebih jauh mengenai teks pancasila lho! Tidak hanya itu saja, tapi juga pembahasan seputar makna lambang pancasila, serta contoh penerapan sila-silanya dalam kehidupan bermasyarakat. Yuk simak saja langsung, Cerdikawan!

Teks Pancasila

  • 1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  • 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • 3. Persatuan Indonesia
  • 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebjaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  • 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
teks pancasila
lambang pancasila gambar oleh sejarah-negara.com

Makna Lambang Pancasila Pada Tiap Sila

Lambang pancasila tentu memiliki makna pada masing-masing gambarnya. Masing-masing gambar pada lambang pancasila, mewakili setiap sila yang ada. Berdasarkan laman situs Bobo (grid.id), berikut ini adalah uraian makna dari lambang pancasila berdasarkan setiap silanya, yaitu :

1. Bintang

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima berlatar hitam

Bintang emas dengan perisai hitam ini melambangkan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bintang emas ini diartikan sebagai cahaya kerohanian bagi setiap manusia.

Sedangkan latar belakang berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli yang menunjukkan bahwa Tuhan sebagai sumber dari segala sesuatu dan sudah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

2. Rantai

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai berlatar merah

Gambar rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu.

Rantai yang terdapat pada sila kedua ini terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling terkait membentuk lingkaran.

Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki dan lingkaran melambangkan perempuan.

3. Pohon Beringin 

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar putih

Pohon beringin ini memiliki akar tunggal panjang yang menunjang pohon besar ini tumbuh.

Akar ini rumbuh sampai ke dalam tanah dan menggambarkan kesatuan dan persatuan Indonesia.

Pohon beringin juga memiliki akar yang menjalar di mana-mana yang melambangkan sebagai negara kesatuan yang memiliki latar belakang budaya yang bermacam-macam. 

4. Banteng

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai berlatar merah

Banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul.

Seperti halnya musyawarah, yakni orang-orang berdiskusi dan berkumpul.

5. Padi dan Kapas

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih.

Padi kapas ini melambangkan sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kapas dan padi melambangkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok semua rakyat Indonesia tanpa melihat status atau kedudukan.

teks pancasila
lambang pancasila per sila gambar oleh yenina akmal on youtube

Contoh Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat

a. Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa,” Contoh perilaku yang dapat mencerminkan sila pertama dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :

1. Menjalankan perintah agama yang dianut masing-masing kepercayaan.

2. Bertoleransi terhadap kepercayaan milik orang lain, serta tidak memaksakan orang lain untuk mengilhami kepercayaan pribadi.

3. Menjalankan hak dan kewajiban berkewarganegaraan dengan turut menerapkan pedoman dalam kepercayaan masing-masing

b. Sila kedua yang berbunyi, “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Contoh sikap yang dapat mencerminkan sila kedua dalam kehidupa sehari-hari adalah:

1. Tidak bersikap diskriminatif. Bersikap adil kepada semua orang tanpa memandang latar belakang orang tersebut. misalnya: latar belakang agama, etnis, ekonomi, dan masih banyak lagi.

2.  Dapat membaur dengan baik untuk kegiatan bermasyarakat pada umumnya, seperti misalalnya: meramaikan acara kemerdekaan Indonesia, kerja bakti, dan kegiatan bersosial atau bermasyarakat lainnya.

3. Mengutamakan perspektif asas prikemanusiaan dan prikeadilan dalam menyikapi sebuah problematika yang tengah terjadi.

4. Tidak mudah menghakimi orang lain dalam bentuk apapun.

c. Lalu pada sila ketiga yang berbunyi, “Persatuan Indonesia.” Contoh sikap atau perilaku yang dapat mencerminkan sila ini adalah :

1. Tidak bersikap provokatif ketika sedang terjadi ketegangan antarkelompok & antarindividu atau sebuah perpecahan. Justru harus membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut agar bersatu kembali.

2. Menjaga hubungan baik antara sesama warna negara Indonesia.

3. Mengutamakan musyawarah jika terjadi perbedaan pendapat agar tidak mudah terjadi perpecahan antarindividu atau antarkelompok.

4. Menyadari bahwa seluruh masyarakat Indonesia adalah saudara sebangsa dan setanah air.

d. Sila keempat berbunyi, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.” Contoh sikap sehari-hari yang dapat mewakili sila keempat ini adalah:

1. Mengutamakan musyawarah jika terjadi perbedaan pendapat agar tidak mudah terjadi perpecahan antarindividu atau antarkelompok.

2. Dalam kegiatan berkewarganeragaraan atau bermasyarakat bertindak bukan hanya demi kepentingan pribadi tapi kepentingan bersama.

3. Mempertimbangkan orang lain.

4. Meningkatkan tingkat kepedulian terhadap sesama manusia.

e. Sila kelima atau sila terakhir ini berbunyi, “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Contoh sikap yang mencerminkan sila ini adalah:

1. Tidak bersikap diskriminatif. Bersikap adil kepada semua orang tanpa memandang latar belakang orang tersebut. misalnya: latar belakang agama, etnis, ekonomi, dan masih banyak lagi.

2. Tidak bersikap rasis terhadap golongan tertentu.

3. Menghargai orang lain tanpa pandang bulu.

4. Tidak bersifat mengintimidasi ketika terjadi perbedaan idealisme, pendapat, atau perbedaan lainnya.

Author