Cerdikawan, pelajaran bahasa Indonesia sepertinya mudah ya? Pelajaran yang prakteknya sudah dilakukan setiap hari. Namun, bahasa Indonesia ternyata banyak hal lho! Teks atau tulisan saja ada bermacam-macam: teks deskripsi, narasi, argumentasi, bahkan ada yang namanya teks sejarah.

Teks sejarah? Sepertinya jenis teks yang jarang dibahas ya?

Oleh karena itu, Pinter Kelas kali ini akan membahas tentang teks sejarah secara lengkap: pengertian, ciri, dan contohnya. Tentu saja tujuan akhirnya adalah kamu dapat menuliskan jenis teks ini dan minimal dapat mengenalinya.

Pengertian Teks Sejarah

Sebelumnya, Cerdikawan harus membedakan dulu dua hal: teks sejarah dan teks cerita sejarah. Keduanya menggunakan kata sejarah tetapi maknanya berbeda.

Pertama, yuk kita pahami terlebih dahulu arti sejarah!

Secara bahasa atau kerennya etimologis, sejarah berasal dari kata syajaratun dalam bahasa Arab. Kata tersebut mempunyai arti pohon kayu, pohon yang tumbuh dari tanah menuju ke atas, mempunyai cabang, ada dahan, daun, bunga, hingga buah. Jadi sejarah diartikan sebagai pertumbuhan atau kejadian secara berurutan laksana tumbuhnya pohon kayu.

Namun, dalam bahasa Inggris sejarah disebut history, kata yang berasal dari bahasa Yunani, historia. Historia artinya segala sesuatu yang diketahui karena penyelidikan. Jadi, sejarah di sini berarti pengetahuan yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat yang diketahui melalui proses penyelidikan.

So, Cerdikawan, bicara sejarah adalah fakta. Bukan sesuatu yang dibuat-buat.

Berdasarkan definisi sejarah, kamu dapat menemukan dan membedakan arti teks sejarah dan teks cerita sejarah.

Teks sejarah adalah tulisan yang isinya tentang suatu peristiwa masa yang telah lewat dan pernah terjadi dalam suatu masyarakat. Teks ini berisi tentang suatu hal yang pernah terjadi.

Kamu dapat menuliskannya seperti halnya dalam buku sejarah atau bergaya bahasa non fiksi sehingga lebih menarik.

Misalnya, pertempuran Diponegoro. Kamu dapat menuliskannya lebih hidup dengan dialog yang direka agar menarik. Namun, semua kejadian dan dialog tersebut harus sesuai fakta. Tidak boleh dikatakan bahwa Diponegoro bekerja sama dengan Belanda karena aslinya memang tidak.

Bagaimana dengan teks cerita sejarah?

Sesuai dengan namanya teks ini merupakan cerita nonfiksi. Sebuah cerita seperti novel dengan latar belakang sejarah. Tokoh utamanya hasil rekaan tetapi dihubungkan dengan kejadian sejarah yang pernah terjadi.

Contohnya, kamu menuliskan cerita tentang kunjungan ke museum Linggarjati. Di sana, kamu boleh saja menggunakan kilas balik cerita asli Perjanjian Linggarjati yang pernah terjadi. Lahir tepat di tanggal yang sama dengan kejadian atau memiliki orang tua yang berjualan di sekeliling di mana kejadian berlangsung.

Ciri-Ciri Teks Sejarah

Agar berbeda dengan teks deskripsi, narasi, dan lain-lain dalam bahasa Indonesia sebaiknya kamu mengetahui ciri-cirinya.

Teks sejarah mempunyai ciri-ciri, yaitu:

1. Disajikan Secara Berurutan atau Kronologis

Teks disajikan dalam urutan kronolgis dari awal, berupa latar belakang hingga akhir.

Jika kamu menuliskan sejarah penjajahan di Indonesia berarti kamu menuliskan, awal masuknya penjajahan dan latar belakang datangnya bangsa-bangsa Eropa, tokoh, dan waktunya. Setelah itu, teks dilengkapi dengan sedikit uraian masa penjajahan Portugis, Belanda, Inggris, hingga Jepang dan merdeka.

2. Bentuk Teks Cerita Ulang

Teks merupakan recount atau cerita ulang karena mungkin sudah ada yang pernah menceritakan atau menuliskannya. Paling tidak cerita tersebut sudah beredar di masyarakat dan dituliskan.

Contoh, kisah perjalanan hidup seorang Dahlan Iskan sejak kecil hingga menjadi sukses.

Kamu mungkin menuliskan ulang dari kisah di buku biografinya atau pernah mendengar kisah dari teman dekat Dahlan Iskan atau mewawancarai tokoh sendiri.

3. Struktur Teks Khusus

Teks sejarah mempunyai 3 struktur teks, yaitu:

  • Orientasi, ini ada di pembukaan. Penulis menyebutan secara singkat gambaran sejarah yang akan dituliskan.

    Misalkan; Dahlan Iskan adalah seorang yang terkenal di Indonesia. Tokoh ini mempunyai banyak perusahaan. Namun, tahukah Anda bahwa semua dimulai dari kerja keras?
  • Insiden atau kejadian, dituliskan secara berurutan sebagai isi dari teks.

    Dengan melanjutkan contoh di atas, kamu dapat menuliskan secara singkat sejarah Dahlan Iskan mulai dari kecil hingga menjadi orang sukses.
  • Reorientasi, biasanya dituliskan pada bagian penutup teks yang berisi sejarah. Kamu dapat menuliskan kesimpulan dan hikmah yang diambil dari peristiwa sejarah yang sudah dituliskan.

    Namun, tidak semua orang menutup teksnya dengan reorientasi. Beberapa tulisan selesai dengan akhir cerita.

4. Sering Menggunakan Konjungsi Sementara atau Temporal

Dalam teks sering menggunakan kata hubung sementara, seperti dahulu dan sekarang.

Berkaitan dengan contoh sebelumnya, kamu dapat menuliskan: Dahlan Iskan seorang tokoh terkenal di Indonesia. Ketika kecil ia bekerja keras. Sekarang ia dapat disebut tinggal memetik hasil perjuangan dan kerja kerasnya di masa muda.

Kata konjungsi sementara atau temporal pada kalimat contoh teks sejarah di atas adalah ketika dan sekarang.

5. Isi Teks Berupa Fakta

Isi teks berupa fakta sudah dijelaskan sebelumnya. Teks harus benar-benar terjadi; nama peristiwa, kronoligis, tempat, dan waktunya.

Kaidah Kebahasaan Teks Sejarah

Pada dasarnya, menulis itu mudah. Kamu dapat melakukannya selancar berbicara jika sudah terlatih. Namun,memang ada kaidah-kaidah tertentu jika ingin menulis secara formal dan bagus untuk ukuran pelajaran bahasa Indonesia.

Kaidah dalam penulisan teks sejarah, yaitu:

1. Kata Ganti atau Promina

Kata ini biasanya digunakan untuk menyebutkan nama tokoh dan tergantung dari sudut pandang apa kamu menulis.

Jika sejarah ditulis dari sudut orang ketiga tunggal, maka digunakan nama tokoh dan panggilan dia atau ia. Sementara jika kamu menulis dari sudut orang pertama, seolah-olah tokoh yang mengalami kejadian, maka kata ganti yang digunakan aku atau saya atau bahasa Indonesia lain yang mempunyai arti sama.

2. Frasa Adverbial

Sejarah merupakan cerita yang berurutan, oleh sebab itu penulisannya pasti berhubungan dengan frasa adverbial atau kata keterangan yang berhubungan dengan waktu, meski tidak menyebutkan spesifik tanggal.

Contoh: Imam Bonjol hidup di masa penjajahan Belanda di wilayah Sumatera Barat
Frasa adverbial yang digunakan, yaitu di masa penjajahan Belanda.

3. Verba Material

Verba material adalah kata kerja yang berhubungan dengan benda, seperti melempar, membaca, menarik, mendorong, dan sebagainya.

Hampir tidak ada jenis teks yang tidak menggunakan kata kerja ini.

4. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal atau kata sambung sementara ini sudah dibahas dalam ciri-ciri teks sejarah.

5. Kalimat Majemuk

Sama halnya dengan verba material, sulit menghindari kata majemuk dalam sebuah teks, di mana ada dua kalimat yang dihubungkan menjadi satu.

Contoh: Awalnya di daerah Paderi Sumatera Barat kaum adat dan Islam hidup secara berdampingan tetapi Belanda sengaja mengadu domba kedua pihak.

Pada contoh di atas, dua kalimat dihubungan dengan kata tetapi. Kalimat tersebut dapat disebut sebagai kalimat majemuk.

Itulah uraian singkat tentang teks sejarah! Mudah bukan membuatnya? Menulis bukanlah bakat tetapi kemampuan yang dapat diperoleh dengan banyak berlatih dan kerja keras.

Author