Bank Indonesia merupakan bank yang resmi ditunjuk oleh pemerintah Indonesia sebagai Bank Sentral negara. Pada awal sejarahnya, Bank Indonesia berditi atas nama De Javasche Bank yang didirikan oleh pihak Belanda pada 24 Januari 1828. Lalu setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, De Javasche Bank diberi wewenang khusus untuk diangkat menjadi Bank Sentral di Indonesia dengan mengubahnya menjadi Bank Indonesia atau yang biasa disebut dengan BI. Dengan adanya perubahan tersebut, BI dijadikan bank yang berada di bawah otoritas pemerintah Indonesia. Pada awal periode kemeredekaan, Bank Indonesia masih sempat melakukan usaha komersial, namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena kegiatan komersial itu dihentikan. Terlebih lagi sejak peristiwa krismon (krisis moneter) yang mengguncang perekonomian Indonesia sepanjang tahun 1997-1998, BI diberikan independensi dan tugas agar memfokuskan tujuan utama dari Bank Sentral, yaitu mencapai dan mengontrol kestabilan nilai rupiah.

Tiga Pilar Utama sebagai Tugas Bank Indonesia

Berdasarkan laman dari situs resmi Bank Indonesia, tujuan utama Bank Indonesia sebagai Bank Sentral resmi di Indonesia yaitu, mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dengan cara yang dikenal sebagai tiga pilar utama. Berikut ini adalah pemaparan mengenai ketiga pilar utama Bank Indonesia yang menjadikannya sebagai tugas-tugas utama Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia. Ketiga pilar utama sebagai tugas Bank Indonesia antara lain:

tugas bank indonesia
tiga pilar utama tugas bank indonesia – gambar oleh bi.go.id

a. Menerapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter

Tugas bank sentral satu ini dikerjakan dengan bertujuan agar mengendalikan peredaran jumlah uang. Maksud dari mengendalikan jumlah uang yang beredar merupakan suatu upaya agar terjadinya kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa. Disamping itu, hal tersebut pun bertujuan agar dapat mendorong perekonomian nasional.

Pada prosedur pelaksanaannya, Bank Indonesia tidak bekerja sendiri namun berkoordinasi dengan pemerintah Indoensia agar kebijakan moneter dapat dilaksanakan berdampingan dengan kebijakan fiskal, serta kebijakan ekonomi lainnya yang dimiliki oleh negara. Tujuannya adalah agar hasil yang diperoleh dari pelaksanaan segala kebijakan ekonomi dapat berjalan seutuhnya sehingga dapat memberi hasil yang positif bagi perekonomian negara.

b. Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran

Tugas bank sentral yang berikutnya ini dikerjakan dengan bertujuan agar menciptakan kesepakatan, aturan, standar dan prosedur yang dapat digunakan dalam mengatur peredaran uang. Sistem pembayaran ditujukan pada sistem pembayaran yang berupa tunai atau pun non tunai.

c. Stabilitas Sistem Keuangan

Tugas bank sentral yang paling akhir ini merupakan tugas yang paling utama yang dimiliki oleh bank sentral, yaitu menjaga stabilitas sistem keuangan. Stabilitas sistem keuangan merupakan suatu kondisi saat seluruh lembaga keuangan, pasar keuangan dan sarana dan prasarana yang mendukung segala bentuk transaksi mampu mengatasi ketidakseimbangan keuangan. Menjaga kestabilan sistem keuangan yang dimaksud secara terperinci adalah menjaga agar tingkat inflasi dapat dikendalikan, serta menekan tingkat deflasi, dan mempertahankan jumlah nilai yang optimal bagi perekonomian negara.

Author