Di dunia ini ada beberapa jenis penggolongan makhluk hidup, selain manusia. Kesemuanya menggolongkan tanaman tingkat tinggi atau tumbuhan yang mempunyai akar, batang, dan daun lengkap ke dalam jenis yang banyak jumlahnya. Salah satu bagian dari klasifikasinya adalah tumbuhan dikotil.

Tentu saja, dalam ilmu taksonomi atau penggolongan atau klasifikasi makhluk hidup, tumbuhan dikotil ini mempunyai ciri khas. Ciri yang tidak dimiliki oleh kelompok lain tetapi juga ciri yang dimiliki bersama dengan kelompok lain.

Cerdikawan bingung? Untuk mempersingkat kata, yuk perhatikan penjelasan berikut tentang tumbuhan dikotil.

Pengertian Tumbuhan Dikotil

Dikotil artinya berbiji dua. Secara sederhana, tumbuhan ini berarti tumbuhan yang menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakkan generatif alami. Biji tersebut dapat terbelah dua. Bukan jumlahnya yang dua.

Apa maksud terbelah dua? Saat kamu menanam biji tersebut, kelak akan tebelah menjadi dua dan masing-masingnya akan membentuk lembaga yang pada akhirnya membentuk dua buah daun sebagai cikal bakal tumbuhan besar.

Klasifikasi Tumbuhan Dikotil

Secara keseluruhan, tumbuhan tergabung dalam sebuah kerajaan besar, yaitu Kingdom Plantae. Cirinya tidak Pinter Kelas bahas kali ini.

Nah, Kindom Plantae ini mempunyai 3 divisi, tumbuhan lumut, paku, dan berbiji.

Hmm.. Sudah tertebak bukan mana yang merupakan kelompok besar tumbuhan dikotil?

Benar sekali! Dikotil termasuk dalam divisi tumbuhan berbiji atau Spermatophyta. Tumbuhan ini dibagi lagi menjadi 2 kelompok besar; Gymnospermae dan Angiospermae.

Gymnospermae artinya tumbuhan berbiji tertutup. Artinya, yang tergolong tanaman ini, biijinya tidak terlihat alias tertutup. Contohnya, rambutan. Bijinya terdapat dalam daging buah.

Angiospermae artinya tumbuhan berbiji terbuka. Artinya, yang tergolong tanaman ini bijinya terlihat dari luar. Contoh yang paling mudah adalah pohon melinjo. Pohon yang bijinya sering kamu lihat ketika memasak sayur asem. Terlihat dari luar bukan?

Gymnospermae terbagi lagi menjadi dua, tumbuhan dikotil dan monokotil. Dikotil sudah ada pengertiannya di atas. Sementara monokotil artinya tumbuhan yang berbiji atau berkeping satu.

Pada klasifikasi ini, tumbuhan yang termasuk dikotil terbagi lagi menjadi beberapa suku, sebagai berikut :

  • Myrtaceae
    Tanaman perdu atau pohon ini mempunyai ciri berbunga kecil dengan benang sari banyak.
    Contohnya ada pada berbagai jenis jambu; jambu air, jambu biji, jambu monyet, dan lain-lain.
  • Solonaceae
    Tanaman berupa semak dengan bunga berbentuk terompet atau bintang. Mahkota bunga yang berjumlah 5 helai hampir tidak terlihat karena saling melekat.
    Contoh: pohon cabe dan tembakau
  • Rutaceae
    Tanaman berupa perdu atau pohon.
    Contoh dikotil yang termasuk suku ini adalah segala jenis pohon jeruk, seperti limau dan jeruk keprok.
  • Bombacaceae
    Keluarga tanaman yang cukup besar dengan buah berduri.
    Contoh: durian
  • Malvaceae
    Tanaman berbentuk perdu atau semak dengan mahkota berjumlah 5. Kelimanya saling melekat pendek sehingga masih terlihat.
    Contoh: pohon kapas
  • Mimosaceae
    Tanaman berupa perdu atau semak pendek dengan buah yang berbentuk polong.
    Contoh: tanaman putri malu, lamtoro, dan saga.
  • Caesalpiniaceae
    Tanaman juga berbentuk perdu atau semak, sama dengan Mimosaceae. Buah juga berbentuk polon tetapi bunganya berwarna terang dan terlihat jelas.
    Contoh: flamboyan dan kembang merak
  • Papillonaceae
    Suku ini disebut juga kacang-kacangan karena terdiri dari semua jenis tanaman kacang.
    Ciri khas suku ini adalah bunganya yang berbentuk seperti kupu-kupu, buahnya memiliki polong, dan dalam setiap buah terdapat ruang biji yang masing-masing mengandung satu biji.
    Contoh: pohon kacang tanah.
  • Moraceae
    Moraceae merupakan tanaman dikotil yang tumbuh besar, tinggi, dengan daun lebat.
    Contoh: pohon beringin.
  • Euphorbiaceae
    Suku ini disebut sebagai jarak-jarakan. Cirinya mempunyai getah pada bagian batang, tulang daung menjari, dan buah meliki 3 ruang yang masing-masing berisi satu biji.
    Contoh: pohon ceremai, ubi kayu, karet, pohon jarak, dan tanaman puring.

Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil

Agar kamu lebih memahami pembahasan kali dan dapat menentukan sebuah tanaman termasuk dikotil atau bukan, sebaiknya ketahui ciri-cirinya.

Berikut ciri-ciri dikotil, penjelasan, dan gambar.

1. Berkeping Dua

Beberapa orang menyebutkan keping dua sebagai terbelah dua.

Ini dapat kamu amati ketikan tanaman masih dalam masa perkecambahan atau saat menanam bijinya.

Sebelum tumbuh menjadi daun, biji yang ditanam akan terbelah menjadi dua dan masing-masingnya akan mebentuk sehelai daun pertama.

Dalam ilmu Biologi, bakal daun atau bakal tumbuhan baru disebut sebagai lembaga.

tumbuhan dikotil
cerdika.com

2. Berakar Tunggang dan Tidak Mempunyai Tudung Akar

Tanaman yang termasuk dikotil mempunyai akar tunggang, akar yang menghujam lurus ke dalam tanah. Meski akar ini mempunyai cabang, bentuknya besar.

Di akar ini terdapat pembuluh xilem dan floem. Xilem merupakan pembuluh angkut yang membawa zat hara dari tanah ke daun untuk fotosintesis. Floem merupakan pembuluh angkut yang membawa hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tanaman, termasuk akar.

Selain itu, akar dikotil tidak mempunyai tudung di bagian ujungnya. Tudung ini berfungsi melindungi bagian akar lain ketika akar menusuk ke dalam tanah. Bagian akar lain tidak mengalami kerusakan karena adanya tudung. Akar dikotil yang sudah cukup keras dianggap sudah cukup terlindungi.

jatiko.com

3. Mempunyai Tulang Daun Menjari atau Menyirip

Ambillah sehelai daun! Di atas daun kamu akan melihat sebuah garis halus yang disebut sebagai tulang daun.

Tulang daun dikotil mempunyai ciri khusus, menjari atau menyirip (salah satu).

Jika kamu sulit membedakannya, tulang daunnya saling bersilangan. Berbeda dengan monokotil yang tulang daunnya bergaris-garis sejajar.

tumbuhan dikotil
rumus.co.id

4. Batang Dikotil Besar dan Memiliki Kambium

Cara paling mudah membedakan tumbuhan dikotil adalah melihat batangnya.

Batang dikotil besar dan bercabang serta ranting.

Besar dan kerasnya batang tersebut dikarenakan tumbuhan memiliki kambium yang terus merangsang pertumbuhan. Selain itu, pembuluh angkut tersebar merata ke seluruh bagian tanaman.

Perhatikan bahwa pohon jambu adalah monokotil karena batangnya besar dan keras. Begitu pula tumbuhan bunga mawar.

Berbeda dengan pohon bambu yang lurus dan pohon bayam yang bagian batangnya lunak.

ekinovta.com

5. Memiliki Jumlah Kelopak Bunga Dua, Empat, atau Lima

Selain keempat hal di atas, dikotil dapat diamati dari jumlah kelopak bunganya.

Kelopak bungan tanaman dikotil selalu berjumlah dua atau empat atau lima atau kelipatannya.

Tidak percaya?

Cobalah kamu menghitung jumlah kelopak bunga pada tanaman mawar dan melati.

tumbuhan dikotil
satujam.com

6. Pembuluh Angkut

Pembuluh angkut ada di seluruh bagian tanaman. Bagian ini tidak terlihat dengan mata biasa. Hanya saja kambium dapat dirasakan karena sifatnya yang licin.

Pembuluh angkut tanaman dikotil mempunyai bentuk tersusun rapi. Tidak seperti monokotil yang menyebar dan cenderung sulit diketahui bagian-bagiannya.

edubio.info

So, itulah Cerdikawan Pinter Kelas pembahasan kali ini tentang tumbuhan dikotil. Sebagai latihan, perhatikanlah beberapa tanaman yang ada di sekitar rumah atau sekolah! Apakah tanaman yang kamu lihat termasuk dikotil? Selamat belajar!

Author