Cerdikawan, kalau sebelumnya kita sudah mempelajari pembahasan tentang Puisi Baru, kali ini kita akan membahas unsur intrinsik puisi. Unsur intrinsik puisi dapat dikatan sebagai pondasi-pondasi yang dibutuhkan dalam membangun atau membuat karya sastra puisi. Unsur intrinsik puisi dibagi menjadi dua bagian, apa saja? Yuk kita simak pembahasannya!

Unsur Intrinsik Puisi Adalah?

Unsur intrinsik puisi adalah aspek-aspek penting yang menjadi pondasi dalam karangan puisi yang seluruhnya memiliki peran dan pengaruh penting terhadap puisi tersebut sebagai karya sastra.

Contoh Unsur Intrinsik Puisi dan Unsur-unsurnya

Unsur intrinsik adalah berbagai aspek penting yang berperan sebagai pondasi dalam puisi. Unsur intrinsik terbagi menjadi dua yaitu, unsur batin dan unsur fisik. Berikut ini adalah unsur intrinsik yang disertakan contoh pada masing-masing unsurnya:

Unsur Batin

  • Tema

Tema adalah unsur intrinsik puisi yang berperan sangat mendasar pada karangan puisi. Tema merupakan gagasan utama atau ide pokok dari sebuah objek yang melandasi karangan puisi. Contoh dari tema adalah tema kesehatan mental, perundungan, alam, pendidikan, lingkungan dan masih banyak lagi. Tema memiliki cakupan yang luas tetapi selalu akan berkaitan dengan objek dalam karangan puisi. Berbeda dengan judul yang tentunya harus lebih spesifik dengan isi dari karangan puisi.

  • Amanat

Setiap karya pastilah memiliki pesan yang dapat dijadikan sebagai pelajaran dalam hidup. Sebagai salah satu karya sastra, puisi pun memiliki unsur amanat yang hendak disampaikan oleh sang penyair dalam tiap karangan puisi. Biasanya, amanat menjadi salah satu yang melatarbelakangi pengarang atau penulis dalam membuat karangan puisi. Pesan-pesan yang hendak disampaikan lewat sebuah seni. Pengarang biasanya menuangkan amanatnya ke dalam puisi secara tersirat atau bisa juga tersurat.

  • Nada

Nada dapat diartikan sebagai intonasi, tetapi bisa juga tidak.  Saat membaca karangan puisi, tentunya pembacaan membutuhkan intonasi yang tepat agar keelokan puisi dapat tersampaikan dengan baik. Nada maupun intonasi dalam puisi dapat menggambarkan beragam emosi yang dituangkan dalam sebuah karangan puisi. Contohnya antara lain, nada yang dinaikkan bisa menggambarkan amarah yang menggebu, nada yang menurun yang bisa menggambarkan kemurungan, nada yang lirih bisa menggambarkan rasa sakit, dan masih banyak lagi.

unsur intrinsik puisi
puisi foto oleh Thought Catalog
  • Rasa atau Emosi

Rasa atau emosi erat kaitannya dengan nada. Dalam poin sebelumnya, telah dikatakan jika nada mampu menggambarkan beragam emosi atau perasaan. Emosi yang baik yang terkandung dalam karangan puisi akan menuntun pembacanya agar turut senantiasa mengalami suasana yang dibangun oleh penulis di dalam karangan puisinya. Contohnya adalah emosi yang sedang meledak-ledak, perasaan jatuh cinta hingga dunia seperti miliki berdua, patah hati yang mengejutkan, kecewa, berduka, dan lain lain.

Unsur Fisik

  • Gaya bahasa

Gaya bahasa adalah salah satu unsur atau aspek yang membedakan puisi dari karya sastra lain. Gaya bahasa terdiri dari pilihan kata (diksi) dan majas. Puisi dikenal akan penggunaan diksi yang kaya dan terbilang baku. Contohnya saja kata ‘awan’ beberapa penyair menyebutnya sebagai ‘mega’, ‘matahari’ disebut ‘mentari’, serta ‘pikiran’ disebut ‘benak’. Oleh karena itu, seorang pengarang puisi harus menguasai banyak kosakata dalam kamus resmi agar karangan puisinya memiliki pilihan diksi yang melimpah.

Sama halnya dengan diksi, pengarang puisi pun harus memiliki pemikiran yang kuat, logis dan jangan sampai dibatasi. Agar mampu membandingkan berbagai hal yang bersifat estetis namun tetap logis, karena tidak hanya indah dengan kata-kata, puisi pun memiliki asas pemikiran yang mendalam dari penulisnya. Kekayaan kosakata yang dipadukan dengan beragam macam analogi menjadi daya tarik utama dari sebuah karangan puisi. Misalnya menggambarkan sepasang mata bagaikan dunia atau buku, atau menggambarkan semangat seperti api, dll.

  • Tipografi

Puisi tak hanya bermain dengan kata, melainkan juga dengan bentuk yang terbentuk oleh taip baris dalam puisi. Bentuk tersebutlah yang dimaksud dengan tipografi. Dalam beberapa puisi, ada yang dibuat dalam bentuk menyerupai permata, heksagonal, zigzag, ataupun bentuk yang lainnya.

  • Rima dan Ritme

Rima adalah pengulangan atau pola bunyi dalam puisi. Misalnya puisi yang berpola abab, aabb, maupun aaaa. Sedangkan irama atau ritme memiliki pengertian yang serupa dengan nada. Irama adalah tinggi rendah, cepat lambat, serta penekanan dalam pembacaan puisi.

Author