PinterKelas kali ini sudah menyiapkan rangkuman materi mengenai valuta asing. Pembahasan seputar valas, mulai dari pengertian valuta asing, sistem kurs serta fungsinya berikut ini. Yuk disimak baik-baik!

Valuta Asing Adalah?

Valuta asing atau valas (ValAs) adalah suatu proses konversi atau pertukaran mata uang dari suatu negara ke negara lain. Misalnya, ingin membayar tiket konser seharga 500 USD, karena negara Indonesia menggunakan mata uang Rupiah, maka dikonversi berapa nominalnya jika dalam Rp (Rupiah). Dalam valuta asing, mata uang yang akan dikonversi memiliki nilai pertukaran yang berbeda sesuai dengan kursnya. Contohnya, 1 USD akan setara dengan Rp. 13,652.90.

Pola pergerakan pasar valuta asing dimulai dari pasar Selandia Baru dan Australia, berlangsung pada pukul 05.00 hingga 14.00 WIB. Pergerakan ke pasar asing adalah dari Jepang, Hongkong, dan Singapura, berlangsung pada pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, lalu ke pasar Eropa yaitu Jerman serta Inggris, berlangsung pada pukul 13.00 hingga 22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika Serikat yang berlangsung pada pukul 20.30 hingga 10.30 WIB.

Sistem Kurs Valuta Asing

Terdapat beberapa macam sistem yang diterapkan oleh pemerintah pada masing-masing negara dalam menentukan kurs valuta asing. Berikut ini PinterKelas sudah merangkum sistem-sistem tersebut, antara lain adalah :

Cerdikawan, baca juga pembahasan yang mengupas materi seputar Inflasi!

1. Sistem Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate).

Sistem Kurs Tetap atau Fixed Exchange Rate adalah suatu kondisi ketika nilai kurs mata uang dalam negeri diatur besarannya oleh pihak pemerintah. Dalam Sistem Kurs Tetap, pemerintah mengatur berbagai kebijakan dan langkah untuk menentukan nilai mata uang negara dalam jumlah tertentu. Ketika terjadi fluktuasi pergerakan harga yang berimbas kepada perekonomian negara, maka pemerintah akan memberikan intervensi yang bertujuan untuk meredam efek yang ditimbulkan. Kemudian apabila terdapat kelebihan penawaran terhadap mata uang negara, pemerintah akan membelinya. Kemudian ketika terjadi kelebihan permintaan terhadap mata uang asing tertentu, pemerintah akan menjual persediaan mata uang yang dimiliki.

Kelebihan sistem kurs ini adalah mampu memberikan kepastian nilai tukar mata uang. Namun kelemahannya adalah pemerintah justru harus untuk memiliki cadangan devisa dalam nominal atau jumlah yang besar untuk mempertahankan nilai mata uang negara.

2. Sistem Kurs Bebas/Mengambang (Floating Exchange Rate)

Sistem Kurs Bebas atau Floating Exchange Rate adalah sistem yang nominal besarnya nilai kurs tukar bergantung pada mekanisme pasar tanpa adanya campur tangan pemerintah. Dalam Sistem Kurs Bebas ini, tinggi serta rendahnya kurs mata uang ditentukan oleh tingkat permintaan serta penawaran terhadap mata uang negara.

valuta asing
valuta asing foto oleh Annie Spratt

3. Sistem Kurs Mengambang Terkendali (Managed Floating Rate)

Yang terakhir adalah Sistem Kurs Mengambang Terkendali atau Managed Floating Rate. Sistem Kurs Mengambang adalah perpaduan di antara dua sistem sebelumnya, yakni Sistem Kurs Tetap dan Sistem Kurs Bebas. Nilai kurs dapat bergerak bebas naik atau turun, tetapi pihak pemerintah tetap akan melakukan intervensi untuk menghindari gejolak nilai kurs yang terlalu tajam (yang berlebihan). Maksudnya, pihak pemerintah akan melakukan intervensi, ketika nilai kurs telah mencapai batas-batas tertentu. Contohnya 3% di atas atau di bawah kurs keseimbangan.

Bentuk intervensi yang dilakukan oleh pemerintah dalam Sistem Kurs Mengambang Terkendali adalah berupa :

  • Dirty floating (mengambang kotor), yakni kondisi di saat pemerintah melakukan intervensi secara langsung dengan cara menjual atau membeli valuta asing.
  • Clean floating (mengambang bersih), yakni kondisi di saat pemerintah melakukan intervensi secara tidak langsung, dengan cara mengatur tingkat suku bunga.

Cerdikawan, baca juga pembahasan yang mengupas materi seputar Kebijakan Moneter!

Fungsi Valuta Asing

Valuta Asing memiliki peran yang sangat penting terhadap pada setiap negara dalam melakukan perdagangan internasional dan hubungan antarnegara. Berikut ini merupakan fungsi-fungsi yang dimiliki valas. Adapun peran atau fungsi valas terdiri dari empat poin, di antara lain adalah :

1. Alat Tukar Internasional

Valuta Asing memili fungsi sebagai perantara untuk menukar barang dan jasa secara multinasional, antara satu negara dengan negara lainnya. Misalkan, ketika Indonesia hendak membeli atau mengimpor barang dan jasa dari Korea Selatan, maka alat pembayaran yang digunakan pada transaksinya bukan ditentukan berdasarkan mata uang Rupiah, melainkan harus menggunakan valas.

2. Alat Pembayaran Internasional

Valuta Asing pun berfungsi sebagai alat untuk membayar hutang negara. Misalkan Amerika Serikat berhutang pada Indonesia, maka untuk membayarnya, Amerika Serikat harus menggunakan valas. Bagaimanapun cara pembayarannya, transaksinya harus menggunakan valas.

3. Alat Pengendali Kurs

Selain itu, valuta asing juga berfungsi sebagai alat pengendali kurs mata uang suatu negara terhadap mata uang asing. Kurs adalah perbandingan nilai mata uang yang dimiliki suatu negara terhadap nilai mata uang yang dimiliki negara lain, maka kurs dapat berubah kuat atau lemah tergantung kondisi negara.

4. Alat Memperlancar Perdagangan Internasional

Fungsi lain dari valas adalah berperan sebagai alat yang dapat memperlancar transaksi jual – beli atau perdagangan internasional. Misalnya adalah proses terjadinya impor dan ekspor barang dan jasa suatu negara ke negara asing.

Author