Zaman Praaksara atau Zaman Prasejarah adalah zaman dimana nenek moyang bangsa manusia hidup di muka bumi. Zaman praaksara ditandai dengan belum ditemukannya tulisan. Namun apa perbedaan dan persamaan di antara zaman praaksara dengan prasejarah? Apa pengertian zaman prasejarah dan bagaimana pembagian 4 zaman di zaman prasejarah? Yuk, Cerdikawan, kita simak langsung rangkuman yang telah PinterKelas kumpulan berikut ini!

Pengertian Zaman Praaksara

Pengertian zaman praaksara secara harfiah adalah zaman manusia belum mengenal tulisan. ‘Pra’ artinya sebelum, ‘Aksara’ artinya tulisan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) zaman praaksara atau zaman prasejarah disebut juga sebagai zaman nirleka, yang artinya zaman ketika manusia belum menemukan tulisan.

Perbedaan & Persamaan Zaman Praaksara dengan Prasejarah

Kurun waktu zaman praaksara dimulai sejak manusia pertama tinggal di bumi sampai dengan saat akhirnya manusia menemukan tulisan sebagai salah satu cara berkomunikasi. Jika membahas pertanyaan Apa perbedaan atau persamaan di antara praaksara dan prasejarah?’ Jawabannya, zaman praaksara dan prasejarah sama-sama membahas sejarah peradaban manusia yang berlangsung pada masa lalu. Bedanya, prasejarah meninggalkan bukti keberadaanya yang berupa artefak tertulis, sedangkan bukti keberadaan praaksara berupa artefak yang belum menorehkan tulisan.

4 Zaman Prasejarah Berdasarkan Kajian Arkeologi

a. Zaman Paleolitikum

Zaman paleolitikum atau yang disebut juga dengan zaman batu tua, atau masa berburu dan meramu. Pada paleolitikum, kehidupan manusia purba pada zaman ini masih sangat tergantung pada alam dan berpindah-pindah atau yang biasa disebut nomaden. Sumber energi mereka didapat dari makanan yang berada di sekitar tempat mereka tinggal. Tempat tinggal mereka biasanya terletak di dekat sumber air dengan pepohonan yang banyak dan berelief datar. Alat-alat yang mereka gunakan masih sangat berbentuk sederhana dan terbuat dari batu atau tulang-belulang hewan.

b. Zaman Mesolitikum

Zaman mesolitikum atau disebut juga batu tengah atau zaman perburuan dan meramu tingkat lanjutan. Pada mesolitikum, manusia purba mulai hidup di gua-gua dan masih menggunakan sistem nomadennya. Sumber energi mereka didapat dengan cara memburu hewan-hewan liar dan buah-buahan dari pepohonan yang terdapat di hutan. Pada zaman ini manusia masih menggunakan alat-alat terbatas yang terbuat dari batu serta tulang-belulang hewan dengan bentuk yang lebih bagus dibanding zaman paleolitikum.

c. Zaman Neolitikum

Zaman neolitikum atau batu baru disebut juga zaman bercocok tanam. Pada neolitikum, manusia purba mulai mengenal sistem bercocok tanam dengan cara berladang. Ketika berladang, mereka sambil menetap di area dekat ladang yang mereka garap. Manusia pada neolitikum pun sering membabati hutan dengan sistem ladang berpindah. Jika sudah melewati masa panen berkali-kali dan masa subur tanah, mereka akan pindah dan menggarap ladang baru di tanah yang masih subur.

Pada masa ini, manusia purba mulai mengenal hewan peliharaan, yakni hewan-hewan ternak. Mereka mulai mengenal hidup berkelompok serta mulai mengenal sistem kepemimpinan. Peralatan yang digunakan masih terbuat dari batu yang diasah tetapi dengan permukaan yang lebih halus dan bentuk yang lebih bagus dibanding mesolitikum dan paleolitikum.

d. Zaman Perundagian

Zaman perundagian ini sering disebut juga sebagai zaman perunggu dan besi, atau nama lainnya adalah zaman logam. Pada zaman perundagian, manusia sudah mengenal sistem tempat tinggal yang menetap dan mulai meninggalkan kebiasaan nomaden. Manusia pun mulai mengenal pembagian tugas berdasarkan keahlian tertentu dan mulai terdapat penggolongan status berdasarkan jumlah kekayaan yang dimiliki. Berdasarkan artefaknya, manusia di zaman perundagian mulai menciptakan peralatan yang terbuat dari logam tertentu seperti perunggu dan besi.

visualisasi periodisasi masa praaksara di indonesia

4 Zaman Prasejarah Berdasarkan Kajian Geologi

a. Arkaekum

Arkaekum adalah zaman tertua. Perkiraan rentang waktu berlangsungnya adalah selama 2.500 juta tahun. Dalam kajian ilmu geologi, pada zaman arkaekum kulit bumi masih panas. Inilah penyebab mengapa pada zaman ini belum ada kehidupan sama sekali.

b. Paleozoikum

Pada penelitiannya, zaman paleozoikum adalah zaman saat tanda-tanda kehidupan mulai muncul. Spesies makhluk hidup yang muncul contohnya adalah mikroorganisme, ikan, amfibi, reptil, dan juga binatang-binatang lain yang tidak bertulang punggung (Invertebrata atau Avertebrata). Perkiraan rentang waktu berlangsungnya zaman primer atau zaman hidup tua ini berlangsung sekitar 340 juta tahun.

c. Mesozoikum

Pada zaman mesozoikum ini, beberapa jenis reptil yang hidup pada zaman prasejarah mulai mengalami kepunahan. Sebelum mulai punah, jenis reptil pada mesozoikum sempat mencapai peningkatan jumlah yang masif, sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Setelah berakhirnya mesozoikum, maka muncullah spesies hewan purba lainnya, yaitu jenis burung dan binatang menyusui. Namun tingkat populasinya jauh jika dibandingkan tingkat populasi reptil sebelumnya. Zaman ini sering disebut juga sebagai zaman sekunder atau pertengahan. Karena perkiraan rentang waktunya sekitar pertengahan zaman prasejarah, yang berlangsung selama 140 juta tahun.

d. Neozoikum

Neozoikum merupakan urutan pembabakan zaman yang terakhir yang sering disebut dengan zaman hidup baru (neo = baru). Senozoikum, Kenozoikum, atau Neozoikum (bahasa Yunani: καινός, kainos, ‘baru’, dan ζωή, zoe, kehidupan’, atau berarti ‘kehidupan baru’) adalah era terakhir dari tiga era klasik geologi. Zaman ini berlangsung selama 65.5 juta tahun sampai sekarang, setelah peristiwa kepunahan massal Kapur-Tersier pada akhir periode Kapur yang menandai punahnya dinosaurus tanpa bulu dan berakhirnya zaman Mesozoikum.

Author